Category Archives: Berita Islam

Taaruf Terus Menikah

Pacaran = teman zina, pacaran = haram

(Hukum pacaran/bersalaman dengan lawan jenis yang bukan mahram)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda, “Sungguh jika kepala seorang laki-laki ditusuk dengan jarum dari besi lebih baik baginya dari pada dia menyentuh seorang perempuan yang tidak halal baginya.” .

(HR ath-Thabarani dalam “al-Mu’jamul kabiir” (no. 486 dan 487) dan ar-Ruyani dalam “al-Musnad” (2/227), dinyatakan hasan oleh Syaikh al-Albani dalam “Silsilatul ahaadiitsish shahiihah.” (no. 226)

#pacar #pacaranharam #pacaranzina #haram

Sumber :  @Line Teladan Rasulullah

Apa mahar nikah yang paling bagus ?

Dari ‘Uqbah bin ‘Amir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, . . . “Sebaik-baik mahar adalah yang palinng mudah.” Dalam riwayat abu daud, di sebutkan :

“Sebaik-baik nikah adalah yang paling mudah.” (HR. Abu Daud, no. 2117; Al-Hakim, 2: 181-182. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih. Hadits yang diriwayatkan oleh Al-Hakim juga shahih sebagaiman dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalamAl-Irwa’, 6: 344) .

Hadits di atas menunjukkan bahwa mahar yang paling bagus dan menjadi mahar terbaik adalah mahar yang paling mudah untuk dipenuhi. Inilah yang dipersiapkan oleh calon suami, hendaklah pihak wanita dan perempuan mudah menerima hal ini. Kalau maharnya itu serba sulit dan memberatkan, itu menyelisihi yang dituntunkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. .

Dari ‘Urwah, dari ‘Aisyah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Termasuk berkahnya seorang wanita, yang mudah khitbahnya (melamarnya), yang mudah maharnya, dan yang mudah memiliki keturunan.” HR. Ahmad, 6: 77 .

Mudahnya mahar memiliki manfaat yang begitu besar:

Mengikuti sunnah (ajaran) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Memudahkan para pemuda untuk menikah, dan Mudahnya mahar akan menyebabkan cinta dan langgengnya kasih sayang.

Sumber :  @Line Teladan Rasulullah

Perkara Ghaib Ini Tidak Diketahui Manusia

Allah Subhanahu wa Ta’ala menciptakan akal pada manusia. Sehingga, manusia dikenal sebagai makhluk cerdas. Ketika ada suatu permasalahan, manusia bisa menggunakan akalnya untuk berpikir, memecahkan masalah tersebut. Bahkan, manusia bisa mengetahui segala sesuatu dengan melakukan beberapa uji coba dan pencarian secara nyata.

Hanya saja, namanya makhluk, pasti memiliki suatu keterbatasan. Ada beberapa perkara yang memang tidak bisa manusia ketahui, khususnya perkara ghaib. Lantas, perkara ghaib apa saja yang tidak bisa diketahui manusia?

Dalam www.fimadani.com dijelaskan bahwa ada lima perkara ghaib yang tidak bisa diketahui oleh manusia. Hanya Allah Subhanahu wa Ta’ala sajalah yang mampu mengetahuinya.

  1. Hari Kiamat

Tidak ada satu orang pun yang mengetahui kapan terjadinya hari kiamat. Bahkan, makhluk lain pun, seperti jin dan malaikat, bahkan nabi tidak mengetahuinya. Hanya Allah Subhanahu wa Ta’ala yang mengetahuinya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang kiamat, ‘Kapan terjadinya?’ Katakanlah, ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu ada pada Tuhanku, tidak ada seorang pun yang dapat menjelaskan kapan terjadinya kecuali Dia’,” (QS. Al-A’raf: 187).

  1. Turunnya Hujan

Hujan adalah suatu rahmat yang diturunkan Allah pada makhluk-Nya. Allah-lah yang mengatur kapan waktu dan letak yang tepat untuk menurunkan hujan. Maka, dalam hal ini, manusia tidak akan mampu mengetahui waktu yang tepat akan terjadinya hujan. Manusia hanya mampu mengira-ngira dengan kemampuan yang dimilikinya. Itu berarti, hasil manusia, bukanlah suatu kepastian tentang turunnya hujan.

