Category Archives: Berita Islam

Ingat 5 perkara sebelum 5 perkara

perkara

Terkadang kita mesti mengambil waktu istirahat meskipun tak menginginkannya | tersebab ada hak badan yang mesti dipenuhi. .

Memaksakan diri tetap melakukan kegiatan | dapat menyebabkan kita harus menghadapi keadaan tatkala badan terkalahkan lebih serius lagi.

Akan tetapi, menurunnya kondisi fisik bukan alasan untuk berhenti menebar kebaikan | ia hanyalah pertanda bahwa hak badan mesti segera terpenuhi

Terkadang kita perlu sakit untuk mensyukuri nikmat sehat | meski semestinya kita dapat mensyukuri sepenuh pujian kepada Allah setiap saat, di kala sehat maupun sakit. .

Seharusnya, kita tak perlu menunggu sakit untuk mensyukuri nikmat sehat | tapi manakala hati keras dan iman keropos, syukur nikmat justru berat .

Maka, kadang yang perlu kita lakukan justru memperbanyak syukur di saat sakit | tatkala datangnya sakit justru mengingatkan kita tentang berlimpahnya nikmat .

Kita bersyukur atas sakit yang membuat kita mengingat nikmat seraya memohon kepada Allah dari tercabutnya nikmat secara tiba-tiba

 

Sumber :  @Line Teladan Rasulullah

Menggunjing orang (Ghibah)

Mencari tahu mengenai aib orang lain dan menggunjingkannya, merupakan perbuatan yang sangat harus dihindari.

Bahkan Allah menyebut dalam sebuah ayat, orang yang senang bergunjing serupa dengan orang yang memakan bangkai saudaranya sendiri.

Ironisnya, sangat sedikit yang bisa menghindarkan diri dari dosa yang satu ini, termasuk para ahli ilmu dan ahli ibadah. Na’udzubillahimindzalik.

Semoga Allah subhanahuwata’ala selalu melindungi kita dari perbuatan dosa. Aamiin yaa rabbal’alamiin.

 

Sumber :  @Line Teladan Rasulullah

QS. Al-Mu’minun: 115

Apakah kalian mengira bahwa kami menciptakan kalian main-main (tanpa tujuan) dan mengira bahwa kalian tidak kembali kepada Kami ? (QS. Al-Mu’minun: 115)

Teguran dalam bentuk sindiran ini memang menggambarkan realita bahwa manusia yang mengabaikan tujuan asasi hidupnya yaitu beribadah kepada Allah seakan ia merasa bahwa ia tak akan kembali dan merasa bahwa hidup hanya sekali sehingga harus benar benar dinikmati meski semua itu melanggar aturan Allah.

Ia lupa atau sengaja tidak mau tahu bahwa apa yang ia lakukan akan dimintai pertanggungjawaban dan Allah tdk pernah lalai akan perbuatan hamba2-Nya.

Ia lupa bahwa amal yang baik akan dibalas dengan kebaikan bahkan dilipatgandakan dan amal yang buruk akan dibalas dengan balasan yang setimpal. “Barangsiapa yang timbangan kebaikannya berat, maka merekalah yang berUNTUNG. Dan barangsiapa yang ringan timbangan kebaikannya, maka merekalah orang2 yang meRUGI dan akan menetap di neraka Jahannam.” (QS. Al-Mu’minun: 102-103)

 

Sumber :  @Line Teladan Rasulullah

Cara Mengatasi Futur

Ketika kita mulai futur (lemah) dari suatu amal.

Segeralah ingat sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam: ‏ “Setiap amal ada masa masa semangat dan setiap masa semangat akan mengalami masa futur. Barang siap ketika masa futurnya kepada sunnah maka ia telah mendapat petunjuk. Dan siapa yang ketika masa futurnya bukan kepada sunnah maka ia binasa.” (HR Ahmad).

Bila kita futur dari membaca al Qur’an tapi berpindah kepada membaca kitab kitab ilmu.

Maka berarti kita mendapat hidayah.

Tapi ketika futur dari membaca al Qur’an.

Lalu berpindah kepada membaca komik dan buku buku tak bermanfaat.

Maka berarti kita telah binasa.

Maka saudaraku.

Disaat kita futur pada suatu amal.

Jangan sampai kita berpindah kepada selain sunnah.

Karena itu kebinasaan.

 

Ust. Badru Salam, حفظه الله تعالى