Category Archives: Bela Umat Islam

Perusakan Masjid di Minahasa

MANADO – Aktivis Islam, organisasi kemasyarakatan Islam, tokoh Islam, para intelektual dan pemuda masjid di Sulawesi utara (Sulut), menyesalkan tindakan oknum yang memasuki dan merusak Masjid Alhidayah (berita sebelumnya tertulis musala) di Perumahan Agape, Desa Tumaluntung, Kabupaten Minahasa Utara, Rabu (29/1/2020) malam.

Sebab apa yang dilakukan adalah merupakan tindakan barbarian dan penistaan yang mencederai toleransi kehidupan beragama di Sulawesi Utara. Sehingga kerukunan dan persaudaraan di daerah ini tercoreng.

Perwakilan tokoh masyarakat Muslim Sulut, Djafar Alkatiri mengatakan, menindaklanjuti aspirasi umat muslim sebagai reaksi atas kejadian pengrusakan rumah ibadah kaum muslimin sejumlah umat muslim Sulawesi Utara menyatakan sikap;

Pertama, mengutuk tindakan pengrusakan Masjid Alhidayah di Perumahan Agape, Desa Tumaluntung Kabupaten Minahasa Utara.

Kedua, mendesak kepada Kapolda Sulawesi Utara untuk segera mencari dan menangkap semua pelaku pengrusakan rumah ibadah kaum muslimin serta menangkap otak/dalang/aktor intelektual pelaku pengrusakan masjid Alhidayah Desa Tumaluntung di Minahasa Utara untuk segera diproses secara hukum.

Ketiga, meminta dengan tegas FKUB Minahasa Utara untuk tidak menghalangi dan meminta pihak kepolisian menindak oknum ketua FKUB Minahasa Utara yang menghambat perizinan proses rekomendasi pendirian rumah ibadah.

Keempat, Bupati Minahasa Utara dan pemerintah setempat harus bertanggungjawab telah melakukan pembiaran pengrusakan masjid.

Kelima, mendesak Kapolda Sulawesi Utara segera mencopot Kapolres Minahasa Utara, karena telah melakukan pembiaran pengrusakan rumah ibadah.

Keenam, memberi waktu 2 x 24 jam untuk menindaklanjuti penyelesaian atas sikap dan tuntutan kami di atas.

Ketujuh, meminta pemerintah dan kepolisian untuk menjamin keamanan dalam pembangunan dan pelaksanaan ibadah di masjid Alhidayah Perum Agape Minahasa Utara.

Mereka yang hadir dalam pertemuan tersebut antara lain, dari anggota DPD RI, Nahdlatul Ulama Sulawesi Utara, Muhammadiyah Sulawesi Utara, Syarikat Islam Sulawesi Utara, Presedium KAHMI Sulut, Dewan Masjid Indonesia Sulut, Syarikat Islam Indonesia Sulut, Wahdah Islamiyah Sulut, Mathlaul Anwar Sulawesi Utara, BKPRMI Sulawesi Utara, Parmusi Sulut, KB PII Sulut, Bamusi Sulut, PHBI Sulut, ICMI Sulut, IPHI Sulut, LDKA Sulut, Pagar Nusa Sulut, LPBHNU Sulut, dan Pejuang Suling.

Selain itu, Barisan Solidaritas Muslim Sulut, KKSS Sulut, KKIG Sulut, Himpunan Ukhuwah Islamiah, Ilomata Manado, GSMI Sulut, Bikers Subuhan Manado, Pemuda Muslim Manado, KMBS Sulut, tim pengacara Muslim Sulut, Garmas Sulut, FKIB (Forum Komunikasi Imam dan Badan Takmir) Bunaken, Muslim Bikers Comunity Sulut, Persatuan Pekerja Muslim Indonesia (DPW PPMI) Sulut, dan Kerukunan Keluarga Jaton Indonsia (KKJI) Sulut.

