ada saat dimana kita benar pun harus mengalah

Allah Ta’ala berfirman:

وَعِبَادُ الرَّحْمَنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا

“Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu ialah orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik.” (QS. Al Furqan: 63)

Yang dimaksud “يمشون على الأرض هوناً ” adalah mereka berjalan di muka bumi dalam keadaan tenang dan penuh kewibawaan. Lalu maksud firman Allah “وإذا خاطبهم الجاهلون “, yaitu ketika mereka diajak berbicara orang yang jahil yaitu dengan perkataan yang tidak menyenangkan. Hamba Allah yang beriman membalasnya dengan “سلاماً “, yaitu perkataan yang selamat dari dosa. (Aysarut Tafasir, 874)

Kata Ibnu Katsir rahimahullah,

فأما هؤلاء فإنهم يمشون من غير استكبار ولا مرح، ولا أشر ولا بطر،

“Adapun mereka berjalan tidak dengan sifat angkuh dan sombong.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim,10/319 )

Dalam tafsir Al Jalalain (365) disebutkan,

{ الذين يَمْشُونَ على الأرض هَوْناً } أي بسكينة وتواضع

Mereka -ibadurrahman- berjalan di muka bumi dalam keadaan ‘hawna’ yaitu dalam keadaan tenang dan tawadhu’.

Yang dimaksud berjalan dalam keadaan ‘hawnan’ menurut Mujahid adalah

يمشون بالوقار والسكينة

“Berjalan dengan penuh kewibawaan dan ketenangan.” (Zaadul Masiir, 6/101)

Sifat kedua: Bersikap lemah lembut meski mendapatkan perlakuan kasar.

Ketika orang yang jahil berkata kasar pada mereka -‘ibadurrahman-, mereka membalasnya dengan perkataan yang ‘sadaad’ (baik). (Zaadul Masiir, 6/101)

Al Hasan Al Bashri rahimahullah berkata,

لا يجهلون على أحد ، وإِن جهل عليهم حَلُموا

“Mereka ‘ibadurrahman tidak menjahili (berbuat nakal pada orang lain). Jika dijahili, mereka malah membalasnya dengan sikap lemah lembut.”

Maqotil bin Hayyan berkata, “Mereka membalasnya dengan perkataan yang tidak mengandung dosa.” (Zaadul Masiir, 6/101)

Sa’id bin Jubair berkata, “Mereka membalas (kejelekan) dengan perkataan yang baik.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 10/321)

Sumber :  @Line Teladan Rasulullah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *