Category Archives: Kisah Islam

Hormati Orang tua (Ibu), Hidup Berkah

IBU merupakan sosok yang paling berharga dalam hidup kita. Adanya kita di dunia ini melalui jerih payahnya. Ia rela mengorbankan nyawanya untuk kita. Hanya untuk melihat kita merasakan dunia. Di mana, dunia ini menjadi perjalanan baru dalam diri kita. Tempat yang dijadikan sarana untuk memperoleh bekal untuk kehidupan yang lebih kekal.

Ketika ibu berhasil mengeluarkan kita dari rahimnya, pengorbanannya tak cukup sampai di situ. Ia terus merawat, membimbing dan mendidik kita. Hingga akhirnya kita bisa tumbuh dan berkembang dengan baik.

Ingatkah kita di masa kecil dulu. Kita selalu ingin dekat dengan ibu. Dan walau dalam keadaan lelah, ibu selalu melayani kita dengan baik. Kita sering menyusahkannya. Tetapi, ibu tak menunjukkan kemarahannya. Bahkan, ia lebih menunjukkan kasih sayangnya yang begitu besar kepada kita.

Kini, kita mulai beranjak dewasa. Tingkah kita tak seperti anak kecil yang segala sesuatu harus meminta tolong pada ibu. Hanya saja, kita terkadang lupa kepadanya. Kita lebih asyik dengan dunia kita sendiri. Hingga kita lupa kewajiban kita terhadap orangtua, khususnya ibu. Padahal, sebagai seorang Muslim, Allah SWT dan Rasul-Nya memerintahkan kita untuk menaati keduanya. Kita harus patuh pada apa yang mereka perintahkan dan nasihatkan, selagi tidak bertentangan dengan syariat Islam.

Allah SWT menegaskan, “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya,” (QS. Al-Isra` [17]: 23).

Jika kita menghormati sosok ibu, maka kita akan merasakan perbedaan dalam hidup. Perbedaan seperti apa itu? Hidup kita akan terasa lebih berkah. Sebab, doa ibu pasti selalu menyertai kita.

Lihatlah orang-orang yang sukses dalam berbagai hal, baik itu dalam dunia pendidikan maupun pekerjaan. Orang yang selalu berbakti pada ibu, ia selalu unggul daripada yang lain. Mengapa? Sebab, anak yang berbuat baik pada ibunya, maka nasibnya pun akan baik. Itu sudah menjadi ketentuan Allah SWT dalam hidup ini.

Maka, jika kita ingin merasakan keberkahan hidup, hormati dan sayangi ibu kita. Selagi ia masih berada di dekat kita, jangan sampai kita sia-siakan begitu saja. Pintalah ridha darinya. Sebab, ridha Allah SWT juga merupakan ridha orangtua. Jangan sampai kita menyesal di kemudian hari. Di mana sosok ibu tak dapat menemani perjalanan hidup kita di dunia

 

Sumber :  @Line Teladan Rasulullah

Tiga Golongan Umat Rasulullah di Akhirat Kelak

Dikutip dari Terjemahan MAULID AD-DIBA’I

Pertama kali kami awali hal ini dengan mengemukakan dua buah hadits datang dari Nabi yang berkedudukan agung dan bernasab mulia serta lurus perjalanan hidupnya.

 

Hadist I :

Ya Allah , tetapkanlah limpahan rahmat dan salam serta keberkahan kepadanya (Nabi Muhammad)

Hadits pertama dari pancaran ahli ilmu yang menyamudera, tutur katanya dengan Al-Quran dan salah seorang ulama yang terkenal, yaitu Sayyid Abdullah bin sayyid Abbas radhiyallahu’anhumaa dari Rasulullah shallallahu’alayhi wasallam bahwasannya beliau telah bersabda: Sesungguhnya seorang Quraisy (Nabi Muhammad) ketika masih berwujud nur dihadapan Allah yang maha perkasa dan maha Agung sebelum menciptakan Adam kira-kira dua ribu tahun, nur itu selalu bertasbih kepada Allah dan bertasbih pula para malaikat mengikuti bacaan tasbihnya.

Ketika Allah menciptakan Adam, maka nur itu diletakkan pada tanah liat asal kejadian nya, Telah bersabda Nabi shallallahu’alayhi wasallam: Lalu Allah Azza wa Jalla menurunkan aku ke bumi pada punggung Nabi Adam.

