Ingatlah kawan

Matimu,

-Tak menunggu kau tua

-Tak menunggu kau sakit

-Tak menunggu kau miskin

Mati tak kenal permisi

Mati tak tau adab ketuk pintu

Dia datang dengan tiba-tiba,

Tak disangka dan seringkali, disaat yang tak terduga.

*** Bisa jadi post ini adalah postingan terakhir yang kau baca ***

Sadarilah kawan,

Ajal itu sadis, maut itu bengis

Hanya karena rahmat Allah saja mati terasa indah bagi sebagian mereka yang ta’at dan patuh.

Wahai kawan,

Sebelum saat itu tiba,

Kembalilah segera,

Hijrah lah saat ini juga,

Tidakkah kau lihat?

Tidakkah kau pahami?.

bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah? .

Kawan,

Sebagai saudara se islam dan se keyakinan

Aku hanya bisa memperingatkan,

Untuk urusan hatimu, biarlah ku serahkan

kepada yang maha membolak-balikkan hati

Pengingat diri dakwah berkah

 

Sumber :  @Line Teladan Rasulullah

Jangan Risau penilaian manusia

Kamu tidak perlu merisaukan sesuatu yang ada di depan mata manusia,

jika orang lain melihatmu tampak berbeda dari sebelumnya,

yakinlah, engkau tidak terlihat berbeda di hadapan Allah.

teruslah berusaha menuju baik,

sesungguhnya hati seburuk apapun menginginkan sebuah kebaikan.

Jangan iri pada apa yang diberikan Allah kepada orang lain,

karena engkau tidak tahu apa yang diambil oleh Allah darinya.

Dan jangan bersedih dari apa yang telah Allah ambil darimu,

karena engkau tidak akan tahu apa yang akan Allah gantikan untukmu.

teruslah berjalan menuju baik,

sampai Allah yang akan turun langsung dalam menjaga perjalanan menuju baikmu.

 

Sumber :  @Line Teladan Rasulullah

Allah SWT Yang Maha Mengetahui

Bagaimana dengan Yang Maha Mengetahui? Allah SWT mengawasi manusia 24 jam sehari atau setiap detik tidak ada lengah. Didalam melakukan pengawasan, ada 3 cara yang dilakukan Allah SWT:

  1. Allah SWT melakukan pengawasan secara langsung. Tidak tanggung-tanggung, Yang Menciptakan kita selalu bersama dengan kita dimanapun dan kapanpun saja. Bila kita bertiga, maka Dia yang keempat. Bila kita berlima, maka Dia yang keenam (QS. Al Mujadilah 7). Bahkan Allah SWT teramat dekat dengan kita yaitu lebih dekat dari urat leher kita. “Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.” (QS. Qaaf 16)
  2. Allah SWT melakukan pengawasan melalui malaikat. “ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri.” (QS. Qaaf 17)

Kedua malaikat ini akan mencatat segala amal perbuatan kita yang baik maupun yang buruk, yang besar maupun yang kecil. Tidak ada yang tertinggal. Catatan tersebut kemudian dibukukan dan diserahkan kepada kita (QS. Al Kahfi 49)

  1. Allah SWT melakukan pengawasan melalui diri kita sendiri. Ketika kelak nanti meninggal maka anggota tubuh kita seperti tangan dan kaki akan menjadi saksi bagi kita. Kita tidak akan memiliki kontrol terhadap anggota tubuh tersebut untuk memberikan kesaksian sebenarnya. “Pada hari ini Kami tutup mulut mereka dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.” (QS. Yaasiin 65)

Kesimpulannya, kita hidup tidak akan bisa terlepas dimanapun dan kapanpun saja dari pengawasan Allah SWT. Tidak ada waktu untuk berbuat maksiat. Tidak ada tempat untuk mengingkari Allah SWT. Yakinlah bahwa perbuatan sekecil apapun akan tercatat dan akan dipertanyakan oleh Allah SWT dihari perhitungan kelak.

Sumber :  @Line Teladan Rasulullah

Siapa saja Orang yang Terbebas dari Pertanyaan Kubur?

SETELAH manusia meninggal nanti, ia mengalami kehidupan di alam kubur. Di dalam kubur itu, ia menunggu dibangkitkan sampai datangnya hari kiamat. Dan di alam kubur nanti ia akan ditanya oleh malaikat Munkar dan Nakir. Namun ternyata, ada beberapa golongan orang yang terbebas dari pertanyaan di dalam kubur. Berikut ini uraiannya.

  1. Orang yang mati syahid
    Dari Rasyid bin Sa’ad, dari beberapa sahabat nabi, disebutkan bahwa ada seseorang yang bertanya pada Nabi Muhammad SAW.
    “Wahai Rasulullah SAW, mengapa orang-orang beriman akan diuji dalam kubur, kecuali para syuhada?” Beliau menjawab, “Kilatan pedang yang berkelabat di atas kepala mereka sudah cukup menjadi ujian bagi mereka.”
  2. Ribath (berjaga di tapal batas wilayah muslim untuk mencegah serangan musuh) di jalan Allah
    Salman mengatakan, ia mendengar Rasulullah SAW bersabda,
    “Ribath sehari semalam lebih baik dari puasa dan shalat malam sebulan. Kalau seseorang mati dalam kondisi seperti ini, amalnya akan mengalir dan dicurahkan rizki atasnya serta dijamin bebas dari ujian (kubur).”
  3. Meninggal dikarenakan sakit perut
    Abu Ishaq As-Syu’aiby berkata, Sulaiman bin Shord berkata kepada Khalid bin Urfathah atau sebaliknya, Khalid berkata kepada Sulaiman,
    “Apakah kamu mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Barangsiapa meninggal karena sakit perut, tidak akan diazab dalam kuburnya’.” Salah seorang dari mereka menjawab, ‘Ya’.”
  4. Bacaan surat Al-Mulk
    Rasulullah SAW bersabda, “Surat tabarak akan mencegah azab kubur.”
  5. Meninggal pada hari Jum’at
    Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada seorang Muslim yang meninggal pada hari Jum’at atau malam jumat kecuali Allah pasti akan menjaganya dari fitnah kubur.”

Sumber: Misteri Malam Pertama di Alam Kubur/Jubair Tablig Syahid/Cable Book/Juni 2012