Category Archives: Risalah Hidup

Secara Ilmiah, Tidak Boleh Keluar Saat Maghrib Juga Dijelaskan Lho !

KETIKA Maghrib telah tiba, orangtua dahulu melarang kita untuk berada di luar rumah. Mereka memerintahkan kita untuk segera masuk ke dalam rumah. Mengapa? Sebab, mereka percaya bahwa setan berkeliaran pada waktu itu. Barulah, setelah maghrib berlalu, mereka memperbolehkan keluarga termasuk anak-anaknya untuk kembali keluar rumah.

Kepercayaan orang terdahulu ini, ternyata merupakan hal yang dianjurkan oleh Rasulullah ﷺ. Melalui sabdanya, beliau berkata, “Jangan kalian membiarkan anak-anak kalian di saat matahari terbenam sampai menghilang kegelapan malam, sebab setan berpencar jika matahari terbenam sampai menghilang kegelapan malam,” (Dari Jabir dalam kitab Sahih Muslim).

Selain itu, secara ilmiah kepercayaan itu juga dijelaskan lho! Sebuah buku ilmiah keagamaan karya Prof. DR. Ir. H. Osly Rachman, MS berjudul The Science Of Shalat yang diterbitkan Qultummedia menjelaskan bahwa menjelang Maghrib, alam akan berubah menjadi spektrum cahaya berwarna merah. Cahaya merupakan gelombang elektromagnetis (EM) yang memiliki spectrum warna yang berbeda satu sama lain. Setiap warna dalam spectrum mempunyai energi, frekuensi dan panjang gelombang yang berbeda.

Dalam bukunya dijelaskan bahwa ketika waktu Maghrib tiba, terjadi perubahan spectrum warna alam selaras dengan frekuensi jin dan iblis, yakni spektrum warna merah. Pada waktu ini, jin dan iblis amat bertenaga karena memiliki resonansi bersamaan dengan warna alam. Pada waktu Maghrib, banyak interfernsi atau tumpang tindihnya dua atau lebih gelombang yang berfrekuensi sama. Sehingga penglihatan terkadang kurang tajam oleh adanya fatamorgana.

Subhanallah bukan? Ternyata apa yang Rasulullah perintahkan memanglah memiliki manfaat dibalik itu. Setan adalah musuh yang nyata bagi kita. Dan kita harus bisa melindungi diri dan anak-anak kita dari gangguannya. Dengan tidak keluar ketika maghrib, menjadi solusi terbaik untuk mencegah setan menganggu kita.

 

Sumber :  @Line Teladan Rasulullah

Kemarin, Hari ini, Besok

Kemarin, yang tak kan terulang. Kita ambil hikmah, pelajaran dan syukuri apa yang telah dialami kemarin.

Besok yang belum tentu menemuinya. Lakukanlah kebaikan saat ini juga, karena kita tidak pernah tau apakah kita masih bisa menemui hari esok untuk melakukannya?

Hari ini, tempat menabung amalan kita. Hari yang sedang kita jalani saat ini adalah kesempatan emas untuk mengisinya dengan ketaatan dalam bentuk amal ibadah.

Pada akhirnya.. setelah kemarin tak dapat diulang, besok yang belum tentu berjumpa, maka manfaatkanlah sebaik mungkin hari ini.

 

-Ust. Abu Fawwaz-

Manusia bermimpi, Allah menguji

Punya mimpi ? Sangat ingin mewujudkannya ?

Jika itu kamu, berbahagialah!

Karena banyak sekali orang diluar sana yang hanya sekedar ingin,

Tapi mereka takut dan memilih mundur akan segala kemungkinan yang terjadi.

Karena tak sedikit orang yang menerima ujian sepanjang ikhtiarnya,

Baik ujian kesulitan maupun kenikmatan.

Kadang.. Diri hanya mengingat-Nya dikala sempit,

Namun.. Diri mulai melupakan-Nya ketika segala nikmat diterima.

Simaklah sejenak, “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi ? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta” – (QS. Al-Ankabut 2-3)

Allahu Robbi… Kenapa iman selemah ini ?

Ketika mimpi itu tercapai, tak sadarkah semua itu bentuk ujian ?

Sadarlah…

Mimpimu tercapai atas segala kehendaknya.

Jangan mengeluh akan sedikit kesulitan yang Dia sisipkan.

Karena sesuatu yang baik tak akan datang begitu saja, pasti ia akan datang bersama ujian dan kesulitan,

Hanya lewat ujianlah Allah menyatakan cintanya pada diri kita,

Justru Allah sedang memperbaiki iman kita,

Allah juga sedang memperbaiki kualitas diri kita.

Semua ada kisah sendiri

Untuk aku, kamu, dan kalian ?

Silahkan bermimpi, kemudian tetap berusaha dalam doa dan ikhtiar.

Namun tetap ingat bahwa Allah lebih berhak dalam berkehendak.

Semoga Allah mengampuni segala kekhilafan kita. Apapun keadaanmu, jangan pernah lupakan Dia.

 

Sumber :  @Line Teladan Rasulullah

Jalan Hidup Kadang Tak Sesuai Rencana, Tapi Roda Terus Berputar

Harapan dan realita kadang tak sejalan. Tak semua yang kita inginkan bisa terwujud. Rencana yang kita buat adakalanya berjalan tak sesuai dengan ekspektasi. Jika sudah begini, ah rasanya ingin menyerah dan putus asa saja.

Tapi sekalipun kamu putus asa dan berhenti berusaha, hidup masih akan terus berjalan. Diam saja di tempat dan menyalahkan keadaan tak akan membuat perubahan apapun. Memangnya kita mau menyia-nyiakan hidup kita begitu saja tanpa membuat sesuatu yang berarti?

  1. Sedih Boleh, Tapi Jangan Lama-Lama

Menangis saja jika itu bisa membuat hatimu kuat. Bersedihlah kalau itu bisa meringankan hatimu. Luapkan semua kekesalan hati sepuasnya tapi jangan lama-lama, ya. Masih banyak tanggung jawab dan prioritas yang harus kamu lakukan. Ada hal-hal yang lebih penting yang butuh perhatianmu. Matahari juga masih berputar, siang dan malam masih akan terus datang silih berganti. Nggak mau kan kita melewatkan hal-hal penting karena terlalu tenggelam dalam kesedihan diri?

  1. Saat Kita Terjatuh, Saat Itulah Kita Makin Kuat

Ketika kita terjatuh, saat kita gagal melakukan sesuatu, di saat itulah kita akan makin kuat. Dari luka, kita akan lebih menghargai bahagia. Dengan merasakan kesedihan, kita bisa melihat hidup dari sudut pandang yang berbeda. Terluka dan terjatuh, itu semua sudah jadi bagian dari ujian kita. Kalau tidak begitu, mana bisa kita jadi seseorang yang lebih kuat. Besi saja harus ditempa berkali-kali di suhu yang super panas untuk bisa jadi sebilah pedang.

  1. Hidup Itu Bagai Mengendarai Sepeda

Sepeda harus terus dikayuh agar kita tetap bisa berjalan dan sampai tujuan. Begitu juga dengan hidup. Untuk mencapai tujuan hidup yang kita inginkan, kita harus tetap melangkah. Kita tak bisa hanya diam begitu saja jika ingin menggapai sesuatu. Memang sesekali kita harus berhenti sejenak untuk kembali mengumpulkan energi. Setelah itu, kita harus melanjutkan perjalanan.

  1. Langkahmu Mungkin Terhenti Tapi Itu Sebenarnya Memberimu Kesempatan untuk Istirahat

Saat terjatuh atau terhenti, anggap itu adalah kesempatanmu untuk beristirahat. Memang nggak mudah menghadapi kenyataan itu tapi selalu ada cara untuk berpikir positif. Saat gagal melakukan sesuatu, pasti ada hikmah di baliknya. Mungkin memang belum saatnya kamu berhasil. Bisa jadi malah ada sesuatu yang lebih besar yang menunggumu di pintu yang lain.

Just keep moving forward. Mungkin kamu merasa hidupmu tak adil. Ada banyak duka dan kesedihan yang kamu rasa. Tapi kamu selalu bisa memilih jalanmu sendiri. Kamu yang memegang keputusan ingin membuka pintu yang mana. Jangan sampai langkahmu terhenti di saat keberhasilan itu tinggal selangkah lagi.

Sumber :  @Line Teladan Rasulullah