Membersihkan hati dari iri dan dengki

Suatu ketika Rasulallah sedang berkumpul dengan para sahabat. Tiba-tiba datang sahabat yang lain. lalu Nabi berkata : “Dia adalah calon penghuni surga” sambil menunjuk sahabat yang baru datang tersebut.

Dimata sahabat yang lain, Sahabat yang disebut Nabi sebagai calon penghuni surgaitu adalah sahabat yang biasa-biasa saja. Tidak menonjol dalam ibadah ataupun amalan shalih.

Lalu kemudian Abdullah bin Umar penasaran terhadap sahabat tersebut, singkat cerita Abdullah bin Umar meminta untuk menginap beberapa hari di rumah sahabat tersebutdengan alasan bahwa dirinya sedang bertengkar dengan ayahnya meskipun itu bohong. Hal demikian dilakukan guna mengetahui amalan yang dikerjakannya sehingga Nabi menyebutnya sebagai calon penghuni surga.

Selama Abdullah bin Umar menginap dirumahnya, ternyata tidak ditemukan amalan yang istimewa padasahabat tersebut, sholatnya biasa saja. Ibadah yang lainpun biasa saja. Dan ini yang membuat Abdullah bin Umar semakin penasaran. Hingga pada akhirnya Abdullah mengungkapkan niat dan tujuan yang sebenarnya.

Lalu akhirnya sahabat itu mengungkapkan satu amalan yang dia terus amalkan setiap malam menjelang tidur.

Apa amalan tersebut?. Yaitu bahwa setiap dia ingin tidur, dia selalu membersihkan hatinya dari iri dan dengki, tidak ada kebencian satupun yang ia bawa tidur. Kesalahan orang-orang terhadapnya selalu ia maafkan dan tidakada dendam sama sekali. Dan itu ia amalkan setiap hari tanpa ada putus.

Nah, Bisa kah kita seperti itu ? Memaafkan semua kesalahan orang yang dilakukan terhadap kita ? menyingkirkan rasa iri dan dengki ? tidak menyimpan rasa dendam atau benci terhadap orang ?

Memang sulit, oleh sebab itulah betapa istimewanya amalan ini. Membersihkan hati dari setiap penyakit hati, hati bersih amalan yang lain pun akan terasa istimewa. Hati kotor, lah gimana ibadah yang lainya

Sumber :  @Line Teladan Rasulullah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *