Tidak Boleh Membunuh Utusan Musuh Walau Sedang Perang


Muslimin sepakat bahwa tindakan yang dilakukan al-Assad dengan Putin adalah bentuk kezaliman yang besar yang tak terampuni dan kita wajib marah karena kecemburuan kita terhadap kaum muslimin yang di zhalimi.
Namun kemarahan kita tetap harus terbimbing dengan prinsip-prinsip Agama yang demikian agar kita tidak tergolong orang yang berbuat zhalim yang akhirnya membuat kita serupa dengan mereka.
Seorang Utusan nabi Palsu Musailamah Al Kazzab datang kepada Rasulullah shalaAllahu alaihi wasallam , maka beliau berkata kepada mereka : “Apakah kalian bersaksi bahwa aku adalah utusan Allah ?” Maka mereka berkata :”Kami bersaksi bahwa Musailamah utusan Allah”, maka Rasulullah bersabda : “Kalau seandainya para Utusan boleh dibunuh, niscaya kalian telah dipenggal kepalanya”.
Ibnu Mas’ud berkata :”Maka berlalulah satu tahun lamanya, sedangkan utusan Nabi palsu itu tetap tidak dibunuh.”
Rasulullah shalaAllahu alaihi wasallam bersabda :
“Barangsiapa yang membunuh Kafir dalam perjanjian, Maka tidak akan mencium aroma surga. Padahal Aromanya tercium sejauh 40 tahun perjalanan.” (HR. Bukhari).
Kita membenci apa yang dilakukan Russia, Iran dan Rezim Suriah atas apa yang mereka lakukan terhadap kaum muslimin.
Namun membunuh utusan mereka, adalah perbuatan melanggar janji dan melanggar perintah Rasulullah.
Hal ini tidak menimbulkan manfaat sama sekali , bahkan hanya akan menambah siksaan terlebih bagi kaum muslimin di daerah Minoritas dan bisa menyebabkan perang antara Turki dan Rusia.
Lantas nanti ada yang berkata :”Kalau begitu berarti anda setuju atas apa yang dilakukan Russia terhadap Suriah ? “. Maka pertanyaan ini seakan melawan Sabda Nabi.
Apakah mungkin nabi ketika tidak membunuh Utusan Nabi palsu berarti beliau Ridha atas kepalsuannya ? Tidak mungkin. Jauh panggang dari api.
Semoga Allah menjaga sikap kita dan menjadikan hawa nafsu kita terkekang dengan Syariat syariat yang benar dan sesuai Dalil.
FP Suara Madinah #aksibelaislam #kesatuan #savealeppo

Leave a Reply

Your email address will not be published.