Kufur terhadap nikmat

 

Entah sadar atau tidak, mungkin kita pernah “terlalu kuantitatif” dalam menghitung rezeki

Mungkin pernah merasa kufur terhadap nikmatNya

Kita menghitung jumlah yang kita dapatkan dari satu pintu rezeki

Akan tetapi, kita lupa mensyukuri keberkahan di balik jumlah yang sedikit itu

Pun, kita terluput menghitung rezeki yang diberikan oleh Allah yang tidak henti-henti dari pintu-pintu yang lain

Kita lihat isi dompet, ternyata isinya tidak seberapa dibandingkan sederet barang-barang impian yang kita mau

Akan tetapi, kita lupa, Allah jaga kita, orang tua dan saudara-saudari kita. Hidup mereka berkecukupan, sehat jiwa-raga, dan berada di atas hidayah Islam

Akankah kita rela, kalau saja Allah menghujani kita dengan jutaan lembaran uang dari atas langit-Nya, lalu Dia berikan sakit bertubi-tubi ke keluarga yang kita cintai ?

Belum lagi kalau diuji dengan murtadnya mereka

Sanggupkah kita menukar jumlah yang sedikit dengan hal-hal yang tidak ternilai harganya?

Bersyukurlah, Jangan kufur nikmat!

Berhentilah “terlalu kuantitatif” dalam menghitung rezeki yang dilimpahkan Allah untuk kita

Ingatlah, sebanyak apa pun jari yang kita gunakan untuk menghitung rezeki dari Allah, Kita tak akan sanggup menghitungnya “Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung niikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).” (QS. Ibrahim: 34)

 

اَلَّلهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

 

Sumber :  @Line Teladan Rasulullah

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.