Ramadhan, ibadah wajib kadang dilalaikan,ibadah sunnah banyak ditinggalkan

Ramadhan, ibadah wajib kadang dilalaikan,ibadah sunnah banyak ditinggalkan

Maka di bulan suci, ia berazam memperbaiki diri & ibadahnya.Salah satunya shalat berjamaah.Diluar Ramadhan,ia kerap masbuk shalat berjamaah.Kadang sampai 5 waktu shalat dalam sehari.

Targetnya di bulan penuh rahmat,tidak akan tertinggal lagi shalat jamaah.Ia mengharuskan diri selalu ikut takbir pertama imam.Dan kenyataannya,ia memang mampu setelah mengatur waktunya dengan baik.

Hari ke 1,alhamdulillah lancar tertunaikan. Hari ke 2 juga demikian & seterusnya hingga hari ke 5. Shalatnya tidak lagi ketinggalan.

Cobaan datang pada 6 Ramadhan 1437,Sabtu (11/06/2016). Shubuh itu,entah ada apa, takmir masjid dekat rumahnya memutuskan mengumandangkan iqamat lebih cepat dari biasanya. Padahal biasanya iqamat berkumandang 10 menit selepas azan. Dan, nahas, bagi Ihsan.

Baru saja ia selesai shalat sunnah fajar di rumah, iqamat sudah berkumandang. Jarak rumahnya ke masjid di sebuah kota di Jawa Timur itu memang dekat, 200-an meter. Ia shalat sunnah di rumah untuk mengamalkan hadits mengenai keutamaan amalan ini.

Walau sedekat itu jaraknya, dia tidak sempat mengikuti takbir pertama imam. Lemaslah dia.Semangatnya tiba tiba menurun ke titik mengkhawatirkan. Asa yang ia pupuk selama 5 hari, hancur berkepingan.

“Ya Allah!” rintihnya tiba tiba ingat kepada Allah, “gagal saya,” lanjutnya meratapi nasib.

Jangan Merasa Bisa

Selepas shubuh itu, ia memuhasabah diri.Berbagai pertanyaan ia ajukan untuk dijawab sendiri. Apa yang terjadi? Apa yang hendak Allah tunjukkan?

Ia tidak mungkin marah kepada takmir yang mengumandangkan iqamat di luar jadwal. Ia tidak mungkin meluapkan emosi kepada imam yang barangkali minta iqamat disegerakan. Ia hanya bisa menyesalkan keadaan. Yang paling ia sesali adalah terlalu sombongnya dirinya karena tak meminta pertolongan Allah.

 

Sumber :  @Line Teladan Rasulullah