Kelak Kita Bernostalgia

Pada suatu hari dimana kita lupa akan kehidupan dan kebahagiaan dunia.

Ketahuilah bahwa kita hari ini dan hari esok mungkin tidak sama.

Adalah mereka orang-orang yang ketika datang Rasulullah membawa kabar dan berita tentang kehidupan hakiki di akhirat, tanpa tanya, tanpa prasangka, tanpa cela, serentak hatinya tunduk dan meyakini… (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian rizki yang Kami anugerahkan kepada mereka. (Al-Baqarah: 3)

Orang-orang yang memperjuangkan keyakinannya, merealisasikan keimanannya, kelak mereka yang akan bernostalgia dengan manis, dengan keyakinan yang mereka perjuangkan di dunia dengan kesungguhan,

Sesungguhnya aku telah beriman kepada Tuhanmu; maka dengarkanlah (pengakuan keimanan)ku. Dikatakan (kepadanya), “Masuklah ke surga.” (Yasin: 25)

Mereka bernostalgia dengan perjuangan, dengan amalan, diiringi rasa syukur karena Allah telah memilih mereka sebagai orang-orang yang berbahagia di akhirat

Mereka berkata: “Sesungguhnya kami dahulu, sewaktu berada di tengah-tengah keluarga kami merasa takut (akan diazab karena keimanan kami)”. Maka Allah memberikan karunia kepada kami dan memelihara kami dari azab neraka. Sesungguhnya kami dahulu menyembah-Nya. Sesungguhnya Dia-lah yang melimpahkan kebaikan lagi Maha Penyayang. (At-tur: 27-28)

Namun, mereka yang mendustakan kebenaran dengan kesombongan mereka tanpa pikir, tanpa takut, tanpa merenung bahkan mencela & menuduh tanpa bukti, kelak akan bernostalgia dengan perilaku buruk dan kesesatan pikiran mereka, dengan penyesalan dan harapan sia-sia ingin dipulangkan lagi ke dunia,

Dan mereka selalu mengatakan: “Apakah apabila kami mati dan menjadi tanah dan tulang belulang, apakah sesungguhnya kami benar-benar akan dibangkitkan kembali? Apakah bapak-bapak kami yang terdahulu (dibangkitkan pula)?” (Al Waqiah : 47-48)

Tiadakkah cukup ayat-ayatNya menjadi pengingat akan hari yang akan datang sedangkan kita adalah makhluk serba tidak tahu? Allahumma, sungguh hari ini kami beriman dengan cerita-cerita masa depan. Maka jadikanlah nostalgia kami kelak nostalgia yang indah akan realisasi keimanan.

Sumber :  @Line Teladan Rasulullah

Leave a Reply

Your email address will not be published.