Selanjutnya, Pemuda Muslim Indonesia Sulut, Jamaah Tablig Sulut, Ikatan Persaudaraan Imam Kota Manado, Comando Masyarakat Ekonomi Lemah (Comel), Majelis Taklim Siratal Mustaqim, Majelis Taklim Alfatah Bitung, Majelis Buraq, Majelis Arrayyan, Pemuda Muhammadiyah Sulut, Aisyiyah Sulut, Prima DMI Sulut, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Minut, Komunitas Alyadululyah Sulut dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah Minsel.

“Perbuatan perusak tempat ibadah tidak bisa lagi dimaafkan dalam kehidupan negara yang melindungi kemerdekaan penduduknya untuk menjalankan agama dan kepercayaan sebagaimana dijamin oleh undang-undang yang berdasarkan kepada Pancasila dan UUD 1945,” pungkas Djafar Alkatiri, Kamis (30/1/2020).

Sumber : https://jatim.sindonews.com/read/21733/1/masjid-di-minahasa-utara-dirusak-ini-7-tuntutan-umat-islam-sulut-1580374893

Akhi Ukhti .Dengarkanlah Nasihat Berharga Ini

Bisakah Kita Membayangkan Seberapa Takutnya Anak-Anak Suriah Yang Hampir Setiap Hari Melihat,,Mendengar Dan Merasakan Ledakan Sebesar Ini ?
.
Beberapa Tokoh Arab menyerukan agar negara-negara Islam segera “MENGUSIR” Duta Besar Iran, Suria dan Rusia. Pembantaian rakyat sipil di Suria benar-benar pelanggaran HAM tingkat tinggi.
.
Jika Masalah Hidupmu Hanya Sekedar Hape Lemot Dan Belum Upgrade..
Lalu Kau Tidak Peduli Terhadap Realita Dan Keadaan Umat..
Maka Saat Itulah Tanda Terdapat “Gejala Hati Yang Keras Dalam Hatimu”

Jika Masalah Hidupmu Hanya Sekedar Gosip-Gosip Artis..
Dan Kau Tidak Peduli Terhadap Pembantaian Saudara Semuslimmu..
Maka Saat Itulah Tanda Hatimu Sudah Mati..

Akhi Ukhti. .Dengarkanlah Nasihat Berharga Ini

Betapa nikmatnya menyeruput secangkir teh hangat di pagi hari yang sejuk.
Betapa lezatnya menikmati suguhan es teler di tengah panasnya terik mentari yang menyengat.
Betapa senangx duduk berkumpul berbincang2 bersama orang-orang yang dicintai.

Namun semua kenikmatan itu akan terputus.
Akan sirna dan lenyap. Berganti dengan azab Allah dan siksanya bila ternyata kita terlena selama berada di dunia. Tersilaukan dengan kenikmatan sementara sehingga lupa. Bahwa setiap detik yang berlalu akan ditanya.

Mereka yang tidak lulus dalam menjawab soal-soal tersebut. Maka tiada lagi senyum yang menghias di bibir. Tiada lagi secangkir teh hangat. Atau semangkuk es teler. Yang ada hanyalah siksaan dan siksaan. Tiada pernah berhenti sejenakpun.

Pernahkah kau melihat ikan goreng yang telah mengelupas kulitnya. Bagaimana kiranya bila wajahmu yang digoreng? Tengoklah rintihan penghuni neraka :

Dan penghuni neraka menyeru penghuni surga : Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah dirizkikan Allah kepadamu. Mereka (penghuni surga) menjawab: Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir. (QS Al-Araf: 50)
.
Bahkan karena pedihnya siksaan yang diterima, mereka minta mati. Iya mereka minta mati. Mereka menyeru Malik penjaga neraka.

