KENDALIKAN DIRI KETIKA MARAH

 

Seperti Rasulullah yang ketika marah hanya terlihat dari raut wajahnya(sikapnya) namun tidak pernah sedikitpun menyakiti(fisik) ataupun mengeluarkan kata-kata kasar..

Ummul mukminin ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata, .

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah marah karena (urusan) diri pribadi beliau, kecuali jika dilanggar batasan syariat Allah, maka beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam akan marah dengan pelanggaran tersebut karena Allah”.

(HR al-Bukhari no. 3367 dan Muslim no. 2327 )

Inilah akhlak mulia Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang selalu ridha dengan apa yang Allah ridhai dalam al-Qur’an dan benci/marah dengan apa yang dicela oleh Allah Ta’ala dalam al-Qur’an.

(Lihat kitab “Jaami’ul ‘uluumi wal hikam” hal. 148)

Dari ‘Abdullah bin ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika salah seorang dari kalian marah maka hendaknya dia diam”..

(HR Ahmad (1/239) dan al-Bukhari dalam “al-Adabul mufrad” no. 245)

Ini merupakan salah satu obat yang ampuh bagi amarah, karena jika orang sedang marah maka keluarlah darinya ucapan-ucapan yang dampak negatifnya besar dan ia akan menyesal karenanya ketika marahnya hilang. Jika ia diam, maka semua keburukan itu hilang darinya.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَيْسَ الشَّدِيْدُ بِالصُّرَعَةِ ، إِنَّمَا الشَّدِيْدُ الَّذِيْ يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ.

Orang yang kuat itu bukanlah yang pandai bergulat, tetapi orang yang kuat ialah orang yang dapat mengendalikan dirinya ketika marah..

 

(HR al-Bukhari no. 6114 dan Muslim no. 2609)

Sumber :  @Line Teladan Rasulullah

Leave a Reply

Your email address will not be published.