Bersyukur

Semua hanyalah perihal bagaimana kita bisa menerima apa yang sudah Allah berikan pada kita.

Jika kita pandai mensyukuri apa yang selalu diberi meski sedikit pastilah rasanya begitu nikmat dan cukup dibanding diberi banyak namun tak bisa mensyukuri pasti rasanya akan tetap kurang dan terus kurang.

Bersyukurlah semoga segalanya menjadi berkah.

 

Sumber :  @Line Teladan Rasulullah

Dosa anak cucu Adam itu berasal dari lisannya

Ukhti, pasti kita sering merasa atau menganggap bahwa diri kita ini sudah lebih baik dari orang lain, padahal itu tidak luput dari peran Allah yang masih menutupi aib kita… ketika kita membicarakan orang lain, tanpa merasa bersalah sedikitpun bahkan tanpa filter apapun rasanya seperti tumpahan air dari keran. kejelekan dan keburukan orang lain nyaris tanpa sisa keluar begitu saja dari mulut kita yang sebut saja menganggap diri sudah cukup baik, astagfirullah.. kita suka lupa sama kata-kata “lidahmu jangan kau biarkan untuk membicarakan kekurangan orang lain, karena kau punya kekurangan dan orang lainpun punya lidah” ( Imam Syafi’i )

Sebagai muslimah yang baik sepatutnya kita harus menjaga dan mengendalikan lisan, bicara yang baik atau diam.

Karena “dosa anak cucu Adam itu berasal dari lisannya.”

( HR. AthTabrani & Al Baihaqi )

Sumber :  @Line Teladan Rasulullah

Hukum Karma, Adakah dalam Islam ?

Dikutip dari Islampos.com

ISTILAH karma berasal dari ajaran agama Budha and Hindu. Arti sederhana dari karma adalah segala perbuatan yang dilakukan akan memiliki akibat pada pelaku di masa selanjutnya. Tindakan buruk saat ini akan berakibat keburukan di masa datang. Perilaku baik akan berakibat kebaikan.

Dalam kitab Abhidamma dikatakan bahwa setiap impresi rasa, yakni seluruh perilaku manusia, dapat dianggap sebagai akibat dari karma. Dalam doktrin ini, apabila seseorang terlahir sebagai orang miskin, maka itu terjadi karena akibat perilaku orang tersebut pada kehidupan sebelumnya.

Itu artinya, kehidupan manusia di dunia itu bukan hanya sekali tetapi berulang-ulang. Kehidupan sekarang adalah akibat dari kehidupan sebelumnya dan akan berdampak pada kehidupan masa datang.

Jadi doktrin karma dalam agama Budha adalah: (a) Adanya hukum sebab akibat dan itu terjadi di dunia; (b) adanya reinkarnasi yakni bahwa kehidupan saat ini adalah titisan kehidupan masa lalu dan akan menitis pada kehidupan (orang lain) di masa datang.

Pandangan Islam tentang Karma

Islam juga mengenal doktrin sebab akibat bahwa perbuatan baik akan berakibat baik dan perilaku buruk akan berakibat buruk.

Akibat dari perbuatan manusia terkadang akan dirasakan di dunia ini saat kita masih hidup. Ini mirip dengan karma

Dalam QS Ar-Rum 30:41 Allah berfirman:

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِى النَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ الَّذِى عَمِلُوا۟ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Artinya: Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).

Dalam QS As-Sajdah 32:21 Allah berfirman:

وَلَنُذِيقَنَّهُم مِّنَ الْعَذَابِ الْأَدْنَىٰ دُونَ الْعَذَابِ الْأَكْبَرِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Artinya: Dan Sesungguhnya Kami merasakan kepada mereka sebahagian azab yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat), mudah-mudahan mereka kembali (ke jalan yang benar).

Namun, mayoritas balasan dari tindakan kita akan terjadi di akhirat, pada kehidupan setelah mati. Tepatnya setelah kiamat tiba.