Dan membawaku ke dalam kapal berada pada tulang rusuk Nabi Nuh dan menjadikan aku pada tulang rusuk Nabi Ibrahim ketika dilempar ke dalam api,

Tiada henti-hentinya Allah yg maha Perkasa dan Maha Agung memindahkan aku dari tulang-tulang rusuk yang suci dan megah, hingga Allah melahirkan aku dari antara kedua orang tuaku, dan keduanya tidak pernah berbuat zina sama sekali.

Keterangan : Hadist yang diriwayatkan oleh Sayyid Abdullah bin sayyid Abbas radhiyallahu’anhum :

Keberkahan Nur Nubuwah Rasulullah yang telah memberikan kekuatan pada Nabi-Nabi sebelumnya, yang tercipta 2000 tahun sebelum terciptanya Nabi Adam As, yang terus berpindah-pindah dari sulbi-sulbi yang suci (sulbi para Nabi) hingga terakhir ke sulbi Orang Tua beliau yang suci

 

Hadist 2 :

Ya Allah , tetapkanlah limpahan rahmat dan salam serta keberkahan kepadanya (Nabi Muhammad)

Hadits kedua riwayat dari ‘Atha’ bin Yasar dari Ka’ab Al-Ahbar telah berkata:

Ayahku telah mengajarkan kepadaku kitab Taurat hingga tamat, kecuali selembar saja yang tidak diajarkan dan memasukkannya ke dalam peti.

Maka setelah ayahku meninggal, aku membuka peti itu, ternyata selembar kitab Taurat tadi menerangkan tentang akan lahirnya nabi akhir zaman yang tempat kelahirannya di kota Mekkah dan berpindah ke Madinah serta kekuasaanya meluas ke negeri Syam.

Beliau mencukur rambutnya dan berkain pada pinggangnya.

Beliau adalah sebaik-baiknya para nabi dan umatnya juga sebaik-baik umat. Mereka bertakbir mengagungkan kebesaran Allah yang maha tinggi atas segala kemuliaan. Mereka berbaris pada waktu shalat sebagaimana barisan mereka di dalam peperangan.

Hati mereka merupakan tempat kitabnya. Mereka selalu memuji dalam keadaan duka dan suka.

Sepertiga dari mereka masuk surga tanpa dihisab, sepertiga lagi datang dengan dosa-dosanya, lalu diampuni. Dan yang sepertiga lainnya datang dengan dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan besar.

Maka Allah Ta’ala berfirman kepada malaikat: pergilah dan timbanglah amal perbuatan mereka. Lalu para malaikat berkata: Wahai Tuhan kami, telah kami dapatkan mereka melampaui batas menyia-nyiakan dirinya sendiri dan kami dapatkan amal-amal mereka penuh dari dosa-dosa bagaikan sebesar gunung-gunung. Pada sisi lainnya mereka sungguh bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan allah dan sesungguhnya Nabi Muhammad itu adalah utusan Allah. Maka Allah berfirman: Demi kemuliaan dan keagungan-Ku, tiadalah Aku jadikan orang yang tulus ikhlas bersaksi kepada-Ku itu seperti orang yang mendustakan Aku. Mereka Aku masukkan surga dengan Rahmat-Ku.

Keterangan : Hadist yang diriwayatkan oleh ‘Atha’ bin Yasar dari Ka’ab Al-Ahbar radhiyallahu’anhum, Seorang anak Pendeta Yahudi yang menceritakan tentang peninggalan ayahnya selembar ayat suci dari Kitab Taurat yang menceritakan Ciri-ciri Nabi Akhir Zaman, pemimpin para Nabi yang memiliki Umat yang terbaik dari Umat-umat sebelumnya, dimana umat beliau terbagi 3 golongan :

Golongan Pertama , masuk surga tanpa dihisab

Golongan Kedua, datang dengan dosa-dosanya, lalu diampuni.

