Tiga Golongan Umat Rasulullah di Akhirat Kelak

Dikutip dari Terjemahan MAULID AD-DIBA’I

Pertama kali kami awali hal ini dengan mengemukakan dua buah hadits datang dari Nabi yang berkedudukan agung dan bernasab mulia serta lurus perjalanan hidupnya.

 

Hadist I :

Ya Allah , tetapkanlah limpahan rahmat dan salam serta keberkahan kepadanya (Nabi Muhammad)

Hadits pertama dari pancaran ahli ilmu yang menyamudera, tutur katanya dengan Al-Quran dan salah seorang ulama yang terkenal, yaitu Sayyid Abdullah bin sayyid Abbas radhiyallahu’anhumaa dari Rasulullah shallallahu’alayhi wasallam bahwasannya beliau telah bersabda: Sesungguhnya seorang Quraisy (Nabi Muhammad) ketika masih berwujud nur dihadapan Allah yang maha perkasa dan maha Agung sebelum menciptakan Adam kira-kira dua ribu tahun, nur itu selalu bertasbih kepada Allah dan bertasbih pula para malaikat mengikuti bacaan tasbihnya.

Ketika Allah menciptakan Adam, maka nur itu diletakkan pada tanah liat asal kejadian nya, Telah bersabda Nabi shallallahu’alayhi wasallam: Lalu Allah Azza wa Jalla menurunkan aku ke bumi pada punggung Nabi Adam.

Dan membawaku ke dalam kapal berada pada tulang rusuk Nabi Nuh dan menjadikan aku pada tulang rusuk Nabi Ibrahim ketika dilempar ke dalam api,

Tiada henti-hentinya Allah yg maha Perkasa dan Maha Agung memindahkan aku dari tulang-tulang rusuk yang suci dan megah, hingga Allah melahirkan aku dari antara kedua orang tuaku, dan keduanya tidak pernah berbuat zina sama sekali.

Keterangan : Hadist yang diriwayatkan oleh Sayyid Abdullah bin sayyid Abbas radhiyallahu’anhum :

Keberkahan Nur Nubuwah Rasulullah yang telah memberikan kekuatan pada Nabi-Nabi sebelumnya, yang tercipta 2000 tahun sebelum terciptanya Nabi Adam As, yang terus berpindah-pindah dari sulbi-sulbi yang suci (sulbi para Nabi) hingga terakhir ke sulbi Orang Tua beliau yang suci

 

Hadist 2 :

Ya Allah , tetapkanlah limpahan rahmat dan salam serta keberkahan kepadanya (Nabi Muhammad)

Hadits kedua riwayat dari ‘Atha’ bin Yasar dari Ka’ab Al-Ahbar telah berkata:

Ayahku telah mengajarkan kepadaku kitab Taurat hingga tamat, kecuali selembar saja yang tidak diajarkan dan memasukkannya ke dalam peti.

Maka setelah ayahku meninggal, aku membuka peti itu, ternyata selembar kitab Taurat tadi menerangkan tentang akan lahirnya nabi akhir zaman yang tempat kelahirannya di kota Mekkah dan berpindah ke Madinah serta kekuasaanya meluas ke negeri Syam.

Beliau mencukur rambutnya dan berkain pada pinggangnya.

Beliau adalah sebaik-baiknya para nabi dan umatnya juga sebaik-baik umat. Mereka bertakbir mengagungkan kebesaran Allah yang maha tinggi atas segala kemuliaan. Mereka berbaris pada waktu shalat sebagaimana barisan mereka di dalam peperangan.

Hati mereka merupakan tempat kitabnya. Mereka selalu memuji dalam keadaan duka dan suka.

Sepertiga dari mereka masuk surga tanpa dihisab, sepertiga lagi datang dengan dosa-dosanya, lalu diampuni. Dan yang sepertiga lainnya datang dengan dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan besar.

Maka Allah Ta’ala berfirman kepada malaikat: pergilah dan timbanglah amal perbuatan mereka. Lalu para malaikat berkata: Wahai Tuhan kami, telah kami dapatkan mereka melampaui batas menyia-nyiakan dirinya sendiri dan kami dapatkan amal-amal mereka penuh dari dosa-dosa bagaikan sebesar gunung-gunung. Pada sisi lainnya mereka sungguh bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan allah dan sesungguhnya Nabi Muhammad itu adalah utusan Allah. Maka Allah berfirman: Demi kemuliaan dan keagungan-Ku, tiadalah Aku jadikan orang yang tulus ikhlas bersaksi kepada-Ku itu seperti orang yang mendustakan Aku. Mereka Aku masukkan surga dengan Rahmat-Ku.

Keterangan : Hadist yang diriwayatkan oleh ‘Atha’ bin Yasar dari Ka’ab Al-Ahbar radhiyallahu’anhum, Seorang anak Pendeta Yahudi yang menceritakan tentang peninggalan ayahnya selembar ayat suci dari Kitab Taurat yang menceritakan Ciri-ciri Nabi Akhir Zaman, pemimpin para Nabi yang memiliki Umat yang terbaik dari Umat-umat sebelumnya, dimana umat beliau terbagi 3 golongan :

Golongan Pertama , masuk surga tanpa dihisab

Golongan Kedua, datang dengan dosa-dosanya, lalu diampuni.

Golongan Ketiga, datang dengan dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan besar. Maka Allah Ta’ala berfirman kepada malaikat: pergilah dan timbanglah amal perbuatan mereka. Lalu para malaikat berkata: Wahai Tuhan kami, telah kami dapatkan mereka melampaui batas menyia-nyiakan dirinya sendiri dan kami dapatkan amal-amal mereka penuh dari dosa-dosa bagaikan sebesar gunung-gunung. Pada sisi lainnya mereka sungguh bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan allah dan sesungguhnya Nabi Muhammad itu adalah utusan Allah. Maka Allah berfirman: Demi kemuliaan dan keagungan-Ku, tiadalah Aku jadikan orang yang tulus ikhlas bersaksi kepada-Ku itu seperti orang yang mendustakan Aku. Mereka Aku masukkan surga dengan Rahmat-Ku.

Subhanallah……Shollu Alannabi..!!!!

 

Sumber :  @Line Teladan Rasulullah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *