Bersuara Keras di Depan Orang Tua

Imam Nawawi rahimahullah menerangkan bahwa ‘uququl walidain (durhaka kepada orang tua) adalah segala bentuk menyakiti keduanya. Taat kepada orang tua itu wajib dalam segala hal selain pada perkara maksiat. Menyelisihi perintah keduanya juga termasuk durhaka. (Syarh Shahih Muslim, 2:77).

’Abdullah bin ’Umar radhiyallahu ’anhuma berkata, ”Membuat orang tua menangis termasuk bentuk durhaka pada orang tua.” (Birr Al-Walidain, hlm. 8, Ibnul Jauziy)

Dari Thaisalah bin Mayyas , ia berkata, “Ketika tinggal bersama An-Najdaat, saya melakukan perbuatan dosa yang saya anggap termasuk dosa besar. Kemudian saya ceritakan hal itu kepada ‘Abdullah bin ‘Umar. Beliau lalu bertanya, ”Perbuatan apa yang telah engkau lakukan?” ”Saya pun menceritakan perbuatan itu.” Beliau menjawab, “Hal itu tidaklah termasuk dosa besar. Dosa besar itu ada sembilan, yaitu mempersekutukan Allah, membunuh orang, lari dari pertempuran, memfitnah seorang wanita mukminah (dengan tuduhan berzina), memakan riba’, memakan harta anak yatim, berbuat maksiat di dalam masjid, menghina, dan menyebabkan tangisnya kedua orang tua karena durhaka kepada keduanya.” Ibnu Umar lalu bertanya, “Apakah engkau takut masuk neraka dan ingin masuk surga?” ”Ya, saya ingin”, jawabku. Beliau bertanya, “Apakah kedua orang tuamu masih hidup?” “Saya masih memiliki seorang ibu”, jawabku. Beliau berkata, “Demi Allah, sekiranya engkau berlemah lembut dalam bertutur kepadanya dan memasakkan makanan baginya, sungguh engkau akan masuk surga selama engkau menjauhi dosa-dosa besar.” (HR. Bukhari dalam Adabul Mufrod no. 8, shahih. Lihat Ash-Shahihah, 2898)

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, “Ada seseorang yang mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia ingin meminta izin untuk berjihad. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallamlantas bertanya, ‘Apakah kedua orang tuamu masih hidup?’ Ia jawab, ‘Iya masih.’ Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda, ‘Berjihadlah dengan berbakti kepada keduanya.’” (HR. Muslim, no. 2549)

Sumber :  @Line Teladan Rasulullah

Anak Muda dan Agama

Seorang ulama mengatakan, “Anak muda yang benar-benar belajar ilmu agama akan terlihat lebih dewasa dari umurnya, karena yang di copy paste adalah sikap Nabi Muhammad Shalallahu Alai Wasalam yang diutus sebagai rosul di umur 40 tahun.

Al Mubarak dikitab zuhud menukil dari perkataan Hasan Al Bashri rahimahullah

“Penuntut ilmu akan terlihat perubahannya kekhusyuannya, dari attitude, lisan, serta perbuatan tangannya”.

Sikapnya akan lebih tenang, tidak labil, tidak mudah panik, tidak mudah galau, itulah karakter penuntut ilmu Agama yang benar.

Sumber :  @Line Teladan Rasulullah

Inilah Toleransi Yang Sebenarnya

Bahkan Rasul pun bermuamalah dengan adil dengan kaum kuffar di masa beliau.

Jika beliau membeli sesuatu, maka beliau bayar.

Jika beliau menggadaikan sesuatu, maka beliau tembus.

Beliau tidak pernah masuk ke toko orang kafir lalu mengambil barang dagangannya semena mena, tidak pernah.

Bahkan inilah yang disebutkan Panglima Romawi heraklius yang sempat ditawan kaum Muslimin, ia mengatakan di depan raja,

“Demi tuhan, aku melihat mereka jika masuk ke suatu tempat kemudian makan di kampung tersebut, pasti mereka membayarnya. Apabila datang malam, laksana lebah karena suara mereka membaca kitab sucinya, dan apabila datang siang maka mereka laksana singa ganas yang siap menerkam musuh.”

Inilah Islam…Islam yang benar..

Dan menjamin keselamatan harta, jiwa dan kehormatan mereka ketika mereka berada di wilayah Islam.

Begitu juga yang dilakukan khulafau rasyidin. Banyak diantara mereka yang masuk islam dengan sepenuh hati.

(Jizyah, atau pajak keamanan bagi orang kafir di wilayah Islam).

Bagi yang tidak ingin masuk Islam, maka bagi mereka hendaknya membayar Jizyah. Yaitu sebuah biaya yang dibayar untuk menjamin keamanan dan bukti loyal mereka kepada kaum Muslimin.

Tahukah anda, bahwa Jizyah bagi orang kafir itu sangat sedikit ?

Dan tidak diwajibkan bagi orang kafir dari kalangan wanita, anak anak dan orang gila.

Bahkan lebih sedikit dibanding zakat bagi kaum muslimin yang wajib wanita dan orang yamg di rumah.

Di zaman Rasulullah, jizyah tidak lebih dari 1 dinar setiap tahunnya. Dan ini tidak sebanding dengan keadilan, keamanan dan lain lainnya.

Maka semoga kita menghargai batasan batasan agama islam karena sesungguhnya agama yang benar di sisi Allah adalah Islam.

 

Admin Suara Madinah