  1. Apa yang Ada di Dalam Rahim

Memang dengan berkembangnya teknologi modern zaman sekarang, orang sudah bisa mengetahui apa yang sedang dikandung oleh para istri mereka. Laki-laki atau perempuankah bayi yang sedang dikandung, dan besar kecilnya, juga cacat atau tidak. Tapi, subhanallah tidak ada seorang pun yang tahu apakah anak ini akan selamat ketika ibunya melahirkannya, berimankah ia setelah dilahirkan atau kufur, bahagiakah ia atau celaka.

Ketika dewasa, belum tentu bayi yang keluar dari rahim ibu yang miskin akan menjadi miskin pula, tidak juga bayi yang keluar dari rahim ibu yang shalihah akan menjadi shalihah juga. Tidak ada yang mengetahuinya keculi Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Rasulullah ﷺ bersabda dalam hadis yang diriwayatkan oleh Syaikhani dari sahabat Ibnu Mas’ud ra, “Sesunguhnya seseorang di antara engkau semua dikumpulkan kejadiannya dalam rahim ibunya selama 40 hari sebagai mani, kemudian menjadi segumpal darah dalam waktu 40 hari, kemudian menjadi segumpal daging dalam waktu 40 hari pula. Kemudian diutuslah seorang malaikat, lalu ia meniupkan ruh ke dalam janin tersebut. Dan diperintahkah malaikat tersebut dengan (menuliskan) 4 perkara; rezekinya; ajalnya; amalnya; dan apakah ia termasuk golongan orang-orang celaka atau bahagia.”

  1. Apa yang Dikerjakan/ Diperoleh Besok Hari

Setiap manusia, apapun keilmuannya, kesaktiannya, keshalihannya tidak akan mengetahui apa yang akan ia lakukan atau ia peroleh dengan pasti esok hari. Dalam segala hal, termasuk rezeki, nasib, keuntungan, dan sebagainya. Kebaikkankah yang akan ia peroleh atau keburukan? Karena perkara hari esok adalah perkara yang ghaib dan hanya Allah lah yang menguasai semua perkara ghaib.

  1. Di Bumi Mana Manusia Akan Meninggal

Kematian adalah suatu misteri yang tidak ada seorang pun yang tahu kapan, dimana dan bagaimana ia meninggalkan dunia ini. Maka seyogyanya kita sebagai seorang muslim yang tak punya daya apa-apa untuk selalu memohon kepada Allah agar kita diwafatkan dalam keadaan yang khusnul khotimah.

 

Itulah lima perkara yang mustahil manusia mengetahuinya. Kalau pun ada manusia yang mengaku bisa mengetahui kelima hal tersebut, berarti ia telah berdusta. Sebab, kita tahu bhawa perkara ghaib hanyalah diketahui oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebagaimana tercantum dalam firman-Nya, “Dia (Allah) mengetahui yang ghaib dan Dia tidak memperlihatkan kepada siapa pun tentang yang ghaib itu,” (QS. Al-Jinn: 26).

Wahai Pemuda, Bangkitlah !

Berbicara pemuda, kita berbicara pemimpin masa depan suatu bangsa. Jika konteks nya pemuda Indonesia, maka kita sedang membicarakan kepemimpinan masa depan bangsa Indonesia. Itulah yang dikatakan Ulama pembaharu asal Mesir imam Asy-syahid Hasan al-Bana “syabab al yaum rijalul ghod” “Pemuda hari ini, adalah pemimpin masa depan”.

Karena itu melalui pemudalah bangsa ini mampu lahir, bangkit, berdiri dan berjalan menjadi bangsa yang berdaulat dengan berbagai dinamikanya. Sejarahpun telah menorehkan tintanya, bahwa dalam setiap momen penting bangsa ini, senantiasa melibatkan pemuda sebagai lokomotif penggeraknya, aktor intelekualnya dan rahasia kekuatanya. Oleh sebab itu pembahasan tentang bab Pemuda sangat strategis dan penting kita dalami bersama.

