Toleransi itu membiarkan bukan membenarkan,apalagi sampai ikut merayakan

Toleransi itu membiarkan bukan membenarkan,apalagi sampai ikut merayakan

Cukuplah hadits ini sebagai peringatan “Barangsiapa menyerupai suatu kaum,maka dia termasuk golongan mereka.” (HR. Abu Dawud)

Jika ada yang memaksa untuk mengucap selamat natal,maka paksa dia mengucap syahadat

Karena esensi ucapan tersebut sama dengan ucapan syahadat

Ucapan selamat Natal serupa dengan ucapan “Selamat atas kelahiran yesus.. “Selamat atas konsep trinitas.. Yang jelas bertentangan & merusak aqidah seorang muslim “jika ada anggapan bahwa itu hanya ucapan, tidak diyakini dalam hati,maka bertanyalah kepadanya,bagaimana jika seorang suami mengatakan TALAK kepada istrinya padahal tidak disertai dengan keyakinan dalam hati ?” Serta ucapan slamat atas berbagai kekufuran lainnya

Bahkan ucapan slamat juga atas berbagai kemaksiyatan yang dilakukan pada perayaan natal

Karena perayaaan natal biasanya identik dengan aktiftas foya foya,hura hura sprti karokean dan lain lain, Na’uudzubillaah !

Jangan gadaikan aqidahmu hanya karena sebuah ucapan

Ingat toleransi itu membiarkan,bukan membenarkan (mengucap selamat natal), bahkan sampai ikut merayakan (memakai atribut natal,ikut hura hura,foya foya) karena semua itu adalah toleransi yang BABLAS !

Simpelnya toleransi itu adalah “Bagimu agamamu,bagiku agamaku”

Cukuplah firman Allah Swt,sebagai peringatan ; “Sesungguhnya telah kafirlah orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam”,padahal Al Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil,sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu”.Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah,maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga,& tempatnya ialah neraka,tidaklah ada bagi orang zalim itu seorang penolongpun.” (QS.Al Maidah : 72) “Sesungguhnya kafirlah orang yang mengatakan:”Bahwasanya Allah salah satu dari yang tiga”,padahal sekali-kali tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yg Esa..” (QS.Al Maidah : 73)

Allaahu a’lam

Selamatkan akidah saudara kita yang lain sebagaimana kita ingin diselamatkan jika ada yang salah. Silakan disebarkan…

lakumdinukum waliyadiin, Agamamu untuk agamamu dan Agamaku untuk agamaku (Qs.109 :6)

Sumber :  @Line Teladan Rasulullah

Leave a Reply

Your email address will not be published.