Category Archives: Risalah Hidup

Pantas Kah Kita

Malu dengan cibiran manusia  ?

Tapi gak malu terlihat hina di hadapan Allah Azza Wajalla  ? Astaghfirullah.

Mengaku berAgama Islam tapi tidak menjalankan Shalat 5 waktu.

Shalat yang mudah saja tidak dijalankan, puasa yang berat pun dengan mudah tak dikerjakan.

Menutup aurat telah menjadi kewajiban, tapi hanya jadi angin lalu , dan bangga bila aurat diperlihatkan. Tak ada rasa malu di hadapan Allah. Tapi malu terlihat jelek di hadapan makhluk.

Merasa sudah menjadi baik dengan berbagi pada sesama. Tapi adzan berkumandang pura pura tak terdengar.

Syariah Islam tak dihiraukan.

Hanya logika yang diagungkan untuk mengalir bebas mengatur ritme kehidupan.

Berharap doa dikabulkan. Berharap masuk surga tanpa dihisab.

Padahal segala yang diperbuat akan dipertanggungjawabkan kelak di akhirat.

Tak ada satu orang pun yang terbebas dari penghakiman.

Tak ada seorang pun yang mampu menahan siksa yang di berikan.

Mulailah berbenah diri. Dengan bertanya pada hati nurani. Sudah pantaskah kita  ?

 

Sumber :  @Line Teladan Rasulullah

Penyakit hati muncul karena sibuk memata-matai orang lain

Bisa jadi

Penyakit hati muncul

Karena terlalu sibuk

Ngurus urusan orang lain

Sibuk ngurus postingan orang

Senang orang lain susah

Susah orang lain senang

Orang gembira dia sesak

Orang berhasil dia hasad

Orang sukses dia murung

Orang posting nasehat dia baper

Susah mau ngapa-ngapain ngurusin orang

Mending fokus bersyukur

Perbaiki kekurangan diri

Saudaraku,

Terlalu sibuk memikirkan urusan orang lain, akan  merugikan diri sendiri apalagi sampai tahap “memata-matai” untuk mencari-cari keselahan saudaranya.

Ini yang dimaksud dengan tajassus dalam ayat,

ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﺍﺟْﺘَﻨِﺒُﻮﺍ ﻛَﺜِﻴﺮًﺍ ﻣِّﻦَ ﺍﻟﻈَّﻦِّ ﺇِﻥَّ ﺑَﻌْﺾَ ﺍﻟﻈَّﻦِّ ﺇِﺛْﻢٌ ۖ ﻭَﻟَﺎ ﺗَﺠَﺴَّﺴُﻮﺍ

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan berprasangka, karena sesungguhnya sebagian tindakan berprasangka adalah dosa dan janganlah kamu (memata-matai) mencari-cari kesalahan orang lain ” (Al-Hujurat : 12)

An-Nawawi menjelasakan mengenai tajassus, beliau berkata,

ﺍﻟﺒﺤﺚ ﻋﻦ ﺍﻟﻌﻮﺭﺍﺕ . ﻭﻗﻴﻞ : ﺑﺎﻟﺠﻴﻢ : ﺍﻟﺘﻔﺘﻴﺶ ﻋﻦ ﺑﻮﺍﻃﻦ ﺍﻷﻣﻮﺭ , ﻭﺃﻛﺜﺮ ﻣﺎ ﻳﻘﺎﻝ ﻓﻲ ﺍﻟﺸﺮ

“Tajassus adalah mencari aurat (kesalahan-kesalahan tersembunyi orang lain, ada juga yang mengatakan mencari/memeriksa yang tersembunyi dan kebanyakannya adalah kejelekan (yang tersembunyi).” [1]

Setiap kita pasti punya kesalahan tersembunyi, tentu kita tidak ingin kesalahan itu ditampakkan karena bisa jadi kita sudah bertaubat dan menyesal.