Seorang ulama kontemporer Hasan al-Bana menggambarkan sosok pemuda, “Sesungguhnya, sebuah pemikiran itu berhasil diwujudkan manakala kuat rasa keyakinan kepadanya, ikhlas dalam berjuang dijalan-Nya, semakin bersemangat merealisasikannya, dan kesiapan untuk beramal dan berkorban dalam mewujudkannya. Dan keempat rukun ini, yakni iman, ikhlash, semangat dan amal merupakan karakter yang melekat pada diri pemuda! Karena sesungguhnya dasar keimanan itu adalah nurani yang menyala, dasar keikhlasan adalah hati yang bertaqwa, dasar semangat adalah perasaan yang menggelora, dan dasar amal adalah kemauan yang kuat. Itu semua tidak terdapat kecuali pada diri para pemuda”

Peran pemuda yang strategis dan penting ini sampai di gambarkan oleh sahabat Rasulullah SAW yaitu Umar bin Khattab RA, dalam keterangan Hadist dijelaskan bahwa Umar pernah mengatakan “Jika aku sedang mengalami kesulitan, maka yang aku cari adalah pemuda”. Pemuda mampu menjadi inspirasi dan solusi bagi Umar bin Khattab RA. Oleh sebab itu, dari dulu hingga sekarang, pemuda merupakan pilar kebangkitan.

Dalam setiap kebangkitan pemuda merupakan rahasia kekuatannya. Dalam setiap pemikiran, pemuda adalah pengibar panji-panjinya. Dengan ini pula, penyanyi kondang Indonesia Rhoma Irama pernah berkata, bahwa “masa muda adalah masa yang ber-api-api”. Karena memang semangat dan idealisme seorang pemuda telah membakar motivasi dirinya untuk senantiasa berkontribusi untuk agama, bangsa dan negara ini lebih baik lagi. Belum lagi ketika kita mengingat perkataan Tan malaka tentang pemuda. Beliau mengatakan bahwa “Idealisme adalah kemewahan terakhir yang dimiliki oleh pemuda”.

Dalam Al-Qur’an banyak sekali ayat yang menjelaskan tentang pemuda. Diantaranya surah al-Kahfi ayat 13 Allah SWT sangat mengistimewakan pemuda dengan bab khusus

“Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) cerita ini dengan benar. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk,” (QS. Al-Kahfi 13).

Prof.Dr.HAMKA (1984, hal. 171) menafsirkan dalam Tafsir Al-Azhar maksud ayat Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka bahwa disini jelaskan penghuni gua dalam kisah ashabul kahfi adalah anak-anak muda, tidak ada bercampur dengan orang tua.

Maka kalau hal ini diperbandingkan kepada perjuangan Nabi SAW, di Makkah itu kelihatan suatu pengalaman yang patut jadi pedoman. Yaitu yang telah dibawa Rasulullah SAW pun anak-anak muda, sedang orang tua telah tegak menjadi penghalang dan perintang, karena mereka telah tenggelam dengan kebatilan selama ini. Kalau kita perhatikan seksama tafsir Buya Hamka di atas, kita akan menyaksikan bahwa anak muda menjadi prioritas utama Rasulullah SAW dalam berdakwah dan menyebarkan Islam.

Firman Allah SWT di atas juga mengisyaratkan bahwa pemuda al kahfi adalah termasuk para pemuda pemberani untuk mempertahankan keimanan mereka, pemikiran mereka dan kepribadian mereka. Mereka adalah orang-orang yang teguh imannya, sehingga mereka berani melanggar aturan pemerintah yang melarang mereka meyakini agama tauhid. Jadi keberanian menjadi modal penting bagi seorang pemuda.

Dalam akhir tulisan ini, rasanya kita harus merenungkan perkataan dari imam Hasan Al-Banna, “Wahai pemuda perbaruhilah iman, kemudian tentukan sasaran dan tujuan langkah kalian. Sesungguhnya kekuatan pertama adalah iman, buah dari iman adalah kesatuan, dan konsekuensi logis dari kesatuan adalah kemenangan yang gemilang. Oleh karenanya berimanlah kalian, eratkanlah ukhuwah, sadarilah, dan kemudian tunggulah datangnya kemenangan.”

 

Sumber :  @Line Teladan Rasulullah