Category Archives: Pintu Rezeki

Sedekah buat hidup jadi berkah

Jangan takut harta mu habis karena sedekah… Tapi takutlah pada Sang Maha pemberi rezeki bila mana harta mu hilang seketika karena tak pernah bersedekah.. Sekecil apapun rezekimu,, jangan pernah takut untuk bersedekah.. Karena sedekah bukan untuk membuat harta mu habis, justru sedekah akan menghantarkan mu pada rezeki yang lebih baik lagi.. Cukup hanya Allah yang tau kebaikanmu

Sumber :  @Line Teladan Rasulullah

Bentuk rezeki salah satu nya

Dan di antara manusia, ada yang menjadi pembuka pintu-pintu kebaikan, dan pintu-pintu keburukan. Pembuka pintu kebaikan, adalah orang-orang soleh di sekitar kita yang selalu mengangkat kita kala terjatuh. Menasihati kita saat salah. Menyemangati di waktu lemah. Dan membimbing kita di dalam kebenaran. Cintai mereka, dan buat mereka mencintaimu. Merekalah penolongmu di dunia dan akhirat. Insya Allah.

 

Sumber :  @Line Teladan Rasulullah

Pola Rezeki

Ada seseorang yang berusaha untuk hidup ngirit. Dia sedang berusaha menabung, dan mengurangi pengeluaran termasuk menunda zakat dan sedekah !

Dia sering cek saldo, dan punya target angka khusus dengan saldonya, setiap pengeluarannya dipantau & hitung sebagai beban, pendeknya dia berusaha untuk KIKIR.

Duarrr… Beberapa bulan ini justru ujian finansial datang bertubi, diuji dengan cobaan finansial, Allah “merampas”nya dengan cara yangg sungguh diluar dugaan.

Mulai dari harus betulkan rumah, yang nilai perbaikannya bagi dirinya lumayan besar, bolak balik servis kendaraan, baik mobil/motor hingga pengeluaran-pengeluaran kecil yang inensitasnya super-duper & diluar nalar.

Disadarinyalah bahwa ini kejadian bukan sekali tetapi berkali kali, dan polanya selalu sama ketika berusaha untuk “ngirit” termasuk menunda kebiasaan berbagi.

Well…harta itu unik, justru berkembang ketika dia dialirkan, semakin deras aliran keran dibawahnya maka semakin deras pula aliran diatasnya.

Adapun mengenai besarnya harta yang dimiliki, bukan dari seberapa besar kita disiplin dalam mengatur pengeluarannya, tetapi dari seberapa besar wadahnya, seberapa pantas kita mendapatkannya.

Ketika diri kita menjadi perantara atas rejeki orang lain salah satunya, dengan memberi baik kepada karyawan ataupun kepada yang membutuhkan, karena ada hak mereka dalam harta kita, sebetulnya kita sudah memantaskan diri untuk menerima lebih.

Boleh percaya atau tidak, saya simpulkan ada 2 pola terkait dengan REJEKI:

(1) bahwa jika kita tidak mengeluarkannya, maka Allah-lah yang dengan paksa akan mengeluarkannya, hanya nilainya berbeda, yang pertama bernilai pahala.

(2) harta tidak akan menumpuk ketika kita menimbunnya, tapi harta akan semakin banyak ketika kita mengalirkannya & pantas untuk memperolehnya,

Boleh percaya atau tidak,

 

Sumber :  @Line Teladan Rasulullah

Rezeki tak pernah tertukar

Jika Allah dengan hikmahNya- berkehendak menutup salah satu jalan rizkimu. Dia pasti –dengan rahmatNya- membukan jalan lain yang lebih bermanfaat bagimu.

Renungkanlah keadaan janin.. makanan datang kepadanya, berupa darah dari satu jalan, yaitu pusar. Lalu ketika dia keluar dari perut ibunya dan terputus jalan rezeki itu, Allah membuka untuknya DUA JALAN RIZKI yang lain (yakni dua puting susu ibunya) dan Allah mengalirkan untuknya di dua jalan itu, rizki yang lebih baik dan lebih lezat dari rizki yang pertama, itulah rizki susu murni yang lezat.

Lalu ketika masa menyusui habis, dan terputus dua jalan rizki itu dengan sapihan, Allah membuka EMPAT JALAN RIZKI lain yang lebih sempurna dari yang sebelumnya yaitu dua makanan dan dua minuman.
Dua makanan= dari hewan dan tumbuhan. Dan dua minuman = dari air dan susu serta segala manfaat dan kelezatan yang ditambahkan kepadanya.

Lalu ketika dia meninggal, terputuslah empat jalan rizki ini. Namun Allah –Ta’ala- membuka baginya -jika dia hamba yang beruntung- DELAPAN JALAN REZEKI. Itulah pintu-pintu surga yang berjumlah delapan,dia boleh masuk surga dari mana saja dia kehendaki.

Dan begitulah Allah Ta’ala, Allah tidak menghalangi hamba-Nya untuk mendapatkan sesuatu kecuali Dia berikan sesuatu yang lebih afdhol dan lebih bermanfaat baginya.

Dan itu tidak diberikan kepada selain orang mukmin. Karenanya Allah menghalanginya dari bagian yang rendahan dan murah dan Allah tidak rela hal tersebut untuknya untuk memberinya bagian yang mulia dan berharga.

 

Sumber :  @Line Teladan Rasulullah