Dalam QS An-Nahl 16:61 Allah berfirman:

وَلَوْ يُؤَاخِذُ اللَّـهُ النَّاسَ بِظُلْمِهِم مَّا تَرَكَ عَلَيْهَا مِن دَآبَّةٍ وَلٰكِن يُؤَخِّرُهُمْ إِلَ أَجَلٍ مُّسَمًّى ۖ فَإِذَا جَآءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَـْٔخِرُونَ سَاعَةً ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ

Artinya: Jikalau Allah menghukum manusia karena kezalimannya, niscaya tidak akan ditinggalkan-Nya di muka bumi sesuatupun dari makhluk yang melata, tetapi Allah menangguhkan mereka sampai kepada waktu yang ditentukan. Maka apabila telah tiba waktunya (yang ditentukan) bagi mereka, tidaklah mereka dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak (pula) mendahulukannya.

Oleh karena itu, dalam Islam orang jahat bisa saja memiliki kehidupan yang tenang di dunia bersama anak dan istrinya. Namun, jelas ia akan mendapat hukuman yang setimpal kelak di akhirat.

Perilaku yang baik di dunia akan mendapat pahala yang setimpal di akhirat. Tindakan jahat dan buruk di dunia akan berakibat hukuman yang setimpal di akhirat kelak.

Dalam QS An-Sajdah 32:21 Allah berfirman:

وَلَنُذِيقَنَّهُم مِّنَ الْعَذَابِ الْأَدْنَىٰ دُونَ الْعَذَابِ الْأَكْبَرِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Artinya: Dan Sesungguhnya Kami merasakan kepada mereka sebahagian azab yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat), mudah-mudahan mereka kembali (ke jalan yang benar).

Karma = Reinkarnasi

Hukum karma dalam Budha juga berkaitan dengan reinkarnasi–penitisan kehidupan seseorang yang sudah mati pada orang lain yang masih hidup. Artinya, nasib yang dialami saat ini sebagai akibat dari kehidupan (orang lain) di masa lalu. Dan perilaku sekarang akan berakibat pada kehidupan (orang lain) selanjutnya.

Dalam Islam, reinkarnasi tidak dikenal. Manusia hidup di dunia hanya sekali. Dan setiap orang bertanggung jawab dan memikul akibat dari apa yang dia lakukan sendiri.

Dalam QS An Najm 53:39-41 Allah berfirman:

وَأَنْ لَيْسَ لِلْإِنْسَانِ إِلَّا مَا سَعَى (*) وَأَنَّ سَعْيَهُ سَوْفَ يُرَى (*) ثُمَّ يُجْزَاهُ الْجَزَاءَ الْأَوْفَى

Artinya: Bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya. Bahwasanya usaha itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya), kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna.

Sumber: alkhoirot

Sedekah menjaga diri dari neraka

Berharaplah kepada Allah menjadi orang kaya yang rajin sedekah dengan ikhlash. Karena kelak banyak penghuni Neraka berharap bisa diberikan kans ke dunia untuk sedekah dan jadi saleh. .

Jika merasa takut terfitnah dengan harta melimpah, berharaplah kepada Allah agar menjadi orang sederhana namun qana’ah dan tetap rajin sedekah dengan ikhlash. .

Karena Neraka juga menerima orang-orang yang tidak kaya namun kufur nikmat alih-alih kufur terhadap Allah. .

Bahkan Anda sisihkan setiap hari hanya 2.000 untuk sedekah, selama ikhlash, itu akan menjadi saksi di Hari Akhir. Tangan menjadi saksi, malaikat menjadi saksi, bumi menjadi saksi, dan orang yang ditunasi bahagia karena pemberian Anda insya Allah menjadi saksi. .

Jagalah diri Anda dari api Neraka walau dengan sebutir kurma

Sumber :  @Line Teladan Rasulullah

Penerus Media Islam