Category Archives: Save Palestina

Kisah Pasukan Muslim Terakhir yang Membela Masjid Al-Aqsa

PALESTINA berada di bawah khilafah Ottoman selama empat abad lamanya, hingga kemudian Inggris menginvasi wilayah tersebut.
Dinasti Utsmani sendiri telah berjuang keras untuk mempertahankan Yerusalem dari serangan Inggris, sekitar 25 ribu pasukan syahid di medan pertempuran.
Akhirnya, mereka tidak punya pilihan lain selain menyerah. Gubernur Ottoman menuliskan keputusannya
“Bersebab beratnya penderitaan yang dialami negara ini, pengepungan kota serta ancaman senjata berat serta bom mematikan yang bisa menyerang tempat-tempat suci, kami terpaksa menyerahkan kota ini,”
Surat penyerahan kekuasaan itu ditandatangani oleh Izzat Mutasarrif dari Yerusalem.
ada tanggal 11 Desember 1917, Jenderal Inggris Edmund Allenby memasuki Yerusalem dengan berjalan kaki. Yerusalem setelah pertempuran itu berada di bawah kekuasaan Inggris, dan bertahun-tahun kemudian jatuh di bawah invasi Israel yang baru terbentuk.

Sumber: Ilmfeed.
https://www.islampos.com/kisah-pasukan-muslim-terakhir-yang-membela-masjid-al-aqsa-39794/

Zionis Israel Hancurkan Kantor Ismail Haniyah dan Hujani Gaza Dengan 100 Roket

 

Tentara Zionis Israel menghancurkan kantor kepala biro politik Hamas, Ismail Haniyah dalam serangan udara yang mereka lancarkan ke Gaza, Senin 25 Maret 2019.

Zionis Israel mengklaim, serangan tersebut adalah balasan atas jatuhnya roket pejuang Palestina di daerah utara Tel Aviv.

Kabar tentang serangan Israel tersebut dibenarkan oleh pihak Gerakan Perjuangan Islam Palestina (Hamas).

Pada saat serangan Zionis Israel terjadi, Ismail Haniyah tidak berada di kantornya. Sebab, ketika Hamas memantau situasi dan kondisi terkini di Gaza, lalu menyimpulkan ada kemungkinan serangan dari Israel, mereka akan mengosongkan semua bangunan milik pemimpin mereka secara rutin.

Sementara itu, juru bicara militer Zionis Israel menolak mengomentari berita yang beredar tersebut.

Beberapa media lokal melaporkan, sejumlah warga Palestina terluka akibat serangan pesawat Zionis Israel tersebut.

Sementara itu, banyak bangunan yang rusak parah di berbagai wilayah di Jalur Gaza.

Media setempat juga melaporkan, pesawat militer Zionis Israel menembakkan lebih dari 100 roket ke berbagai lokasi di Jalur Gaza.

Menanggapi serangan tersebut, Hamas menyatakan siap untuk berperang guna mempertahankan Gaza dari serangan Zionis Israel.

 

Sumber : https://www.fimadani.net/2019/03/pengecut-zionis-israel-hancurkan-kantor.html?m=1

Inilah Penampakan Khaibar-1, Roket Andalan Hamas yang Kerap Bikin Tentara Israel Kocar-Kacir

 

Dikutip dari islampos.com, DALAM melawan penjajahan dan kebiadaban Israel, pejuang kemerdekaan Palestina, Hamas, sering menggunakan roket andalan untuk menangkis serangan demi serangan.

Keempat roket andalan Hamas tersebut adalah Qasam, Grad, Farj-5/M-75, dan Khaibar-1. Di antara semua roket milik Hamas tersebut, Khaibar-1 disebut-sebut sebagai roket yang paling canggih.

Khaibar-1 memiliki daya lontaran paling jauh, yakni radius160 km. Ia mampu menjangkau Haifa yang terletak di utara Israel, bahkan Yordania.