Golongan Ketiga, datang dengan dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan besar. Maka Allah Ta’ala berfirman kepada malaikat: pergilah dan timbanglah amal perbuatan mereka. Lalu para malaikat berkata: Wahai Tuhan kami, telah kami dapatkan mereka melampaui batas menyia-nyiakan dirinya sendiri dan kami dapatkan amal-amal mereka penuh dari dosa-dosa bagaikan sebesar gunung-gunung. Pada sisi lainnya mereka sungguh bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan allah dan sesungguhnya Nabi Muhammad itu adalah utusan Allah. Maka Allah berfirman: Demi kemuliaan dan keagungan-Ku, tiadalah Aku jadikan orang yang tulus ikhlas bersaksi kepada-Ku itu seperti orang yang mendustakan Aku. Mereka Aku masukkan surga dengan Rahmat-Ku.

Subhanallah……Shollu Alannabi..!!!!

 

Sumber :  @Line Teladan Rasulullah

Kisah Teladan Rasulullah Muhammad SAW yang Banyak Membuat Orang Menangis

Terdapatlah seorang pengemis Yahudi buta yang setiap hari menempati salah satu sudut pasar di Kota Madinah. Bukan cuma mengemis, Ia juga berseru kepada orang-orang yang berlalu-lalang di pasar tersebut, “Jangan dekati Muhammad! Jauhi dia! Jauhi dia! Dia orang gila. Dia itu penyihir. Jika kalian mendekatinya maka kalian akan terpengaruh olehnya.”

Teriakannya yang keras tak terlewatkan oleh seorang pun yang berjalan di dekatnya. Setiap kali ada yang terdengar langkah kaki orang melewatinya, pengemis buta itu selalu mengumpat Rasulullah Muhammad SAW, dan mengatakan Muhammad adalah tukang sihir, orang gila dan sebagainya.

Pengemis Yahudi buta itu hampir setiap hari di temani oleh seseorang di sampingnya. Orang tersebut dengan lemah lembut dan kasih sayang menyuapi pengemis yang hampir tidak pernah berhenti untuk menghina dan merendahkan Muhammad SAW. Orang tersebut hanya terdiam saat teriakan makian dan hinaan itu keluar dari mulut Yahudi buta tersebut. Ia terus menyuapi makanan ke mulut pengemis itu hingga habis.

Sampai pada suatu hari, si Pengemis Yahudi Buta tidak lagi ditemani lagi oleh orang yang menyuapinya. Kemudian datanglah orang lain yang membawakan nasi bungkus untuknya dan menawarkan diri untuk menyuapinya.

Orang lain yang menawarkan diri untuk menyuapi pengemis buta yang tidak berhenti merendahkan Muhammad SAW tersebut adalah sahabat terbaik Rasulullah, Abu Bakar Ash Shiddiq. Hati dan kepala Abu Bakar mendidih mendengar sumpah serapah pengemis Yahudi tersebut.

Namun Abu Bakar menahan diri dan berusaha dengan lemah lembut menawarkan diri untuk memberi makan kepada pengemis buta tersebut. Namun bukan rasa terimakasih yang di dapat oleh Abu Bakar, jusru penyangkalan dan hardikan keras dari pengemis tersebut.

“Kau bukan orang yang biasa memberiku makanan,” hardik si pengemis buta.

“Aku orang yang biasa,” kata Abu Bakar.

“Tidak. Kau bukan orang yang biasa ke sini untuk memberiku makanan. Apabila dia yang datang, maka tak susah tangan ini memegang dan tak susah mulutku mengunyah. Dia selalu menghaluskan terlebih dahulu makanan yang akan disuapinya ke mulutku.” Begitulah penyangkalan si pengemis buta kepada Abu Bakar.

Mendengar perkataan pengemis buta tersebut, Abu Bakar tak kuasa membendung rasa harunya. Air matanya tumpah tak tertahankan, dadanya turun naik, Beliau menangis sampai terisak-isak.

Salah satu sahabat terbaik Nabi Muhammad SAW itupun berkata, “Memang, benar, Aku bukan orang yang biasa datang membawa makanan dan memberimu suapan atas makanan itu. Aku memang tidak bisa selemah lembut orang itu.”

“Ketahuilah bahwa Aku adalah salah satu sahabat orang yang setiap hari menyuapimu tersebut. Orang yang dulu biasa ke sini dan memberimu makan dan menyuapimu telah wafat. Aku hanya ingin melanjutkan amalan yang ditinggalkan orang tersebut, karena Aku tidak ingin melewatkan satu pun amalannya setelah kepergiannya.”

