Ketika Suatu Hal Menjadi Mustahil, Doa Mengubah Segalanya

Tak ada doa yang tak terjawab bila kita panjatkan sepenuh harap.

Tak ada doa yang tak diijabahi bila kita lantunkan sepenuh hati.

Tak ada doa yang tak terkabul bila kita berdoa di saat-saat yang maqbul.

Ketika suatu hal menjadi mustahil, doa mengubah segalanya. Ketika tiada satupun jalan keluar, doa mengubah segalanya. Ketika tidak ada pengharapan, doa mengubah segalanya.

Doa membuat kita kuat, doa membuat kita bertahan kala terasa bertambah beban dalam menjalani kehidupan. Doa membuat kita memiliki harapan dalam menyelesaikan perjalanan.

Dekatkan diri dengan amalan.

Dekatkan lisan dengan Al Quran.

Dekatkan jiwa dengan keikhlasan.

Dekatkan akhlak dengan ketaatan.

Dan dekatkan pribadi dengan keshalihan.

Bila memperbanyak amalan kan hadir keberkahan.

Bila mendekat dengan Al Quran niscaya kan raih kemuliaan.

Bila belajar tentang keikhlasan kelak akan datang kemudahan.

Dan bila keshalihan menjadi kebiasaan, ridha Allah kan terlimpahkan.

Memacu diri menjadi manusia pilihan.

Bukan lantaran haus akan pujian.

Bukan karena dahaga akan sanjungan.

Semua yang diusahakan karena kebaikan di penghujung kehidupan.

Jika Al Quran sudah jadi santapan maka kan hadir sikap kehati-hatian.

Bila tilawah sudah jadi hiasan di lisan maka semangat hidup kan selalu terbarukan.

Berharap hidup dalam penjagaan.

Agar kelak selamat sampai tujuan.

Teruntuk sahabat surgaku..

Semoga kelak surga terindah untukmu. Hanya doa yang bisa kupanjatkan untuk kebaikanmu. Aamiin Ya Rabbal ‘alamin

 

Sumber :  @Line Teladan Rasulullah

Allah mensyariatkan kita untuk sholat 5 waktu dalam sehari

Meski Allah mensyariatkan kita untuk sholat 5 waktu dalam sehari. Tapi dalam menentukan jarak waktunya, sungguh Allah tak bermaksud mengganggu aktivitas kita.

  1. Subuh

Kalo mo jujur, justru sebenarnya subuhlah yang membantu kita untuk bisa memulai aktivitas kita lebih awal, sehingga segala persiapan aktivitas menjadi lebih sempurna.

2.Dzuhur

Panjangnya jarak antara subuh dan dzuhur, sebenarnya harus bisa menyadarkan kita bahwa Allah sangat memaklumi aktivitas kita, maka jangan berat hati jika Allah meminta waktu kita untuk sholat di waktu istirahat kita (waktu Dzuhur).

  1. Ashar

Setelah tadi kita melanjutkan aktivitas selepas istrahat, Allah juga tidak mengganggu kita sampai waktu kita menyelesaikan aktivitas/pekerjaan kita. Maka jangan berat hati juga jika Allah meminta waktu kita untuk sholat Ashar.

  1. Magrib

Dan ketika kita telah sampai dirumah dan berkumpul bersama keluarga di waktu magrib. Masihkah kita enggan bersujud kepada Allah ? Padahal Allah telah baik hati memberikan waktu santai bersama keluarga yang kita cintai.

  1. Isya

Dan diwaktu penghujung ini, tidak maukah kita diajarkan Allah bagaimana mengakhirinya aktivitas dengan kebaikan (sholat isya) ? Bukankah kita juga tidak tau apakah mata kita akan terbuka lagi setelah tertutup ? Dan bukankah kita tau bahwa doa tidur adalah doa kepasrahan kita akan itu ?

بِسْمِكَ اللّهُمَّ اَحْيَا وَاَمُوْتُ

“Dengan nama-Mu ya Allah aku hidup dan aku mati”

Setelah itu, istrirahatlah. Karena Allah gak akan mengganggu istirahatmu sampai subuh.

kecuali jika kamu mau meraih kebaikan lebih diwaktu Tahajjud dan fajar bersamaNya.

 

Sumber :  @Line Teladan Rasulullah

Ketika Allah menghendaki kebaikan dari hambanya

Ketika Allah menghendaki kebaikan dari hambaNYA, Siapakah diantara kita yang tidak ingin diberikan kebaikan oleh Allah ? Namun di sana, ada orang orang yang diinginkan kebaikan oleh Allah. Semoga kita termasuk dari mereka:

  1. Dibukanya pintu amal sebelum kematian menjelang.

Rasulullah saw bersabda:

“Apabila Allah menginginkan kebaikan kepada seorang hamba, Allah akan jadikan ia beramal.” Dikatakan, “Apakah dijadikan beramal itu ?” Beliau bersabda, “Allah bukakan untuknya amalan shalih sebelum meninggalnya, sehingga orang-orang yang berada di sekitarnya ridha kepadanya.” (HR Ahmad dan Al Hakim dari Amru bin Al Hamq).

