Kembalikan Media Islam

Beberapa pihak menyebut pemblokiran media-media Islam online merupakan sesuatu yang wajar karena media-media tersebut dinilai bukanlah produk pers.

Tudingan sejumlah kalangan itu dibantah keras oleh Forum Jurnalis Muslim (FORJIM). Menurut FORJIM, dalam melihat sebuah media tidak bisa hanya dinilai dari sisi legal formal semata.

“Seharusnya melihat sebuah media itu tidak hanya dari sisi legal formal semata. Tetapi juga dari sisi substansial apakah media-media tersebut benar-benar menghadirkan informasi yang berdasarkan kaidah jurnalistik atau tidak,” ungkap Sekretaris Umum FORJIM, Muhammad Shodiq Ramadhan, dalam rilisnya, Selasa sore kemarin (3/01/2017).

“Secara substansi, media-media Islam itu dengan keterbatasan sumber daya dan sumber dana, tetap melakukan aktivitas jurnalisme. Mereka harus patuh dengan prinsip tabayun yang diajarkan dalam Alquran,” jelasnya.

Ia mengakui, media-media Islam itu sebagian besar memang belum memiliki syarat-syarat formal yang ditetapkan oleh Dewan Pers, seperti badan hukum dan kantor. Tetapi, lanjut Shodiq, mestinya hal itu tidak dijadikan sebagai alasan pemblokiran.

“Kalau soal kelemahan legal formal, mestinya media-media itu dibina dan didorong supaya segera melengkapi, bukan malah diblokir. Jadinya terkesan mencari-cari celah,” tandasnya.[fq/islampos]

Leave a Reply

Your email address will not be published.