Berat, bukan berarti tidak mungkin

Tentang mengikhlaskan..

Kehilangan adalah sebuah proses yang harus dilalui dalam kehidupan.

Memang, sesungguhnya apa-apa pun yang ada dalam kehidupan kita di dunia ini, tiada yang abadi.

Kehilangan adalah sebuah kenikmatan.

Kenikmatan bagi hati yang menikmati dan mengikhlaskan.

Kehilangan bukanlah saat mencari kambing hitam atas sesuatu kesalahan,

Tetapi inilah saat yang sangat berharga untuk memperkuatkan sangka baik terhadap Allah.

Yang datang, pasti akan pergi

Yang hilang, pasti akan diganti

Jangan risau..

Sumber :  @Line Teladan Rasulullah

Ketika Nikah Semakin Mahal dan Zina Semakin Murah

Pada zaman sekarang ini telah kita ketahui bersama, kemaksiatan semakin merajalela, terutama perzinaan. Anak muda bukan mahram saling berpegangan, berboncengan tanpa rasa malu karena telah menjadi hal yang lumrah dalam keseharian mereka. Kita sebagai generasi muslim yang berilmu berlindung dari hal-hal semacam itu. Untuk menghindari perbuatan zina, alangkah baiknya kita simak hadits berikut ini :

يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ. “Wahai para pemuda! Barangsiapa di antara kalian berkemampuan untuk menikah, maka menikahlah, karena nikah itu lebih menundukkan pandangan, dan lebih membentengi farji (kemaluan). Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia shaum (puasa), karena shaum itu dapat membentengi dirinya.”[1]

Kalau kita kembalikan tujuan menikah kepada hadits di atas, maka akan kita dapati alangkah besarnya manfaat menikah, karena dalam menjaga kita dari perbuatan zina, dan jika kita belum mampu untuk menikah, maka hendaknya kita berpuasa.
Opini yang ada di masyarakat zaman sekarang adalah, pernikahan adalah sesuatu yang membutuhkan biaya yang tidak sedikit, padahal kalau kita membaca hadits, maka kita akan dapati bahwa pernikahan dalam dilangsungkan dengan sederhana, misalkan dalam hal ini adalah mahar. Banyak hadits yang menerangkan tentang mahar

Abu Dawud meriwayatkan dari ‘Uqbah bin ‘Amir Radhiyallahu anhu, ia mengatakan: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

خَيْـرُ النِّكَـاحِ أَيْسَـرُهُ. ‘Sebaik-baik pernikahan ialah yang paling mudah.’”[2]

Dalam riwayat Ahmad:

إِنَّ أَعْظَمَ النَّكَـاحِ بَرَكَةً أَيَْسَرُهُ مُؤْنَةً. “Pernikahan yang paling besar keberkahannya ialah yang paling mudah maharnya.”[3]

Sehingga, alangkah baiknya kita luruskan niat dan tujuan kita jika ingin menikah, dan menikah tidaklah harus mahal, yang terpenting adalah terpenuhinya rukun dan syaratnya secara syar’i.

Sumber :  @Line Teladan Rasulullah

5 Fakta Memilukan Kehidupan Palestina di Bawah Jajahan Israel

 

PALESTINA telah dijajah Israel selama kurun waktu 60 tahun, dalam sepuluh tahun terakhir terisolasi dari dunia luar akibat blokade negara zionis tersebut.

Invasi dan blokade Israel sangat menyulitkan kehidupan warga Palestina selama ini. Berikut kami sajikan lima fakta memilukan kehidupan Palestina di bawah jajahan Israel seperti disitat dari MeMo.

Pertama, Krisis air.

Air merupakan hal yang sangat vital bagi kehidupan. Namun, pemerintah Israel menerapkan skema pembagian air di Wilayah Pendudukan Palestina, di mana warga Palestina memiliki akses terbatas terhadap sumber daya air di tanah mereka sendiri.

Konsumsi air di Palestina (di Tepi Barat) adalah sekitar 79 liter perkapita perharinya pada tahun 2014, sangat jauh di bawah rekomendasi WHO sebanyak 100 liter perkapita perhari untuk keperluan rumah tangga.

Israel juga menyita mata air, yang digunakan untuk irigasi dan tujuan rekreasi. Tiga puluh mata air Palestina berada di bawah kontrol penuh pemukim Yahudi ilegal, tanpa member akses untuk warga Palestina ke mata air itu. Selain itu, Palestina hanya memiliki akses parsial ke pantai Laut Mati, dan bahkan tidak diperbolehkan untuk pergi ke sana.

Kedua, Tak punya hak pilih.

“Tidak ada pajak tanpa perwakilan” sebuah prinsip yang dilanggar Israel dengan sistem kependudukannya, hal ini dilembagakan untuk membatasi kehidupan warga Palestina serta partisipasi politik mereka.