  1. Dipercepat sanksinya di dunia.

Rasulullah saw bersabda:

Apabila Allah menginginkan kebaikan kepada hambaNya, Allah akan segerakan sanksi untuknya di dunia. Dan apabila Allah menginginkan keburukan kepada hambaNya, Allah akan membiarkan dosanya (di dunia) sampai Allah membalasnya pada hari kiamat.” (HR At Tirmidzi dan Al Hakim dari Anas bin Malik). Namun kita tidak diperkenankan untuk meminta kepada Allah agar dipercepat sanksi kita di dunia, karena kita belum tentu mampu menghadapinya.

  1. Diberikan cobaan.

Rasulullah saw bersabda:

Barangsiapa yang Allah inginkan kebaikan, Allah akan memberinya musibah.” (HR Ahmad dan Al Bukhari dari Abu Hurairah). Cobaan itu untuk menggugurkan dosa dan mengangkat derajat.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Senantiasa ujian itu menerpa mukmin/mukminah pada jasadnya, harta dan anaknya sampai ia bertemu dengan Allah dalam keadaan tidak mempunyai dosa.” (HR Ahmad dengan sanad yang hasan).

  1. Difaqihkan dalam agama.

Rasulullah saw bersabda:

“Barangsiapa yg Allah inginkan kebaikan padanya, Allah akan faqihkan ia dalam agama.” HR Al Bukhari dan Muslim).

  1. Diberikan kesabaran.

Rasulullah saw bersabda:

Tidaklah seseorang diberikan dengan sesuatu yang lebih baik dan lebih luas dari kesabaran.” (HR Al Bukhari dan Muslim).

“Tidak ada yang diberikan (sifat-sifat yang terpuji ini) kecuali orang-orang yang sabar, dan tidak ada yang diberikannya kecuali orang yang mempunyai keberuntungan yang besar.” (QS Fushilat: 35).

 

Sumber :  @Line Teladan Rasulullah

Sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita sholehah

“Apa alasan paling mendasar, yang membuat kamu ingin bekerja?”

“Ya untuk memperbaiki perekonomian kita, Bang. Aku ingin membantumu dalam penghasilan. Untuk kita, keluarga kita.”

“Kalau memang begitu, kita buka usaha kecil saja di rumah. Misal sarapan pagi. Bubur ayam misalnya? Atau, bisnis online saja. Kamu yang jalani. Bagaimana? anak terurus, rumah terurus, Abang terlayani, uang masuk terus, InsyaAllah. Keren, kan?”

“Suamiku sayang, aku tidak pandai berbisnis, tidak bisa jualan. Aku ini karyawati. Bakatku di sana. Aku harus keluar kalau ingin menambah penghasilan.”

“Tidak harus keluar. Tenang, masih ada solusi!” “Apa?”

“Bukankah ada yang lima waktu? Bukankah ada Tahajud? Bukankah ada Dhuha? Bukankah ada sedekah? Bukankah ada puasa? Bukankah ada amalan-amalan lainnya? Allah itu Maha Kaya. Minta saja pada-Nya.”

“Iya, Bang, aku tahu. Tapi itu semua harus ada ikhtiar nyata.”

“Kita ini partner, sayang. Abanglah pelaksana ikhtiarnya. Tugas kamu cukup itu. InsyaAllah jika menurut Allah baik, menurut-Nya kita pantas, kehidupan kita pasti akan berubah.”

“Tapi, Bang?!”

“Abang tanya lagi…, kamu ingin kita hidup kaya, apa berkah?”

“Aku ingin kita hidup kaya dan berkah.”

“Kalau begitu lakukan amalan-amalan tadi. InsyaAllah kaya dan berkah.”

“Kalau tidak kaya?”

“Kan masih berkah? Dan…, tahu apa yang terjadi padamu jika tetap istiqomah dengan itu?”

“Apa, Bang?”

“Pilihlah pintu surga yang mana saja yang kamu suka. Dan kamu, menjadi sebenar-benarnya perhiasan dunia.”

Rasulullah SAW bersabda, “Apabila seorang wanita (istri) itu telah melakukan shalat lima waktu, puasa bulan Ramadhan, menjaga harga dirinya dan mentaati perintah suaminya, maka ia diundang di akhirat supaya masuk surga berdasarkan pintunya mana yang ia suka (sesuai pilihannya),” (HR. Ahmad, Ibnu Hibban dan Thabrani).

“Dunia adalah

perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita sholehah” [H.R. Muslim]

 

Sumber :  @Line Teladan Rasulullah