Hidup lebih bermakna dengan bersyukur

 

Apa yang kita cari dalam Hidup ini?

Kita hidup di kebun, kita Merindukan kota.

Kita hidup di kota, merindukan kebun.

Kalau kemarau, kita tanya kapan hujan?

Di musim hujan, kita tanya kapan kemarau?

Diam di rumah, inginnya pergi.

Setelah pergi, inginnya pulang ke rumah.

Waktu tenang, cari keramaian.

Waktu ramai, cari ketenangan.

Ketika masih bujang mengeluh ingin nikah, sudah berkeluarga mengeluh belum punya anak, setelah punya anak mengeluh betapa beratnya biaya hidup dan pendidikan.

 

Ternyata sesuatu itu tampak indah, karena belum kita miliki.

Kapankah kebahagiaan didapatkan kalau kita hanya selalu memikirkan apa yang belum ada, tapi mengabaikan apa yang sudah kita miliki.

 

Jadilah pribadi yang selalu bersyukur dengan rahmat yang sudah kita miliki.

Mungkinkah selembar daun yang kecil dapat menutupi bumi yang luas ini.

Menutupi telapak tangan saja sulit. Tapi kalau daun kecil ini menempel di mata kita, maka tertutuplah “BUMI” dengan daun.

Begitu juga bila hati ditutupi pikiran buruk sekecil apa pun, maka kita akan melihat keburukan dimana-mana Bumi ini pun akan tampak buruk.

Jangan menutup mata kita, walaupun hanya dengan daun yang kecil.

Jangan menutupi hati kita, dengan sebuah pikiran buruk, walau cuma seujung kuku.

Syukurilah apa yang sudah kita miliki sebagai modal untuk memuliakan-Nya.

Karena hidup adalah waktu yang dipinjamkan dan harta adalah berkah yang dipercayakan.

Dan semua itu, kelak akan dimintai pertanggungjawabannya.

 

Jadi bersyukurlah atas nafas yang masih kita miliki.

Bersyukurlah atas keluarga yang kita miliki.

Bersyukurlah atas pekerjaan yang kita miliki.

Bersyukur dan selalu bersyukur di dalam segala hal.

Segeralah berlomba dalam melakukan kebaikan.

 

Sumber :  @Line Teladan Rasulullah

Leave a Reply

Your email address will not be published.