Menghafal bulan hijriah

TAHUN Hijriah merupakan tahun umat islam, seperti tahun masehi pada umumnya, tahun hijriah pun memiliki 12 bulan. Namun ironis, saat ini tak sedikit umat islam yang lupa pada nama-nama bulan hijriah atau bahkan ada yang tidak mengetahuinya.

Nah, berkaitan dengan hal tersebut, tentu dibutuhkan suatu metode untuk menghafal bulan-bulan hijriah dengan mudah. Apalagi, bagi para orangtua yang mempunyai anak. Tentu, metode ini bisa berguna untuk mengajarkan bulan-bulan hijriah kepada anak-anak mereka.

Salah satu metode yang bisa digunakan untuk mempermudah menghafal bulan-bulan hijriah ialah dengan metode kisah.

Berikut kisah menarik untuk mudah menghafal bulan-bulan hijriah:

Alkisah sebuah keluarga yang hidup bahagia, kepala kelurganya bernama MUSHO. Ia mempunyai istri yang sholih bernama RORO. Dan mempunyai pembantu bernamaJUJU. Dari hasil pernikahan mereka lahir dua orang bayi kembar yang lucu, karena kembar namanya sama yaitu ROSYA & ROSYA. Selang beberapa tahun kemudian lahir anak ketiga yang imut, tembem dan menggemaskan diberi nama DZUL- DZUL.

Dari kisah di atas, bagaimana sudah hafal cerita kan? Nah, untuk mengetes daya tangkap Anda dalam kisah di atas, silahkan jawab pertanyaan di bawah ini:

1. Siapa lelaki yang menjadi kepala keluarga?
2. Siapa nama perempuan yang menjadi istrinya?
3. Siapa pembantu dirumah mereka?
4. Siapa nama anak kembarnya?
5. Siapa anak ketiga pasangan suami istri itu?

Sebenarnya, nama-nama di atas merupakan singkatan dari bulan-bulan hijriah. Berikut penjelasannya:

MUSO : Muharram- Shoffar

RORO: Robiul awal-Robiul akhir

JUJU: Jumadil awal-Jumadil akhir

Si kembar bernama ROSYA dan ROSYA, jangan sampai terbalik ROSYA yang pertama : Rojab- Sya’ban

Sedangkan Rosya yang kedua : Romadhon- Syawwal

Dan terakhir ada DZUL DZUL: Dzulqo’dah- Dzulhijjah

Nah, bagaimana Anda sudah mengingat cerita dan hafal bulan-bulan hijriahnya? Selamat mencoba!

Sumber: https://www.islampos.com/belum-hafal-bulan-hijriah-yuk-belajar-metode-kisah-2191/

Syukur & Sabar

Sahabat bagaimana kabar imannya?

Semoga masih Allah yang menjadi satu satunya alasan dihati ya

Bagaimana tentang pagi ini? Sudahkah teman semua bersyukur akan nikmat Allah?

Kita manusia kadang lalai bukan…

Selalu terfokus pada hal hal yang jauh، yang belum kita miliki ataupun yang orang lain miliki

Padahal nikmat Allah itu luas banyak dan tak ternilai..

Melebihi oksigen yg tak perlu kita bayar disetiap hembusan nafas kita

Hadits: “Pandanglah orang yang berada di bawahmu (dalam masalah harta dan dunia) dan janganlah engkau pandang orang yang berada di atasmu (dalam masalah ini). Dengan demikian, hal itu akan membuatmu tidak meremehkan nikmat Allah padamu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Sahabat kita tentu pernah bukan dihadapkan pada pilihan-pilihan didunia ini، tentang hal yang fana yang mencoba menggoyahkan iman dan hati kita untuk istiqomah hijrah menujuNYA

Tapi…

“Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. Dan sesungguhnya kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan”. (QS. An Nahl: 96)

Jadi tetaplah Bersyukur dan Bersabar

Begitulah ISLAM mengajarkan kita… Keep Istiqomah dan Selamat menebar Manfaat Sahabat Salam Hijrah

 

Sumber :  @Line Teladan Rasulullah

Mengapa Ketika Ibadah kita Tidak Nyaman ?

Dikutip dari Islampos.com

IMAN itu manis, ibadah itu manis, taat itu manis, yang hanya bisa dirasakan oleh hati yang sehat.
Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa saat kita melakukan ketaatan, kita selalu merasa tidak nyaman? Bahkan merasa sulit untuk melakukannya?

Bukankah taat itu nikmat?

Shalat itu menenangkan?

Ibadah itu rasanya lezat?

Tapi mengapa seolah menjadi beban yang sangat berat bagi kita?

Jawabannya adalah karena hati kita sedang sakit…

Karena dia sakit, sehingga tidak bisa menikmati yang lezat…

Ibnul Qoyim menyebutkan teori pengobatan orang sakit. Teori ini berlaku dalam semua tindakan pengobatan orang yang sakit, baik sakit fisik maupun sakit hati.

Kata Ibnul Qoyim,
Menjaga kesehatan berporos pada 3 hal: [1] Menjaga kekuatan, [2] Perlindungan dari sesutau yang memperparah sakitnya dan [3] Membersihakan sumber penyakit.

Dan para dokter selalu memperhatikan 3 prinsip ini. (Ighatsah al-Lahafan, 1/16).

  1. Menjaga Kekuatan
    Dalam menjaga kesehatan hati, kita harus memberikan nutrisi bagi hati. Diantaranya dengan banyak berdzikir, banyak mendekatkan diri kepada Allah, banyak belajar agama, dan lain-lain.
  2. Perlindungan dari sesutau yang memperparah sakitnya
    Kita harus menjaga diri dari kondisi yang memperparah penyakit hati kita. Itulah dosa dan maksiat. Karena dosa dan maksiat adalah noda bagi hati.
  3. Membersihkan sumber penyakit
    Untuk membersihkan sumber penyakit hati, banyak bentuknya. Bisa bertaubat kepada Allah, memohon ampun atas kesalahan yang kita lakukan, tidak mengulangi kesalahan, dan lain-lain.

Sumber: konsultasisyariah.com

Doa yang sering dibaca Nabi Muhammad

Salah satu Doa yang sering dibaca

Nabi Muhammad ﷺ :

اَللَّهُمَّ يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِك

“Allahumma yaa muqollibal quluub tsabbit qolbi ‘ala diinik”

Artinya : “Ya Allah wahai Dzat Yang Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agamaMu.”

Sungguh begitu mudah hati ini untuk berbolak-balik. Hari ini kita berada dalam jalanNya yang lurus, namun besok bisa jadi kita sudah berada di jalan setan yang menyimpang.

Maka mohonlah selalu kepada Allah agar diistiqomahkan di jalanNya.

 

*selfreminde

Sumber :  @Line Teladan Rasulullah

Penerus Media Islam