Takdir

 

Aku percaya

Bahwa apa yang ditakdirkan untukku

Akan tetap menjadi milikku

Tanpa ada orang lain yang bisa merebutnya atau bahkan memilikinya.. Mengimani bahwa Allah Ta’ala telah menulis dalam lauhul mahfudz catatan takdir segala sesuatu sampai hari kiamat.

Tidak ada sesuatupun yang sudah terjadi maupun yang akan terjadi kecuali telah tercatat.

Dalam Al Qur’an, Allah Ta’ala berfirman,

ﺃَﻟَﻢْ ﺗَﻌْﻠَﻢْ ﺃَﻥَّ ﺍﻟﻠﻪَ ﻳَﻌْﻠَﻢُ ﻣَﺎﻓِﻲ ﺍﻟﺴَّﻤَﺂﺀِ ﻭَﺍْﻷَﺭْﺽِ ﺇِﻥَّ ﺫَﻟِﻚَ ﻓِﻲ ﻛِﺘَﺎﺏٍ ﺇِﻥَّ ﺫَﻟِﻚَ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻠﻪِ ﻳَﺴِﻴﺮٌ {70}

“ Apakah kamu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang ada di langit dan di bumi? bahwasanya yang demikian itu terdapat dalam sebuah kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu amat mudah bagi Allah ” (QS. Al Hajj:70).

ﻭَﻋِﻨْﺪَﻩُ ﻣَﻔَﺎﺗِﺢُ ﺍﻟْﻐَﻴْﺐِ ﻻَﻳَﻌْﻠَﻤُﻬَﺂ ﺇِﻻَّ ﻫُﻮَ ﻭَﻳَﻌْﻠَﻢُ ﻣَﺎﻓِﻲ ﺍﻟْﺒَﺮِّﻭَﺍﻟْﺒَﺤْﺮِ ﻭَﻣَﺎ ﺗَﺴْﻘُﻂُ ﻣِﻦ ﻭَﺭَﻗَﺔٍ ﻳَﻌْﻠَﻤُﻬَﺎ ﻭَﻻَﺣَﺒَّﺔٍ ﻓِﻲ ﻇُﻠُﻤَﺎﺕِ ﺍْﻷَﺭْﺽِ ﻭَﻻَﺭَﻃْﺐٍ ﻭَﻻَﻳَﺎﺑِﺲٍ ﺇِﻻَّ ﻓِﻲ ﻛِﺘَﺎﺏٍ ﻣًّﺒِﻴﻦٍ {59}

“ Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib  tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)”” (QS. Al An’am:59).

Sedangkan dalil dari As Sunnah, di antaranya adalah sabda Rasulullah

shalallhu ‘alaihi wa salam ,

ﻛَﺘَﺐَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻣَﻘَﺎﺩِﻳﺮَ ﺍﻟْﺨَﻼَﺋِﻖِ ﻗَﺒْﻞَ ﺃَﻥْ ﻳَﺨْﻠُﻖَ ﺍﻟﺴَّﻤَﻮَﺍﺕِ ﻭَﺍﻷَﺭْﺽَ ﺑِﺨَﻤْﺴِﻴﻦَ ﺃَﻟْﻒَ ﺳَﻨَﺔٍ

“ … Allah telah menetapkan takdir untuk setiap makhluk sejak lima puluh ribu tahun sebelum penciptaan langit dan bumi ”

Karena itu, tak perlu risau akan apapun dengan ketentuanNya. Jodoh, maut, rizky telah Allah atur dan catat. Tugas kita hanyalah berdo’a padaNya dan tidak lupa pula berusaha..

 

Sumber :  @Line Teladan Rasulullah

Leave a Reply

Your email address will not be published.