Category Archives: Risalah Hidup

Bersyukur

Semua hanyalah perihal bagaimana kita bisa menerima apa yang sudah Allah berikan pada kita.

Jika kita pandai mensyukuri apa yang selalu diberi meski sedikit pastilah rasanya begitu nikmat dan cukup dibanding diberi banyak namun tak bisa mensyukuri pasti rasanya akan tetap kurang dan terus kurang.

Bersyukurlah semoga segalanya menjadi berkah.

 

Sumber :  @Line Teladan Rasulullah

Allah itu baik, ketika kita mendekat sejengkal maka Allah mendekat sehasta

Saat diri kita banyak dosa, tapi Allah tetep aja baik sama kita. Allah bilang Ibaadillah wahai hambaku. Padahal kita ini berlumuran dosa, masih saja Allah memanggil dengan sebutan itu. Wahai Hamba Ku yang telah melampaui batas, bertaubatlah. Seperti itu kira-kira jika di bahasakan

Allah sedang menanti kita untuk bertaubat, untuk kembali ke jalan yang benar

Tau ga sih? bahwa Allah sangat menyukai Hamba Nya yang bertaubat. Allah akan membangga – banggakan Hamba Nya di depan malaikat. Allah sangat mencintai Hamba Nya yang bertaubat

Lantas, apa yang harus ditunggu lagi jika Allah saja mau menunggu kita bertaubat

Tidak malu kah kita jika tidak kembali pada Nya?

Allah masih mau menunggu kita untuk bertaubat atas kesalahan yang kita perbuat

Allah masih mau merangkul kita saat kita kembali padaNya dalam keadaan kotor, hina dina dan perasaan yang amat bersedih atas kekecewaan yang sebenarnya kita buat sendiri, yang mungkin saat kita bahagia kita sempat lupa bahwa ada Allah dibalik itu

Seberapa seringkah kita tinggalkan Dia untuk hal-hal duniawi yang kadang bisa melalaikan kita akan hidup selanjutnya?

Seberapa seringkah kita menduakan Nya dengan makhluk Nya yang lebih kita cintai di dalam ikatan yang belum halal

Ingatlah bahwa Allah itu sangat baik kepada kita meski diri kita berlumur dosa

Kembalilah padaNya. Bersimpuh padaNya. Malu padaNya

Sumber :  @Line Teladan Rasulullah

Jangan Tiup Makanan

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh

 

Tahukah kamu?

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Bukhori, Rasulullah Muhammad Saw pernah bersabda kepada umat muslim: “Apabila kalian (sedang) minum, maka jangan bernapas di dalam gelas, dan saat membuang hajat, maka jangan sentuh kemaluan menggunakan tangan kanan.” Ada yang tau mengapa islam melarang kita meniup makanan atau minuman panas?

Karena meniup makanan atau minuman panas akan mengakibatkan penyakit jantung yang berasal dari bertemunya H2O (air dalam gelas) dengan karbondioksia atau CO2 (udara yang kita tiupkan melalui mulut) yang akan menghasilkan asam karbonat atau H2CO3.

Nah jika senyawa kimia ini masuk ke dalam perut kita bisa menyebabkan penyakit jantung

Juga banyaknya bakteri yang ikut “nimbrung” saat kita meniup udara ke makanan atau minuman kita. Yang kemudian akan kita makan lagi setelah nempel di makanan yang kita tiup

 

Wah bahaya dong ya?

Makanya islam melarang

Betapa mulianya agama islam

Sampai hal sedetail itupun diperhatikan

Masih berani bilang islam agama yang suka kekerasan?

 

Sumber :  @Line Teladan Rasulullah

Berhijrah

“Sekarang Islam itu banyak aliran.”

“Jangan sampai fanatik ya.”

“Belajar agama boleh, tapi yang lurus-lurus aja.”

“Kerjakan yang biasa kayak orang-orang Islam lainnya.” Kata-kata yang kalian lontarkan,

Terus berputar dalam pikiranku.

Namun, bukan sebagai peruntuh semangat hijrahku.

Aku hanya bingung.

Agama lurus seperti apa yang kalian maksud?

Apakah yang menegakkan sunnah itu bukan Islam?

Apaka yang kalian maksud Islam adalah mereka yang

Menutup aurat tapi tak sesuai syariat?

Melaksanakan kewajiban tapi tak memahami maknanya?

Beramal tapi tak tahu ilmunya?

Atau melaksanakan perintahNya tapi tak menjuhi laranganNya?

 

Lalu,

Apa bukti kita padaNya jika kita berhijrah?

Apa bukti kita padaNya jika kita ingin meningkatkan rasa cinta kita padaNya & Rasul-Nya?

Bukankah Al Quran itu berdampingan dengan Hadits?

Bukankah yang wajib itu disempurnakan dengan yang sunnah?

 

Jika hanya kewajiban yang kita tunaikan, bisakah itu memudahkan hisab kita nanti?

Jika hanya melakukan hal yang biasa orang lakukan, bisakah itu menjadikan kita dekat denganNya?

Jika hanya melakukan hal itu-itu saja, bisakah itu mengalahkan segala amal keburukan kita?

 

Sedang kita tak tahu, amalan kita itu diterima atau tidak.

Sedang kita tak tahu, amalan mana yang membawa kita ke jannahNya.

Sedang kita tak tahu.

Ya. Kita tak tahu

 

Karena tugas kita adalah beribadah.

Diterima atau tidaknya itu hak Allah.

Kita ini hanya makhluk.

Makhluk yang tidak tahu berapa lama lagi waktu kita hidup di dunia

Makhluk yang tidak tahu bagaimana akhir hidup kita

Berakhir dengan beriman ataukah kafir

Berakhir di surga ataukah neraka

 

Sebab kita hidup dengan skenarioNya

Maka, berprasangka baiklah padaNya.

Karena Allah tergantung prasangka hambaNya. .

Dan jangan menyalahkan mereka yang berhijrah…

Jika kita tidak tahu kebenarannya.

Saudara seimanku..

Mari saling mengingatkan

Mari saling menguatkan

Sumber :  @Line Teladan Rasulullah