Lisan

kq2qhp191d

Sering kali lisan ini tak sadar saat ia berkhianat.

Terucap kata yang tak perlu, melukai sampai menyayat.

Tanpa sadar, kata itu dengan lancar terucap.

Tanpa sadar, di anggap biasa sebagai sebuah Khilaf.

Setelahnya baru diri ini sadar, bahwa tak mungkin kembali kata yang telah keluar.

Yang hatinya sakit sudah terlanjur sakit.

Lidah, tak bertulang tapi mampu menggigit.

Ya semakin jelas kalau kita masih harus belajar bicara.

Tentang yang keluar dari mulut juga tata krama.

Agar lisan membiasa berucap yang seharusnya.

Agar tak ada yang terucap sia-sia apalagi sampai buat luka.

Akan lebih bijak dan baik untuk memikirkan terlebih dahulu setiap kata yang ingin diucapkan.

Berharap lisan ini bukan hanya menyampaikan.

Tapi juga menyebar manfaat dan kebaikan.

Berkata yang baik atau diam

Tentunya pilihan baik adalah diam.

Seperti kata pepatah diam adalah emas.

Namun Bicara yang baik adalah mutiara.

Karena yang bijak..

Diamnya bersahaja, bicaranya menginspirasi.

 

Sumber :  @Line Teladan Rasulullah

Leave a Reply

Your email address will not be published.