Berhijab, Bukan Sekadar Mengenakan Kerudung

rgrg

Terkadang saya menanyakan pertanyaan simpel kepada beberapa teman wanita saya “Mengapa kamu tidak berhijab?” dan satu-satunya jawaban terbaik yang mereka katakan adalah, “Maaf saya belum siap”. Kadang saya berfikir apaka berhijab adalah anjuran atau kewajiban.

Mungkin hal inilah yang belum bisa dipahami oleh sebagian wanita yang tidak berhijab. Mereka belum mampu membedakan antara anjuran dan kewajiban. Padahal dari kosa katanya sudah sangat jelas. Selayaknya mahasiswa, jika kita ingin lulus dengan predikat terbaik maka kita harus melakukan beberapa kewajiban yaitu pergi k ekampus dan belajar dengan rutin. Tapi jika tidak melakukan hal yang demikian maka keinginan untuk lulus dengan predikat terbaik juga tidak akan bisa kita didapatkan.

Begitulah dengan hijab, dalam islam berhijab hukumnya wajib, sama halnya seperti shalat 5 waktu dan kewajiban – kewajiban lain. Wajib adalah jika dikerjakan mendapat pahala, dan jika tidak dikerjakan mendapat dosa.

  1. Al-A’raf: 26, “Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian taqwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.”
  2. Al-Ahzab: 59, “Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istri, anak-anak perempuan dan istri-istri orang Mukmin, ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka mudah dikenali, oleh sebab itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha Penyayang.”

Banyak sekali alibi yang berkembang mengenai kewajiban berhijab. Ada pula yang mengatakan “Percuma berhijab tapi kelakuan nya tidak berubah”. Nah permasalahan seperti ini sebenarnya tidak akan terjadi jika kita memahami bagaimana esensi berhijab yang sebenarnya. Berhijab bukan sekadar mengenakan kerudung, tapi lebih daripada itu, cara kita berjalan, bergaul, berbicara, berfikir dan bertingkah laku adalah keseluruhan hijab.

Pada dasarnya hijab merupakan simbol muslimah yang taat. Hanya saja beberapa wanita kita telah terkontaminasi oleh pemikiran barat yang mengatakan bahwa berhijab tidak memberikan kebebasan kepada wanita, berhijab itu mengekang wanita dan sebagainya. Padahal jika ditelisik lebih dalam sesungguhnya berhijab itu melindungi wanita kita dari berbagai hal yang menjerumus kepada perzinahan. Dengan berhijab kesucian dan kecantikan wanita akan terlindungi dari hal-hal yang tidak diinginkan dengan sendirinya.

 

Sumber :  @Line Teladan Rasulullah

Leave a Reply

Your email address will not be published.