Untuk diketahui, roket Palestina rata-rata menggunakan teknologi era Uni Soviet.

Sementara roket Qasam dan Grad memiliki daya lontar yang paling dekat—masing 17 km dan 48 km.

Satu kelas di atasnya adalah Fajr-5—kadang-kadang disebut M75—yang memiliki daya rusak cukup tinggi.

Roket ini memiliki panjang 6 meter, dan harus dikendalikan dengan sistem yang rapi supaya tidak bisa dipantau oleh drone-drone Israel.
Khaibar-1 memiliki spesifikasi mirip dengan M-302 milik Hezbollah.

Dari sekian roket-roket Hamas yang ada, Khaibar-1 dianggap yang paling mengancam Israel, terutama sipil, karena sifatnya yang sulit dikontrol.

Keistimewaan Roket “Rumahan” Hamas

Seperti diketahui, Israel membangun tembok yang mengungkungi kehidupan warga Palestina mirip tembok Berlin di era perang dingin.

Israel berdalih tembok tersebut sebagai pengaman mereka dari serangan pihak lain, terutama Palestina yang disebutnya sebagai biang keonaran. Meskipun pada faktanya, Israel sendiri lah yang menjajah tanah Palestina.

Warga Palestina yang masuk ke wilayah Israel untuk berbagai keperluan seperti bekerja, mengunjungi saudara, dan lainnya harus melalui pintu-pintu khusus yang dijaga oleh pasukan Israel bersenjata lengkap.

Selain itu, tembok digunakan sebagai tameng, contohnya dalam peristiwa The Great Return April lalu yang menewaskan puluhan warga Palestina yang sejatinya tengah melakukan aksi damai.

Mereka awalnya dilempari gas air mata dan ujung-ujungnya ditembaki, hingga puluhan warga sipil tak berdosa meregang nyawanya.
Guna melawan kebiadaban Israel, Hamas menerapkan strategi asimetrik dengan cara menembakkan sejumlah roket yang rata-rata buatan sendiri. Militer Israel benar-benar dibuat kelimpungan.

Daya gempur dari roket-roket berhulu ledak rendah itu memang tidak begitu menghancurkan tapi efeknya begitu luar biasa.

Serangan balik roket Hamas ke militer Israel yang secara psikologi mengguncang warga Israel, dimulai pada 2008 menggunakan roket-roket berbentuk kecil dan berdiameter 90-70 mm.

Jarak jangkauan roket yang dinamai Qassam itu sekitar 10 km dan jika menghantam sasaran hanya bisa menimbulkan kerusakan ringan. Tapi jika roket Qassam bisa tepat menghantam pom bensin atau depot bahan bakar lainnya, efek kerusakan yang ditimbulkan pasti luar biasa.

Roket Qassam sendiri sebenarnya mudah ditangkis, misalnya dengan rudal penangkis yakni rudal Patriot.

Namun, hal itu nampaknya tidak sepadan mengingat mahalnya harga satu rudal Patriot.

Militer Israel akhirnya menggelar sistem pertahanan udara antiroket Hamas, Iron Dome Missile Defense Syatem, tapi sistem itu tetap saja kurang efektif.

Dari 1.000 roket serangan balik yang diluncurkan Hamas, hanya 201 roket yang bisa dihancurkan di udara.

Berdasar hasil penyelidikan intelijen Mossad, pejuang Hamas terus meningkatkan kemampuan roketnya dengan cara mengembangkan atau mendapatkan roket dan rudal secara rahasia dari perbatasan Mesir.

Hasil dari peningkatan kemampuan roket Hamas juga sudah tampak karena hampir semua roket Hamas selalu jatuh di ibu kota Israel, Tel Aviv dan kota penting lainnya.

SUMBER: INTISARI

Palestina Serukan Dunia untuk Bela Al Aqsha

 

Di Kutip dari Islampos.com, RAMALLAH—Menteri Wakaf dan Urusan Agama Palestina, Yousef Adeis, Ahad (13/5/2018), menyerukan dunia Arab dan Islam untuk membela pusat Yerusalem Masjid Al-Aqsa dalam melawan pelanggaran Israel.

