Category Archives: Kisah Islam

Pohon di surga

mari-kita-tanam-pohon-di-surga-mulai-dari-sekarang

Rasulullah SAW sudah membawa kabar gembira tentang surga. Tempat ini hanya bisa diraih ketika manusia melakukan amal baik saat menjalani kehidupan di dunia. Di dalamnya, ada begitu banyak kenikmatan yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya.

Kenikmatan surga yang dirasakan penduduknya tidaklah sama.  Ada ibadah-ibadah tententu   yanag harus dilakukan untuk bisa merasakan setiap keindahannya. Misalnya seperti memiliki pohon surga, maka manusia dianjurkan untuk melakukan ibadah ini.

Rasul mengatakan, jika satu kalimat dzikir ini setara dengan satu pohon di surga. Artinya ketika manusia mengucapkannya dengan tulus ikhlas saat hidup di dunia, maka baginya satu pohon surga. Kalimat dzikir apa yang dimaksud ? Berikut ulasannya.

Dzikir merupakan kalimat pujian untuk mengingat Allah SWT. Tidak hanya dengan mulut dan kata, namun harus diresapi di dalam di dalam hati setiap maknanya. Tidak hanya menyejukkan hati, kalimat dzikir sejatinya adalah bentuk ibadah kepada Allah. Menjalankannya merupakan bentu ketaatan. Balasannya tentu saja kasih sayang dari-Nya.

Surga merupakan kabar yang benar adanya. Allah sendiri lah yang mengatakan hal tersebut di dalam Qalam-Nya. Tidak terbantahkan, begitulah Alquran mengabarkan tentang keindahan surga.

Untuk mendapatkannya ibadah lah yang menjadi syarat utama. Manusia diperintahkan mengumpulkan bekal dengan melakukan ibadah saat hidup didunia. Salah satunya adalah dengan berdzikir kepada Allah SWT. Dzikir tertentu memiliki keeistimewaan tertentu.

Seperti dzikir berikut yang memiliki keistimewaan untuk menanam satu pohon di surga. Kalimat tersebut adalah Subhanallahi walhamdulillahi wa laa ilaha illallahu wallahu akbar (Mahasuci Allah, dan segala puji bagi Allah, dan tidak ada Tuhan yang wajib disembah kecuali Allah, dan Allah Mahabesar)

Kisahnya adalah ketika Abu Hurairah sedang sibuk dengan aktivitasnya. Rasulullah SAW yang melihat aktivitasnya kemudian bertanya  “Wahai Abu Hurairah, apa yang engkau tanam?” Mendapat pertanyaan dari orang yang paling dicintainya itu, Abu Hurairah menjawab santun, “Sebuah tanaman milikku, ya Rasulullah.”

Nabi Allah ini kemudian memperhatikan sahabatnya itu. Beliau kemudian menawarkan sesuatu yang begitu indah, “Maukah aku tunjukkan kepadamu suatu tanaman yang jauh lebih baik bagimu dari apa yang kau tanam?” Mendapat tawaran nan menggiurkan dari Sang Nabi, Abu Hurairah menjawab antusias, “Tentu saja, wahai Rasulullah.”

“Ucapkanlah,” sabda manusia junjungan itu, “Subhanallahi walhamdulillahi wa laa ilaha illallahu wallahu akbar (Mahasuci Allah, dan segala puji bagi Allah, dan tidak ada Tuhan yang wajib disembah kecuali Allah, dan Allah Mahabesar)”

Tutup beliau mengkahiri sabdanya yang diriwayatkan Imam Ibnu Majah dan Imam al-Hakim, “Setiap bacaan kalimat ini akan menumbuhkan satu pohon untukmu di surga.”

Sangat mudah bukan? Hanya membutuhkan sedikit waktu, namun begitu indah hadiah yang diberikan Allah kepada kita. Semoga, kita senantiasa bisa mengucapkannya meski dengan  kesibukan mendera setiap harinya.

Subhanallahi walhamdulillahi wa laa ilaha illallahu wallahu akbar

Sumber :  @Line Teladan Rasulullah

Saat Anjing pun Murka pada Penghina Nabi

AL-IMAM Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullah bercerita dalam kitabnya:

Pernah suatu hari ada sekelompok orang dari kalangan pembesar Nashrani menghadiri sebuah perayaan seorang pemimpin Mongol yang telah murtad (menjadi Nashrani).

Dan pada perayaan itu ada seorang pendeta yang menghina Nabi SAW, sedangkan di sana ada seekor anjing pemburu yang terikat.

Maka saat si penyembah salib yang dengki ini mulai mencela Nabi SAW, anjing tersebut menggonggong dengan keras lalu kemudian menerkam si Nashrani itu dan mencakar wajahnya.

Maka orang-orang yang melihatnya terkejut dan segera berusaha menyelamatkannya. Lantas sebagian orang yang hadir berkata: “Itu diakibatkan hinaanmu kepada Muhammad SAW.”

Lantas si Nashrani berkata: “Tidak, anjing ini hanya spontanitas karena melihat isyarat tanganku dan disangkanya aku ingin memukulnya.”

Namun kemudian Si Nashrani ini mengulang kembali celaannya terhadap Nabi SAW dengan perkataannya yang sangat keji. Maka si anjing pun berhasil lepas dari ikatannya dan langsung saja menyambar leher si Nashrani itu dan merobek hingga bagian dadanya yang paling atas,Orang itu pun mati seketika.

Karena kejadian ini, ada sekitar 40.000 orang Mongol masuk Islam.

Di zaman kita, apakah anjing lebih mulia dan lebih pemberani daripada manusia?

(Al Haafidz Imam Ibnu Hajar Al Asqolany di dalam kitab “AdDurarurl Kaaminah Fi A’ayaanil Miati Tsaaminah” Jilid 4 Halaman 153).

قصة الكلاب الذى انقض على النصراني الذى شتم النبي

ابن حجر العسقلاني

أَن بعض أُمَرَاء الْمغل تنصر فَحَضَرَ عِنْده جمَاعَة من كبار النَّصَارَى والمغل فَجعل وَاحِد مِنْهُم ينتقص النَّبِي صلى الله عَلَيْهِ وَسلم وَهُنَاكَ كلب صيد مربوط فَلَمَّا أَكثر من ذَلِك وثب عَلَيْهِ الْكَلْب فخمشه فخلصوه مِنْهُ وَقَالَ بعض من حضر هَذَا بكلامك فِي مُحَمَّد صلى الله عَلَيْهِ وَسلم فَقَالَ كلا بل هَذَا الْكَلْب عَزِيز النَّفس وَآل أُشير بيَدي فَظن أَنِّي أُرِيد أَن أضربه ثمَّ عَاد إِلَى مَا كَانَ فِيهِ فَأطَال فَوَثَبَ الْكَلْب مرّة أُخْرَى فَقبض على زردمته فقلعها فَمَاتَ من حِينه فَأسلم بِسَبَب ذَلِك نَحْو أَرْبَعِينَ ألفا من الْمغل

ابن حجر العسقلاني، الدرر الكامنة في أعيان المائة الثامنة، ت محمد عبد المعيد ضان، مجلس دائرة المعارف العثمانية، صيدر اباد – الهند، الطبعة الثانية 1392هـ/ 1972م ج 4 ص 153.

“Jangan sampai seekor anjing masih lebih mulia karena membela kehormatan Nabi SAW, dibanding yang mengaku muslim tapi membela penghina Al-Qur’an.”

 

Sumber :  @Line Teladan Rasulullah

Khadijah

Beliau dilahirkan lima belas tahun sebelum tahun gajah, dalam nasab, dirinya termasuk berada pada kalangan menengah dalam suku Quraisy dan yang paling tinggi kemuliaannya. Sampai dirinya dikenal dengan kesuciannya dari hal-hal buruk yang dilakukan para wanita pada zaman jahiliyah.