Mereka berseru : Hai Malik biarlah Tuhanmu membunuh kami saja. Dia menjawab : Kamu akan tetap tinggal (di neraka ini).. (QS Az-Zukhruf: 77) #regran #dakwatauhid #savealeppo #syiriah

 

Sumber :  @Line Teladan Rasulullah

Menembus Xinjiang

Aktivis Kemanusiaan, Azzam Mujahid Izzulhaq berhasil menembus Xinjiang, China. Azzam dengan blak-blakan menceritakan kondisi memprihatinkan Muslim Uighur yang langsung ia saksikan.

“Jika di depan Ka’bah saya menangis saat shalat mendengarkan ayat yg dibaca oleh Sang Imam dengan begitu fashih, panjang dalam alunan suara yg menyentuh hati. Tidak di sini. Saya menangis karena kondisi ini. Dengan segala keterbatasan umat Islam untuk beribadah kepada Allah Rabbul Izzati.” kata Azzam melalui akun fesbuknya, Sabtu (12/1/19).

Suasana Masjid

Azzam, dalam ceritanya, mendirikan shalat di masjid 3 lantai dengan bangunan yang mengagumkan.

“Masjidnya 3 lantai. Dibangun lebih dari puluhan atau hingga ratusan lalu. Ornamennya cantik. Perpaduan gaya Turki, Mongolia, Kyrgistan dan China.” katanya.

Dahulu, lanjutnya, masjid ini dibuka sepanjang hari. Anak-anak ramai berdatangan. Bahkan banyak masyarakat yang datang meski sekadar untuk berfoto. “Sekarang sepi. Dibatasi.” lanjutnya.

Pemeriksaan Masuk Masjid

Azzam menuturkan, untuk masuk ke dalam Masjid dilakukan pengecekan ketat tak ubahnya pemeriksaan imigrasi.

“Masuk masjid diperiksa identitas diri. Barang bawaan dimasukkan mesin. Diperiksa manual lagi dengan teliti. Orang asing seperti saya semacam masuk lagi gerbang imigrasi. Paspor discan, dilacak. Beragam visa di lembaran paspor dibaca dengan teliti. Kacamata dibuka dan wajah difoto biometrik lagi. Handphone diperiksa, dibuka semua aplikasi dan galeri.” terangnya menuturkan.

Usai shalat, katanya, tak ada ibadah berupa dzikir bersama. Jamaah langsung diperintahkan keluar dari masjid. Di masjid juga tidak ada jamaah dari kalangan pemuda. Jamaah didominasi kalangan tua, itu pun bisa dihitung jari.

“Bukan tak mau atau malas shalat di masjid seperti yang disabdakan Baginda Nabi. Mereka takut dengan ancaman sekurang-kurangnya 2 bulan di dalam bui. Masjid indah ini, bahkan di hari Jumat saja tak sampai setengahnya dipenuhi.” terangnya, miris.

Selain sepi saat Shalat Jum’at, khutbah juga dilangsungkan secara singkat. Tak ada uraian yang membuat semangat.

“Tak ada khutbah menggelegar sebagai mana dilakukan oleh Baginda Nabi. Khutbah sekadar pembukaan, pujian, shalawat, wasiat ketaqwaan dan satu Ayat Al Quran. Tak sampai 3 menit sudah khutbah kedua yg ditutup hanya dengan sebait doa ampunan.” tegas Azzam bercerita.

Makin miris ketika Azzam mengucapkan salam sembari tersenyum, tetapi tak ada balasan. Mereka hanya memberi kode dengan dua bola matanya.

“Saya ucapkan duluan sambil tersenyum, mereka hanya menatap iba sambil menggerakkan bola matanya yg tampak sedih berduka itu ke arah sudut atas kanan dan kiri. Ya, ada CCTV. Mereka tak berani.” tutup Azzam.

Dalam unggahannya ini, Azzam tak menyertakan foto karena dilarang keras menggunakan handphone saat berada di sekitar Masjid.