Adeis mengatakan, pelanggaran Israel di situs-situs suci Islam dan Kristen telah mencapai tingkat yang berbahaya. Dia juga mengatakan bahwa jumlah orang Yahudi ekstremis yang memaksa masuk ke kompleks Al-Aqsa terus meningkat.

“Kami sekarang berada pada situasi berbahaya setelah Israel berencana untuk menghancurkan Masjid Al-Aqsha dan membangun kuil yang mereka klaim,” kata Adeis.

Bagi Muslim, Al-Aqsa mewakili situs ketiga paling suci di dunia. Orang Yahudi, untuk bagian mereka, merujuk daerah itu sebagai “Gunung Bait Suci” dan mengklaim itu sebagai situs dari dua kuil Yahudi di zaman kuno.

Ketegangan telah berkembang di seluruh wilayah Palestina dalam beberapa bulan terakhir. Hal ini dipicu pengakuan Amerika Serikat bahwa Yerusalem adalah ibu kota Israel. Disusul kemudian dengan rencana pemindahan kedubes AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Puncak ketegangan terjadi dalam peringatan ‘Land Day’ atau Nakbah bagi warga Palestina.  di tengah-tengah demonstrasi warga Palestina yang menuntut hak untuk kembali ke rumah mereka yang diambilalih Israel sejak tahun 1948, setidaknya 48 warga Palestina menjadi korban. Sedangkan ratusan orang terluka oleh tembakan Israel sejak demonstrasi dimulai pada 30 Maret lalu.

Informasi terbaru menyebut, Senin (14/5/2018) AS resmi membuka kedutaan besarnya di Yerusalem bersamaan dengan hari jadi Israel. []

SUMBER: ANADOULU

Di Kutip dari Islampos.com, RAMALLAH—Menteri Wakaf dan Urusan Agama Palestina, Yousef Adeis, Ahad (13/5/2018), menyerukan dunia Arab dan Islam untuk membela pusat Yerusalem Masjid Al-Aqsa dalam melawan pelanggaran Israel.

Adeis mengatakan, pelanggaran Israel di situs-situs suci Islam dan Kristen telah mencapai tingkat yang berbahaya. Dia juga mengatakan bahwa jumlah orang Yahudi ekstremis yang memaksa masuk ke kompleks Al-Aqsa terus meningkat.

“Kami sekarang berada pada situasi berbahaya setelah Israel berencana untuk menghancurkan Masjid Al-Aqsha dan membangun kuil yang mereka klaim,” kata Adeis.

Bagi Muslim, Al-Aqsa mewakili situs ketiga paling suci di dunia. Orang Yahudi, untuk bagian mereka, merujuk daerah itu sebagai “Gunung Bait Suci” dan mengklaim itu sebagai situs dari dua kuil Yahudi di zaman kuno.

Ketegangan telah berkembang di seluruh wilayah Palestina dalam beberapa bulan terakhir. Hal ini dipicu pengakuan Amerika Serikat bahwa Yerusalem adalah ibu kota Israel. Disusul kemudian dengan rencana pemindahan kedubes AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Puncak ketegangan terjadi dalam peringatan ‘Land Day’ atau Nakbah bagi warga Palestina. di tengah-tengah demonstrasi warga Palestina yang menuntut hak untuk kembali ke rumah mereka yang diambilalih Israel sejak tahun 1948, setidaknya 48 warga Palestina menjadi korban. Sedangkan ratusan orang terluka oleh tembakan Israel sejak demonstrasi dimulai pada 30 Maret lalu.

Informasi terbaru menyebut, Senin (14/5/2018) AS resmi membuka kedutaan besarnya di Yerusalem bersamaan dengan hari jadi Israel. []

SUMBER: ANADOULU