Hati diciptain bukan untuk dipatahin

Sahabatku akhwat dan ukhti.. Hati diciptain bukan untuk dipatahin

Tapi, hati diciptain untuk saling mengasihi & menyayangi

Dengan cara pacaran? Ya tentu bukan!

Tapi, dengan cara menghalalkan alias pernikahan! Loh kenapa gitu?

Ya iyalah! Secara, orang yang kamu pacarin sekarang belum tentu yang duduk bersamamu nanti diplaminan.

Bisa aja yang sekarang kamu pacarin jadi tamu undangan

Siapa yang tau? Kamu? Emang kamu yang nyusun skenario kehidupan? Bukankan!

Kenapa Islam melarang kita PACARAN?

  1. Banyak mudharatnya
  2. Positif zina
  3. Menyakiti diri sendiri
  4. Mubazir
  5. Menduakan cinta pemilik cinta .

Kenapa pacaran banyak mudharatnya?

Ya jelas! Karna pacaran itu samasekali gak menguntungkan! Semakin lama pacaran, semakin menggunung dosa yang diciptakan

Kenapa pacaran positif zina?

Ya jelas! Karena pacaran hubungan antar 2 orang yang bukan mahram, saling mengasihi, saling menyayangi dan saling mengumbar janji, padahal segala sesuatu yang berhubungan dengan yang bukan mahram itu HARAM!

Kenapa pacaran menyakiti diri sendiri?

Ya jelas! Karena saat pacarmu gak menghubungi, kamu merasa resah. Saat dia gak ada kabar, kamu serasa kehilangan separuh jiwa. Saat dia punya pacar lain, duuhh.. sakit bener tuh hati, secara.. cintanya diduain. Apalagi kalau diputusin .

Kenapa pacaran mubazir?

Ya jelas! Karena pacaran dapat menguras kantongmu demi dia penyebab dosa, pacaran menyita waktumu untuk ibadah, pcrn menyita waktumu untuk lapor 24jam

Kenapa pacaran menduakan cinta pemilik cinta?

Ya jelas! Karena kamu lebih mencintai hambanya dibandingkan penciptanya! Buktinya, kamu sanggup smsan, telponan, dan berhubungan via apapun itu demi melepaskan rasa rindu tanpa mikir waktu. Selain itu, kamu berani melanggar larangan Illahi karna cintamu pada kekasih duniawi

Allah Ta’ala berfirman: “Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk.” (Q.S. Al-Isra’ 17:32)

Tadabbur al-qur’an yuk

Jauhkan hati dari zina, tenangkan hati dengan ketentuan dan ketetapan Allah Ta’ala

 

Sumber :  @Line Teladan Rasulullah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *