Category Archives: Renungan Diri

I ❤ Allah ( surat Al Ikhlas )

 

Allah Ta’ala berfirman, .

. ﻗُﻞْ ﻫُﻮَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺃَﺣَﺪٌ ﴿١﴾

ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺍﻟﺼَّﻤَﺪُ ﴿٢﴾

ﻟَﻢْ ﻳَﻠِﺪْ ﻭَﻟَﻢْ ﻳُﻮﻟَﺪْ ﴿٣﴾

ﻭَﻟَﻢْ ﻳَﻜُﻦ ﻟَّﻪُ ﻛُﻔُﻮًﺍ ﺃَﺣَﺪٌ ﴿٤ ﴾

  1. Katakanlah: “Dia-lah Allah, yang Maha Esa.
  2. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
  3. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,
  4. Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.”

Sumber :  @Line Teladan Rasulullah

Ketika Suatu Hal Menjadi Mustahil, Doa Mengubah Segalanya

Tak ada doa yang tak terjawab bila kita panjatkan sepenuh harap.

Tak ada doa yang tak diijabahi bila kita lantunkan sepenuh hati.

Tak ada doa yang tak terkabul bila kita berdoa di saat-saat yang maqbul.

Ketika suatu hal menjadi mustahil, doa mengubah segalanya. Ketika tiada satupun jalan keluar, doa mengubah segalanya. Ketika tidak ada pengharapan, doa mengubah segalanya.

Doa membuat kita kuat, doa membuat kita bertahan kala terasa bertambah beban dalam menjalani kehidupan. Doa membuat kita memiliki harapan dalam menyelesaikan perjalanan.

Dekatkan diri dengan amalan.

Dekatkan lisan dengan Al Quran.

Dekatkan jiwa dengan keikhlasan.

Dekatkan akhlak dengan ketaatan.

Dan dekatkan pribadi dengan keshalihan.

Bila memperbanyak amalan kan hadir keberkahan.

Bila mendekat dengan Al Quran niscaya kan raih kemuliaan.

Bila belajar tentang keikhlasan kelak akan datang kemudahan.

Dan bila keshalihan menjadi kebiasaan, ridha Allah kan terlimpahkan.

Memacu diri menjadi manusia pilihan.

Bukan lantaran haus akan pujian.

Bukan karena dahaga akan sanjungan.

Semua yang diusahakan karena kebaikan di penghujung kehidupan.

Jika Al Quran sudah jadi santapan maka kan hadir sikap kehati-hatian.

Bila tilawah sudah jadi hiasan di lisan maka semangat hidup kan selalu terbarukan.

Berharap hidup dalam penjagaan.

Agar kelak selamat sampai tujuan.

Teruntuk sahabat surgaku..

Semoga kelak surga terindah untukmu. Hanya doa yang bisa kupanjatkan untuk kebaikanmu. Aamiin Ya Rabbal ‘alamin

 

Sumber :  @Line Teladan Rasulullah

Muslim yang lalai minta dikembalikan ke dunia

Muslim yang lalai minta dikembalikan ke dunia

Allah Ta’ala berfirman,

حَتَّى إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ (٩٩)لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ كَلا إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا وَمِنْ وَرَائِهِمْ بَرْزَخٌ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ (١٠٠) .

“Hingga apabila telah datang kematian kepada

seorang dari mereka, dia berkata, “Ya Rabbku kembalikanlah aku (ke dunia) agar aku beramal shalih terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkan saja. Dan dihadapan mereka ada barzakh sampai hari mereka dibangkitkan.” (Al Mukminun: 99-100)

Ibnu Katsir Rahimahullah menafsirkan,

يخبر تعالى عن حال المحتضر عند الموت، من الكافرين أو المفرطين في أمر الله تعالى، وقيلهم عند ذلك، وسؤالهم الرجعة إلى الدنيا، ليصلح ما كان أفسده في مدة حياته “

Allah Ta’ala menceritakan keadaan orang kafir dan orang-orang yang meremehkan perintah Allah Ta’ala, ucapan mereka ketika itu adalah permintaan kembali ke dunia agar memperbaiki apa yang mereka rusakkan/lalaikan selama hidup”

 

Sumber :  @Line Teladan Rasulullah

Saat Diri Terlalai Dalam Waktu

Assalaamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh

Bismillahirrahmaanirrahiim,

Saat Diriku Terlalai Dalam Waktu.

Aku tersesat dalam kelalaian, sedang kematian menuju ke arahku, kian lama kian dekat.

Jika aku tidak mati hari ini, suatu hari kelak aku pasti mati.

Aku manjakan tubuhku dengan pakaian-pakaian halus dan mewah.

Padahal tubuhku akan membusuk dan hancur dalam kubur.

Aku bayangkan tubuhku berangsur-angsur akan hilang, sedikit demi sedikit berkurang hingga tinggallah kerangka,tanpa kulit tanpa daging.

Aku melihat umurku kian habis.

Namun keinginan-keinginanku belum juga terpuaskan.

Perjalanan panjang terbentang di hadapanku.

Sedangkan aku tidak memiliki bekal untuk menempuh jalan itu.

Aku mendurhakai Tuhanku dan melanggar perintah-perintah-Nya dengan terang-terangan.

Padahal ALLAH mengawasiku setiap saat.

Aku menuruti hatiku dalam perbuatan-perbuatan yang memalukan.

Apapun yang telah terjadi tak dapat di hapuskan.

Dan sang waktu,bila telah berlalu tidak dapat ditarik kembali.

Wahai ALLAH Al-Alim.

Aku berdosa secara rahasia.

Tidak pernah orang lain mengetahui dosa-dosaku yang mengerikan.

Tapi esok, rahasia dosa-dosaku akan di tampakkan dan di perlihatkan kepada ALLAH.

Aku berdosa kepada-Nya,walaupun hati merasa takut.

Aku sangat percaya ampunan-Nya yang tak terbatas.

Aku berdosa dan tak tahan menanggung malu, tetapi aku bergantung kepada ampunan-Nya yang tak terbatas.

Seandainya tidak ada azab setelah kematian.

Tiada janji akan surga, tiada ancaman akan neraka.

Kematian dan kebusukan tubuhku cukuplah sebagai peringatan.

Tak di ragukan lagi,aku adalah yang terburuk di antara semua Hamba-hamba-Nya.

ASTAGFIRULLAH

Ya ALLAH,

Belas kasihanilah aku dalam kegelapan kesendirian dalam kubur.

Ketika aku di tinggalkan oleh segalanya.

آمِــــــــــيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِــــــــــيْنَ

Semoga bermanfaat

Sumber :  @Line Teladan Rasulullah