Nabi Nuh ‘alayhi salaam

Apa yang ada di benakmu ketika mendengar tentang seorang Nabi yang diperintahkan Allah membuat sebuah kapal ?

Apa yang ada di benakmu ketika mendengar tentang kisah seorang anak nabi yang berkata pada ayahnya, “Menjauhlah kamu, aku akan berlindung ke gunung yang dapat menyelamatkanku dari air bah ini!”

Adalah kisah nabi Nuh ‘alayhi salaam, nabi yang mendapat gelar ulul azmi karena kesabarannya yang luar biasa dalam berda’wah.

Mempelajari shirahnya, seperti berjalan di hamparan kebun-kebun hikmah. Di antaranya adalah;

Pertama, bekal wajib penyeru dakwah ilallaah adalah sabar; sabar dalam terus mengajak kebaikan, dan sabar atas penolakan objek dakwah. Juga ketika dicela, meskipun kita menghendaki kebaikan pada mereka.

Kedua adalah, tidak lari dari medan dakwah. Sehebat apapun penentangan yang dihadapi, Nabi Nuh tidaklah memohon agar kaumnya dihancurkan, tidak.

kecuali setelah Allah swt memberitahunya bahwa tidak ada yang akan beriman lagi di antara mereka. Dan keberadaannya, justru membuat orang lain dalam kesesatan.

Ketiga, bahwa tugas seorang muslim adalah berdakwah! , Adapun hidayah adalah hak prerogatif Allah swt saja.

Sekalipun itu keluarga terdekat, jika Allah swt tidak menentukan mendapat hidayah, maka ia tidak akan beriman sebagaimana pula kisah paman Nabi Muhammad saw., Abu Thalib yang meninggal dalam keadaan kafir.

Keempat, hikmah tersirat yang bisa diambil dari Nabi Nuh adalah, makna kalimat ‘cukup bagiku Allah’

Ingatkah ketika Kan’an menentang Nabi Nuh & memilih berlindung di gunung ? Nabi Nuh berkata; “wahai Kan’an tidak ada yang dapat menyelamatkanmu kecuali Allah swt.”

Dan benar, sekuat apapun gunung, setinggi apapun ia di atas permukaan laut, tetap tidak bisa menyelamatkan Kan’an jika Allah sudah menetapkan tidak .

Demikian beberapa petikan hikmah di balik kisah kesabaran luar biasa Nabi Nuh dalam berda’wah.

Sumber :  @Line Teladan Rasulullah