Syaikh Al-‘Utsaimin menjelaskan,

ﻓﻼ ﻳﻨﺒﻐﻲ ﻟﻺﻧﺴﺎﻥ ﺃﻥ ﻳﺘﺠﺴﺲ ، ﺑﻞ ﻳﺄﺧﺬ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻋﻠﻰ ﻇﺎﻫﺮﻫﻢ ، ﻣﺎ ﻟﻢ ﻳﻜﻦ ﻫﻨﺎﻙ ﻗﺮﻳﻨﺔ ﺗﺪﻝ ﻋﻠﻰ ﺧﻼﻑ ﺫﻟﻚ ﺍﻟﻈﺎﻫﺮ

“Tidak selayaknya manusia melakukan tajassus, bahkan harus dinilai sesuai dzahir yang nampak, selama tidak ada indikasi yang tidak sesuai dengan dzahirnya.” [2]

Demikian juga hadits larangan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,

ﺇِﻳَّﺎ ﻛُﻢْ ﻭَﺍﻟﻈَّﻦَّ ﻓَﺈِﻥَّ ﺍﻟﻈَّﻦَّ ﺃَﻛْﺬَﺏُ ﺍﻟْﺤَﺪِﻳْﺚِ ﻭَﻻَ ﺗَﺤَﺴَّﺴُﻮﺍ ﻭَﻻَ ﺗَﺠَﺴَّﺴُﻮﺍ ﻭَﻻَ ﺗَﺤَﺎﺳَﺪُﻭﺍ ﻭَﻻَﺗَﺪَﺍﺑَﺮُﻭﺍ ﻭَﻻَﺗَﺒَﺎﻏَﻀُﻮﺍ ﻭَﻛُﻮْﻧُﻮﺍﻋِﺒَﺎﺩَﺍﻟﻠَّﻪِ ﺇﺣْﻮَﺍﻧًﺎ

“Berhati-hatilah kalian dari tindakan berprasangka buruk, karena prasangka buruk adalah sedusta-dusta ucapan. Janganlah kalian saling mencari berita kejelekan orang lain, saling memata-matai, saling mendengki, saling membelakangi, dan saling membenci. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara.”[3]

Penyusun: Raehanul Bahraen

Catatan kaki:

[1] Syarh An-Nawawi lil Muslim

[2] Tafsir Surat Al-Hujurat hal. 50-51

[3] HR. Al-Bukhari no. 6064 dan Muslim no. 2563

Cukuplah Allah sebaik-baik pelindung dan penolong

Padahal Allah dah bilang, kalau berdoa nanti dikabulkan. Tapi, gimana mau dikabulkan kalau masih menyimpan keraguan sama Allah ?

Bukankah cukuplah Allah sebagai tempat diri, sebaik-baik pelindung dan sebaik-baiknya penolong ?

Kalau meminta dan berdoa kepada Allah saja masih ada ruang keraguan. Siapa lagi emang yang bisa jawab keraguan ?

Mungkin inilah alasan kenapa doa-doa yang kita langitkan tak dikabulkan.

Yuk Saling mengingatkan sesama , semoga hidup kita dirahmati dan diberkati Allah ﷻ, silahkan share dan tag sahabatmu, Yuk amalkan Sunnah Rasulullah ﷺ.

Mari berselawat

اَللَّهُمَّ صَلِّ َعلى سيدنا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آِل سيدنا مُحَمَّد

 

Sumber :  @Line Teladan Rasulullah

Tidak harus menunggu sempurna untuk menyampaikan nasihat

Mengapa kamu menyuruh orang lain mengerjakan kebajikan sedang kamu sengaja melupakan dirimu sendiri padahal kamu membaca kitab. Tidakah kamu mengerti ? ( Qs. 2 : 44 ). Dan katakanlah ( muhammad) jika kamu mencintai allah ikutilah aku ( Qs. 3 : 31 ). Nabi bersabda : barang siapa tidak suka dengan sunahku ( ucapan dan perbuatanku ) bukanlah termasuk golongan ( umat ) ku. Wahai orang orang yang beriman. MENGAPA KAMU MENGATAKAN SESUATU YANG TIDAK KAMU KERJAKAN ( 61: 2 ). Dan itu sangatlah dibenci di sisi Allah JIKA KAMU MENGATAKAN APA APA YANG TIDAK KAMU KERJAKAN ( qs. 61: 3 ).

Sumber :  @Line Teladan Rasulullah