Bacaan Tahiyat Dialog Rasulullah dengan Alllah

Syafiq Riza Basalamah:

ANDAI kita mengetahui bahwa sebagian dari bacaan shalat itu adalah dialog antara RASULULLAH ﷺ dengan ALLAH AZZA WAJALLA, tentu kita tdk akan terburu-buru melakukannya

ALLAHU AKBAR ternyata bacaan shalat itu dpt membuat kita seperti berada di syurga…

Mari kita camkan dan renungkan kisah berikut ini, tentu akan berlinang air mata kita, Ma syaa Allah

Singkat cerita, pada malam itu Jibril عليه السم mengantarkan Rasulullah ﷺ naik ke Sidratul Muntaha. Namun karena Jibril عليه السلم tdk diperkenankan utk mencapai Sidratul Muntaha, maka Jibril عليه السلم pun mengatakan kepada Rasulullah SAW utk melanjutkan perjalanan sendiri tanpa dirinya

Rasulullah ﷺ melanjutkan perjalanan perlahan sambil terkagum-kagum melihat indahnya istana ALLAH ﷻ hingga tiba di Arsy… Setelah sekian lama menjadi seorang Rasul, inilah pertama kalinya Muhammad ﷺ berhadapan dan berbincang secara langsung dg ALLAH Azza wa Jalla… Bayangkanlah betapa indah dan luar biasa dahsyatnya moment ini, Ma syaa Allah

PERCAKAPAN Antara Muhammad Rasulullah ﷺ dgn ALLAH Subhanahu wata’ala :

a). Rasulullah ﷺ pun mendekat dan memberi salam penghormatan kepada ALLAH سبحانه وتعالى :

ATTAHIYYAATUL MUBAARAKAATUSH SHALAWATUTH THAYYIBAATU LILLAAH… (Semua ucapan penghormatan, pengagungan dan pujian hanyalah milik ALLAH)

b). Kemudian Allah سبحانه وتعالى menjawab sapaan-Nya :

ASSALAAMU ‘ALAIKA AYYUHAN NABIYYU WARAHMATULLAAHI WABARAKAATUH.

(Segala pemeliharaan dan pertolongan ALLAH untukmu wahai Nabi, begitu pula rahmat ALLAH dan segala karunia-Nya)

c). Mendapatkan jawaban seperti ini, Rasulullah ﷺ tdk merasa jumawa atau berbesar diri, justru beliau tidak lupa dengan umatnya (ini yang membuat kita sangat terharu)

Beliau menjawab dengan ucapan :

ASSALAAMU ‘ALAINAA WA ‘ALAA ‘IBADADILLAAHISH SHAALIHIIN

(Semoga perlindungan dan pemeliharaan diberikan kpd kami dan semua hamba ALLAH yg shalih). Bacalah percakapan mulia itu sekali lg… itu adalah percakapan Sang Tuhan dan hamba-NYA Dan di antara manusia, ada yang menjadi pembuka pintu-pintu kebaikan, dan pintu-pintu keburukan. Pembuka pintu kebaikan, adalah orang-orang soleh di sekitar kita yang selalu mengangkat kita kala terjatuh. Menasihati kita saat salah. Menyemangati di waktu lemah. Dan membimbing kita di dalam kebenaran. Cintai mereka, dan buat mereka mencintaimu. Merekalah penolongmu di dunia dan akhirat. Insya Allah.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.