Rumah tangga itu ibarat tubuh

Rumah tangga itu ibarat tubuh.

Suami adalah tulang yang menguatkan. Yang membuat sebuah tubuh mampu tegak sehingga terlihat tegap atau gagah. Karenanya tubuh bisa berdiri, berlari, bekerja dan melindungi dengan kekokohannya.

Sedang istri adalah daging serta kulit yang melengkapi, melindungi dengan kelembutan dan kepekaannyanya. karena kepekaannya itulah ia yang pertama kali merasakan getaran, sentuhan, bahkan sakitnya sebuah luka pada tubuh. Karena kepekaannya seorang istri seharusnya mampu menjadi tempat suami bertukar fikiran dan berkeluh kesah. Penasihat terbaik saat dibutuhkan, menjadi orang yang paling bisa dipercaya dan juga paling bisa memahami suaminya. Juga yang paling pertama menjaga keluarga dengan doa doanya.

Otak ibarat keimanan mereka… yang mengatur, menjadi pilihan, dan mengarahkan tubuh itu sendiri kemana dan harus bagaimana sehingga mencapai hasil tergantung yg dilakukan dan dipilihnya, jika keimanannya baik.. maka baik pula semuanya, jika keimanannya rusak, maka rusak pula semuanya. Sedang darah dan organ tubuh lain ibarat rasa cinta, komitmen, saling percaya, amanah, kesetiaan, kejujuran, penghargaan, juga kasih sayang dan perhatian yang turut menyempurnakan tubuh tersebut.

Iya… suami dan istri itu ‘dua’ yang sebenarnya adalah ‘satu’.

Ketika ‘aku’ dan ‘kamu’ menjadi ‘kita’. Maka itulah yang harus dipegang dan diperjuangkan sampai akhir.

Tentang kita.

Dan kita seharusnya memiliki visi dan misi untuk dituju dan diperjuangkan bersama.

Mari kita putuskan… visi misi itu adalah Syurga.

 

Sumber :  @Line Teladan Rasulullah

Leave a Reply

Your email address will not be published.