Beliau seorang saudagar wanita yang sukses dengan harta yang melimpah. Dan beliau dipersunting oleh Rasulallah SAW sedangkan saat itu umurnya sudah sampai empat puluh tahun dan Nabi berusia dua puluh lima. Rasulallah SAW tidak pernah memadu dengan wanita lain sampai setelah kematiaannya dikarenakan kedudukan serta keutamaan beliau di hati Nabi, sesungguhnya dia adalah sebaik-baik teman hidup.

Darinya lahir anak-anak beliau, pertama anak laki-laki yang bernama Qosim, dimana dengan sebab itu beliau dipanggil ayahnya. Kemudian lahir Zainab, Ruqoyyah, Ummu Kultsum dan Fatimah serta Abdullah.

Beliau dijuluki dengan wanita yang paling baik akhlaknya lagi suci. Dari anak-anak yang lahir darinya, semua anak laki-lakinya meninggal ketika masih kecil, adapun anak-anak perempuannya maka seluruhnya menjumpai masa Islam dan semuanya masuk agama Islam dan ikut hijrah, dan mereka semua menjumpai ibunya kecuali Fatimah, sesungguhnya ibunya meninggal beberapa bulan setelah kelahirannya.

Dirinya adalah orang pertama yang beriman dan percaya kepada Rasulallah SAW sebelum ada seorangpun yang beriman padanya. Beliau yang meneguhkan Nabi supaya tetap teguh, serta membawanya kepada anak pamannya Waraqah. Dan Allah telah menyuruh Nabi-Nya supaya memberi kabar gembira kepadanya, dengan rumah disurga dari emas yang tidak ada kebisingan serta rasa capek didalamnya.

Di kutip dari kisahmuslim

Nabi Nuh ‘alayhi salaam

Apa yang ada di benakmu ketika mendengar tentang seorang Nabi yang diperintahkan Allah membuat sebuah kapal ?

Apa yang ada di benakmu ketika mendengar tentang kisah seorang anak nabi yang berkata pada ayahnya, “Menjauhlah kamu, aku akan berlindung ke gunung yang dapat menyelamatkanku dari air bah ini!”

Adalah kisah nabi Nuh ‘alayhi salaam, nabi yang mendapat gelar ulul azmi karena kesabarannya yang luar biasa dalam berda’wah.

Mempelajari shirahnya, seperti berjalan di hamparan kebun-kebun hikmah. Di antaranya adalah;

Pertama, bekal wajib penyeru dakwah ilallaah adalah sabar; sabar dalam terus mengajak kebaikan, dan sabar atas penolakan objek dakwah. Juga ketika dicela, meskipun kita menghendaki kebaikan pada mereka.

Kedua adalah, tidak lari dari medan dakwah. Sehebat apapun penentangan yang dihadapi, Nabi Nuh tidaklah memohon agar kaumnya dihancurkan, tidak.

kecuali setelah Allah swt memberitahunya bahwa tidak ada yang akan beriman lagi di antara mereka. Dan keberadaannya, justru membuat orang lain dalam kesesatan.

Ketiga, bahwa tugas seorang muslim adalah berdakwah! , Adapun hidayah adalah hak prerogatif Allah swt saja.

Sekalipun itu keluarga terdekat, jika Allah swt tidak menentukan mendapat hidayah, maka ia tidak akan beriman sebagaimana pula kisah paman Nabi Muhammad saw., Abu Thalib yang meninggal dalam keadaan kafir.

Keempat, hikmah tersirat yang bisa diambil dari Nabi Nuh adalah, makna kalimat ‘cukup bagiku Allah’

Ingatkah ketika Kan’an menentang Nabi Nuh & memilih berlindung di gunung ? Nabi Nuh berkata; “wahai Kan’an tidak ada yang dapat menyelamatkanmu kecuali Allah swt.”

Dan benar, sekuat apapun gunung, setinggi apapun ia di atas permukaan laut, tetap tidak bisa menyelamatkan Kan’an jika Allah sudah menetapkan tidak .

Demikian beberapa petikan hikmah di balik kisah kesabaran luar biasa Nabi Nuh dalam berda’wah.

Sumber :  @Line Teladan Rasulullah