(Tarbawia)

UYGHUR saudara kita

Uyghuristan dahulunya adalah batas kekhalifahan paling timur yg dibebaskan oleh Bani Umayah. Berbatas langsung dengan China. Lalu sejak runtuhnya kekhalifahan, ia menjadi sebuah negeri yg berdiri sendiri. Dinamai Turkistan timur (tanah Turki timur) oleh Uni Soviet karena memang mayoritas penduduknya adalah etnis Turk yg berbeda bahasa, budaya, dan ciri fisiknya dengan bangsa China.

Pasca runtuhnya kekhalifahan Turki 1924 oleh Kemal At-Tarturk, Turkistan Timur menjadi lemah dari sisi perlindungan militer. Akhirnya wilayah itu dijajah kembali oleh Dzungar Khanate (bangsa mongol). Hal ini dimanfaatkan oleh Dinasti Qing dengan menawarkan bantuan kepada pimpinan muslim wilayah tersebut di masa itu. Pasca berhasil membebaskan wilayah tersebut, rupanya yg terjadi adalah keluar dari mulut buaya masuk ke mulut singa. Dinasti Han (China) rupanya mempunyai rencana lain atas wilayah tersebut yakni menjajahnya pelan-pelan. Awalnya untuk meredam gejolak politik, mereka menunjukan “wajah ramah” dan menjanjikan status otonomi asalkan wilayah tersebut menerima menjadi bagian dari China. Yang paling menggiurkan adalah dijanjikan bantuan ekonomi dan perlindungan militer dari bangsa Mongol yg kerap menjajah mereka.

Karna tidak ada lagi sistem khilafah yg melindungi mereka. Akhirnya muncul konflik internal. Apalagi bermunculan pula muslim munafik yg memperkeruh situasi dan menyuruh berkiblat ke China. Alhasil mereka akhirnya memilih menjadi bagian dari Rezim komunis sejak 1949. Karena itulah China menyebut Wilayah ini sebagai “Xinjiang” atau wilayah baru.

Sejak dikuasai itulah kolonialisasi besar-besaran mulai terjadi, namun tak bisa disebut penjajahan karna semua dilakukan secara resmi. Janji otonomi ternyata cuma janji diatas kertas. Tak seperti yg dibayangkan bahwa Uighur akan berdiri sendiri, justru malah direpresi. China menggalakkan kebijakan negara berupa migrasi besar-besaran etnis han ke wilayah baru tersebut sehingga etnis Uighur yg dahulunya menguasai 90 persen, berubah, dan kini 40 persen dikuasai oleh China (etnis han). Semua Sumber daya alam dikeruk, dan posisi strategis dikuasai. Etnis asli (Uyghur) tersudut dalam segala lini kehidupan. Ini kurang lebih mirip sebagaimana Israel menguasai Palestina, bedanya dilakukan lewat kebijakan resmi yg sah secara kenegaraan. Disinilah letak polemiknya.

Secara budaya, semua budaya lama uighur disamarkan, diganti dengan budaya etnis han. Termasuk tata cara islami juga dihapus karna etnis han memandang hal tersebut masih bagian dari budaya lama etnis Uighur.
Kemudian seiring munculnya ambisi China untuk mengembalikan kejayaan masa lalu, ditambah masalah populasi yg makin masif, kebijakan negara yg dikeluarkan pun makin menyempitkan ruang gerak etnis Uighur. Sejak tragedi WTC 9/11, China memanfaatkan isu terorisme untuk secara terang-terangan membasmi aktivis/da’i da’i yg vokal dengan cukup menggelari mereka separatis. Bahkan sebagian dilakukan tanpa ada pengadilan sama sekali.

Kasus terakhir adalah ulama besar Uighur, Syaikh Abdul Ahad bin Baraah yg meninggal setelah mendapatkan siksaan berat dalam penjara, namun berita meninggalnya baru diberitahu 6 bulan setelah beliau wafat. Dari catatan sejarah juga disebutkan bahwa pemerintah China telah membunuhi lebih dari 60 juta etnis Uyghur sejak menduduki wilayah tersebut.

Source : fb Harmendo