Merekalah yang pertama kali mengajarimu bagaimana berbicara

Dulu… mereka yang pertama kali mengajarimu berbicara bahkan keduanya tak pernah bosan untuk menjawab rasa penasaranmu, “Ma.. Ini apa? ” yang seringkali kau tanyakan, menggendongmu ke suatu tempat permainan, mengobatimu di saat dirimu sakit, bahkan rela tidak tidur sebab tak tenang melihatmu yang tak kunjung sembuh kala itu.Masih ingatkah? .

Saat Ayahmu pulang bekerja, kamu selalu menyambut kepulangannya, bahkan rela untuk menunggunya di depan pintu hanya untuk memeluk ayahmu ketika ia tiba. Dengan gembiranya ia peluk dirimu, meski sebenarnya dia letih. Masih ingat kah?

Saat bermain, kakimu terluka jatuh dari sepeda, lalu kamu pulang dengan isak tangis… Dengan sigapnya ibumu mengobati lukamu, bahkan tak jarang ia memarahimu agar lebih berhati-hati .

Saat taman kanak-kanak, ia rela menunggumu hingga pulang sebab ia tak mau anaknya berjalan pulang seorang diri.

Masih ingatkah kalian?

Kini, coba perhatikan raut wajahnya ketika keduanya terlelap, raut wajahnya semakin menua, wajah mudanya perlahan kian sirna seiring waktu. Semakin hari, tubuhnya semakin renta termakan usia.

Bahkan, mulai timbul gejala penyakit pada organ tubuhnya .

Jika saat ini keduanya masih ada, luangkanlah waktu sejenak untuk berbicara banyak pada keduanya, sebab merekalah yang pertama kali mengajarimu bagaimana berbicara .

Berilah perhatian pada keduanya, meski perhatian kecil, “Ma, yah udah makan? “, “Ma, yah gimana kabarnya? “. Dan yang terpenting adalah jadilah anak yang shalih/shaliha, berbakti padanya, dan jadilah orang yang sukses serta jangan lupa untuk selalu mendoakan keduanya, sebab setiap kebahagiaan yang kau rasakan saat ini, tak lain ada campur tangan dari doa-doa selepas shalatnya. Mungkin kau tak pernah menyadarinya .

sharednisbur

Leave a Reply

Your email address will not be published.