Category Archives: Pos Islami

Jangan Biarkan Dunia Memalingkan Ibadah Kita

Segitu hebatnya dunia hingga memalingkan kita dari-Nya ?

Segitu sibuknya kita hingga tak sempat bersujud pada-Nya padahal itu tak lebih dari waktu kita menghabiskan waktu lama, tidak seperti kita dengan gadget yang biasa kita mainkan.

Segitu tak butuhnya kita sama Allah ? Padahal ni’mat sehat, rejeki yg mengalir semua itu datangnya dari Allah.

Bagaimana bisa kita berikan Allah hanya ada di sisa waktu yang kita punya ?
Seandainya kita tahu bahwa Allah gak butuh kita. Tapi kita yang butuh Allah.

Itulah sebabnya mengapa Allah merahasiakan waktu ajal setiap manusia.

Sebab bila manusia tahu kapan ia akan pulang. Tak ada manusia yang mau melalaikan waktu untuk bermunajat pada Allah. Tak akan ada manusia yang ingkar pada perintah Allah. Dan tak akan ada manusia yang bertaubat demi ampunan meraih ampunan-Nya.

Sumber :  @Line Teladan Rasulullah

Kerja itu ibadah

RASULULLAH Saw bersabda,

“Sesungguhnya, di antara perbuatan dosa, ada yang tidak dapat dihapus oleh (pahala) shalat, sedekah, atau pun haji.

Namun hanya dapat ditebus dengan kesungguhan dalam mencari nafkah penghidupan.”

(HR. Tabrani)

Keberkahan didapat, bukan karena seberapa banyak penghasiLan kita tapi bagaimana cara kita bekerja…

Maka mulailah bekerja dengan sungguh² dan ikhlas, niatkan semua karena ibadah…

karena bisa jadi pahala shalat kita belum bisa menghapus dosa dosa kita dikarenakan dosa yang terlalu besar.

Maka hapuslah dosa-dosa kita dengan bekerja sungguh-sungguh….

 

Sumber :  @Line Teladan Rasulullah

Orang jujur di dustakan, pendusta di benarkan

Telah benar sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
“Sebelum hari kiamat akan ada tahun-tahun yang penuh penipuan. Orang jujur didustakan, orang dusta dibenarkan, orang yang amanah dikhianati dan ar-Ruwaibidhah pun ketika itu turut berbicara.” (HR. Ahmad dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu)

Di dalam hadits lain disebutkan siapa itu Ruwaibidhah,
“Orang-orang dungu yang ikut berbicara dalam urusan umum.”

Apakah kita akan melupakan dengan ayat-ayat Al-Qur’an yang dengan tegas menunjukkan kekafiran kaum Nasrani?
“Sesungguhnya orang-orang kafir dari ahli kitab dan kaum musyrik berada di Jahannam dalam keadaan kekal di dalamnya. Mereka itu adalah sejelek-jeleknya manusia.” (QS. Al-Bayyinah: 6)

Allah ‘azza wa jalla berfirman,
“Dan barang siapa memilih selain Islam sebagai agamanya, tidaklah akan diterima; dan di akhirat dia akan merugi.” (QS. Ali ‘Imran: 85)

Perbedaan antara kafir dan iman tentu saja perbedaan dari sisi akidah, ibadah, akhlak, muamalah, dan urusan agama lainnya. Seorang muslim tidak boleh menutup mata dari perbedaan-perbedaan ini, apalagi sampai mendakwahkan bahwa “tidak ada perbedaan” antara Islam dan non Islam.

Padahal di antara sifat-sifat orang munafik yang Allah ‘azza wa jalla sebutkan dalam al-Qur’an ialah,
“(Yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir sebagai pembela-pembela selain kaum mukminin. Apakah mereka ingin mencari kekuatan, padahal kekuatan semuanya hanya milik Allah.” (QS. An-Nisa: 139)

Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah menerangkan, “Maknanya, mereka pada hakikatnya bersama orang-orang kafir tersebut, saling berloyalitas. Mereka menyembunyikan rasa cinta mereka kepada orang kafir di hadapan kaum mukminin. Saat bersama orang-orang kafir, mereka berkata, ‘Sebenarnya kami bersama kalian. Kami hanya mempermainkan orang-orang yang beriman’.” (Tafsir Ibnu Katsir, 2/264 cet. Maktabah as-Shafa)

Kita berlindung kepada Allah ‘azza wa jalla dari segala kesesatan, yang lahir dan yang batin.

Wallahu waliyyut taufiq.

Ustadz Abu Ishaq Abdullah Nahar

Kenapa Orang Kafir Sebaik Apapun Tetap Masuk Neraka?

Kenapa Orang Kafir Sebaik Apapun Tetap Masuk Neraka? Jawaban Kyai Bikin Pemuda Ini Terbungkam

DIALOG ANTARA LIBERAL DAN KYAI KAMPUNG
Pemuda: Ki, ada orang baik banget, anti korupsi, bangun masjid, rajin sedekah sampai hidupnya sendiri dikorbanin buat tolongin orang banyak, terus meninggal dan dia bukan Muslim, Dia masuk surga atau neraka?

Kyai: Neraka

Pemuda: Lah? Kan dia orang baik. Kenapa masuk neraka?

Kyai: Karena dia bukan Muslim.

Pemuda: Tapi dia orang baik Ki. Banyak orang yang kebantu karena dia, bahkan umat Islam juga. Malah Bangun Masjid Raya segala. Jahat bener dah Tuhan kalau orang sebaik dia dimasukin neraka juga.

Kyai: Allah tidak jahat, hanya adil.

Pemuda: Adil dari mana?

Kyai: Kamu sekolahnya sampai tingkatan apa?

Pemuda: Ane mah Master Sains lulusan US Ki, kenapa?

Kyai: Kenapa bisa kamu dapat titel Master Sains dari US?

Pemuda: Yaa karena kemaren ane kuliah disana, diwisuda disana.

Kyai: Namamu terdaftar disana? Kamu mendaftar?

Pemuda: Ya jelas dong Ki, ini ijazah juga masih basah.

Kyai: Sekiranya waktu itu kamu tidak mendaftar, tapi kamu tetap datang kesana, hadir di perkuliahan, diam-diam ikut ujian, bahkan kamu dapat nilai sempurna, apakah kamu tetap akan dapat ijazah?

Pemuda: Jelas enggak Ki, itu namanya mahasiswa ilegal, sekalipun dia pintar, dia nggak terdaftar sebagai mahasiswa, kampus ane mah ketat soal aturan gituan.

Kyai: Berarti kampusmu jahat dong, ada orang sepintar itu tak dikasih ijazah hanya karena tidak mendaftar?

Pemuda: terdiam

Kyai: Gimana?

Pemuda: Ya nggak jahat sih Ki, itu kan aturan, salah si mahasiswa kenapa nggak mendaftar, konsekuensinya ya nggak dapat ijazah dan titel resmi dari kampus.

Kyai: Nah, kalau kampusmu saja ada aturan, apalagi dunia dan akhirat. Kalau surga diibaratkan ijazah, dunia adalah bangku kuliah, maka syahadat adalah pendaftaran awalnya. Tanpa pendaftaran awal, mustahil kita diakui dan dapat ijazah, sekalipun kita ikut kuliah dan mampu melaluinya dengan gemilang. Itu adalah aturan, menerapkannya bukanlah kejahatan, melainkan keadilan.

 

Sumber :  @Line Teladan Rasulullah