Ibu kau selalu ada & memafkanku

Marilah kita merenung. BAYANGKAN, seakan — akan kita sedang berjalan di suatu jalan yang lurus.

Dan di ujung jalan itu ada sebuah rumah… di sudut ruang dalam rumah itu terdapat seorang wanita, kita pandangi wajah wanita itu, ternyata dia adalah ibu kita, yaaa… ibu yang tercinta.

Beberapa tahun lalu saat kita dikandung oleh ibu, betapa bahagia mereka, berharap anak yang akan lahir adalah anak yang berbakti dan selalu sayang kepadanya.

Tapi setelah beberapa tahun, kita tak lagi memikirkannya, kita terlalu sibuk dengan urusan kita.

Saat kita berbuat salah, kita terlalu egois mempertahankan harga diri. Lisan beku tak mau meminta maaf terlebih dahulu pada mereka.

Kita terlalu angkuh. Terlalu sombong. Untuk meminta maaf pada mereka.

Seringkali lisan kita tak mampu dijaga. Sudah berapa kali kita telah menyakiti hatinya dengan kata2 yang tak pantas ? Hingga air matanya jatuh dan hatinya tersayat.

Saat ibu melahirkan kita. Berapa banyak sakit yang dirasanya. Tapi ia tak pernah mengeluh. Ia rela memilih kita untuk tetap selamat lahir didunia ini. Berapa banyak kesusahan saat ia membesarkan kita. Berapa banyak pengorbanan yang telah dilakukannya untuk kita tetap terjaga dan tumbuh menjadi seperti sekarang.

Pantaskah kita melawannya ? Meski kadang mereka bawel, mereka pelit, mereka nyebelin sekalipun… tanpa mereka kita bukanlah siapa2. Tanpa mereka, kita tak akan menikmati indahnya dunia.

Dan tanpa ridho dari mereka pula kita tak akan merasakan lezatnya Syurga.

Bagaimanapun kekurangan mereka. Ridho Allah ada pada Ridho mereka.

Sayangilah orangtua kita selagi mereka masih ada…

 

Sumber :  @Line Teladan Rasulullah

Leave a Reply

Your email address will not be published.