Sekitar 300 ribu warga Yerusalem Timur tidak dapat memilih wakil mereka di parlemen Israel, warga Palestina juga kesulitan mengakses fasilitas dasar publik meskipun mereka dikenakan pajak oleh negara. pencaplokan Israel dari Yerusalem Timur masih ilegal menurut hukum internasional.

Ketiga, Terampas tanahnya.

Israel secara de facto menerapkan kebijakan aneksasi melalui pemukiman ilegalnya. Ada sekitar 125 bangunan pemerintahan dan 100 pemukiman ilegal di Tepi Barat, yang merupakan tuan rumah bagi lebih dari setengah juta pemukim di OPT tersebut. Aneksasi ini adalah ilegal berdasarkan hukum internasional sesuai Pasal 49 dari Konvensi Jenewa Keempat.

Selain melanggar hak-hak dasar warga Palestina, pemukiman illegal ini mengeksploitasi sumber daya Palestina. Pemerintah Israel memperkirakan bahwa nilai barang yang diproduksi di pemukiman yang terletak di Tepi Barat dan diekspor ke Eropa adalah sekitar $ 300 juta dollar per tahun. Selain eksploitasi ekonomi, pemukim Israel secara teratur menyerang Palestina beserta properti mereka secara fisik tanpa menghadapi tuntutan pidana.

Keempat, Kebebasan yang terenggut.

Kebebasan bergerak dilanggar terus-menerus. Israel memisahkan sistem jalan, sehingga warga Palestina dilarang mengemudi dengan jarak lebih dari 65 km di Tepi Barat, dibatasi untuk penggunaan pemukim Yahudi.

Terlepas dari ratusan hambatan yang bermunculan secara ad hoc, ada 99 pos pemeriksaan tetap di Tepi Barat. Selain itu sepanjang 712 kilometer Tembok Aneksasi, menjadi simbol perwujudan pendudukan Israel. Sekitar 85% tembok pemisah telah dibangun di wilayah yang diduduki, bukan pada sisi Israel—dimana Gencatan Senjata diakui secara internasional (Green Line).

Kelima, Akses komunikasi terbatas.

Israel membatasi sektor komunikasi internet Palestina selama bertahun-tahun, penyedia layanan internet Palestina dilarang untuk menawarkan akses internet 3G, dengan dalih kekhawatiran keamanan. Kecepatan internet di Tepi Barat, merupakan yang paling lambat di dunia

Sumber : https://www.islampos.com/lima-fakta-memilukan-kehidupan-palestina-jajahan-israel-2328/

Membersihkan hati dari iri dan dengki

Suatu ketika Rasulallah sedang berkumpul dengan para sahabat. Tiba-tiba datang sahabat yang lain. lalu Nabi berkata : “Dia adalah calon penghuni surga” sambil menunjuk sahabat yang baru datang tersebut.

Dimata sahabat yang lain, Sahabat yang disebut Nabi sebagai calon penghuni surgaitu adalah sahabat yang biasa-biasa saja. Tidak menonjol dalam ibadah ataupun amalan shalih.

Lalu kemudian Abdullah bin Umar penasaran terhadap sahabat tersebut, singkat cerita Abdullah bin Umar meminta untuk menginap beberapa hari di rumah sahabat tersebutdengan alasan bahwa dirinya sedang bertengkar dengan ayahnya meskipun itu bohong. Hal demikian dilakukan guna mengetahui amalan yang dikerjakannya sehingga Nabi menyebutnya sebagai calon penghuni surga.

Selama Abdullah bin Umar menginap dirumahnya, ternyata tidak ditemukan amalan yang istimewa padasahabat tersebut, sholatnya biasa saja. Ibadah yang lainpun biasa saja. Dan ini yang membuat Abdullah bin Umar semakin penasaran. Hingga pada akhirnya Abdullah mengungkapkan niat dan tujuan yang sebenarnya.

Lalu akhirnya sahabat itu mengungkapkan satu amalan yang dia terus amalkan setiap malam menjelang tidur.

Apa amalan tersebut?. Yaitu bahwa setiap dia ingin tidur, dia selalu membersihkan hatinya dari iri dan dengki, tidak ada kebencian satupun yang ia bawa tidur. Kesalahan orang-orang terhadapnya selalu ia maafkan dan tidakada dendam sama sekali. Dan itu ia amalkan setiap hari tanpa ada putus.

Nah, Bisa kah kita seperti itu ? Memaafkan semua kesalahan orang yang dilakukan terhadap kita ? menyingkirkan rasa iri dan dengki ? tidak menyimpan rasa dendam atau benci terhadap orang ?

Memang sulit, oleh sebab itulah betapa istimewanya amalan ini. Membersihkan hati dari setiap penyakit hati, hati bersih amalan yang lain pun akan terasa istimewa. Hati kotor, lah gimana ibadah yang lainya

Sumber :  @Line Teladan Rasulullah