Si pengemis buta Yahudi tersebut terdiam sejenak dan bertanya kepada Abu Bakar siapa orang yang selama ini  memberinya makan dan juga menyuapinya.

“Ketahuilah, bahwa Ia adalah Muhammad, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Orang yang setiap hari kau hinakan dan kau rendahkan di depan orang banyak di pasar ini,” jawab Abu Bakar kepada pengemis buta itu.

Si pengemis Yahudi yang buta itu tertegun. Tak ada kata kata yang keluar dari mulutnya, namun tampak bibirnya bergetar. Air mata pengemis buta itu perlahan jatuh membasahi pipinya yang mulai berkeriput.

Si pengemis buta tersadar, betapa orang yang selama ini ia hinakan justru memperlakukannya dengan lemah lembut dan penuh kasih sayang. Ia justru malah merasa lebih hina dari apapun yang ada di dunia ini.

“Selama ini aku telah menghinanya, memfitnahnya, bahkan saat Muhammad ada di sampingku sedang menyuapi aku. Tapi dia tidak pernah memarahiku. Dia malah dengan sabar melembutkan makanan yang di masukkan ke dalam mulutku. Dia begitu mulia.” Kata pengemis buta dalam tangisnya.

Pada saat itu juga, Si Pengemis Yahudi buta bersaksi di hadapan Abu Bakar Ash Shiddiq, mengucapkan dua kalimat syahadat ‘La ilaha illallah. Muhammadar Rasulullah.’ Si Pengemis buta memilih memeluk Islam setelah cacian dan sumpah serapahnya kepada Muhammad SAW dibalas dengan kasih sayang oleh Nabi Akhir Zaman tersebut.

Demikianlah kisah keteladanan Rasulullah Muhammad SAW yang sebaiknya dicontoh oleh umat Beliau. Semoga kita termasuk orang yang mendapatkan syafa’at dari Nabi Muhammad SAW di Hari Penghakiman kelak.. Amiin

 

Sumber :  @Line Teladan Rasulullah

Sholat itu penting sampai semua muslim wajib mengerjakannya tanpa kecuali

Seberapa penting sholat itu sampai semua muslim wajib mengerjakannya tanpa kecuali ?

Dari Jabir ra. berkata: Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda:

“Sesungguhnya, batas antara seseorang dengan kemusyrikan dan kekafiran adalah meninggalkan sholat.” (HR Muslim).

“Kepala segala urusan adalah Islam, dan tiangnya adalah shalat, sementara puncaknya adalah jihad.” (HR At Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad).

“Yang pertama kali ditanyakan kepada seorang hamba pada hari kiamat adalah perhatian kepada shalatnya. Jika shalatnya baik, dia akan beruntung (dalam sebuah riwayat disebutkan: dia akan berhasil). Dan jika shalatnya rusak, dia akan gagal dan merugi.” (HR Ath Thabrani).

“Sholatlah dengan berdiri, jika tidak mampu, dengan duduk, jika tidak mampu maka dengan berbaring pada sisi tubuh” (H.R al-Bukhari dari Imran bin Hushain).

Dan masih banyak dalil lain yang menjadikan sholat benar benar wajib sampai orang sakit pun tidak boleh meninggalkannya.

Ingatkah kisah ini ?

“Dan ingatlah ketika kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali iblis, ia enggan dan ia takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.” (Q.S. Al-Baqarah:34).

Karena iblis tidak mematuhi perintah Allah, ia diturunkan dari jannah dan dikutuk sebagai penghuni Neraka. Berapa kali iblis membangkang perintah Allah? 1 kali saja teman, TETAPI balasannya adalah NERAKA. Bagaimana dengan manusia? Yang masih banyak meninggalkan perintah Allah, apalagi sholat yang WAJIB BUANGET. Astaghfirullahaladzim.

Mari Sahabat, kita sama-sama perbaiki sholat kita. Sholat fardu JANGAN SAMPAI bolong. Sholatlah di awal waktu, perbaiki wudhu, sholat yang tuma’ninah dan khusyu’, perbaiki niat hanya karena Allah, sholatlah sebagaimana Rasulullah sholat. Nah ini, ygan LAKI-LAKI, WAJIB sholat fardu di masjid. Amalan lain terutama yang wajib jangan sampai lupa. Wallahu a’lam.

 

Sumber :  @Line Teladan Rasulullah